Pyrazinamide adalah obat untuk mengobati penyakit tuberkulosis (TBC). Obat ini bekerja dengan cara membunuh dan menghentikan perkembangan bakteri penyebab TBC.

Dalam pengobatan TBC, pyrazinamide akan dikombinasikan dengan obat TBC lainnya. Secara keseluruhan, pengobatan TBC dengan kombinasi obat-obatan bisa mencapai waktu 6 bulan atau lebih.

pyrazinamide-alodokter

Merek dagang pyrazinamide: Corsazinamide, Neotibi, Prazina, Propulmo, Pro TB 4, Pyratibi, Sanazet, Siramid

Apa Itu Pyrazinamide

Golongan Obat resep
Kategori Obat antituberkulosis
Manfaat Mengobati tuberkulosis (TBC)
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Pyrazinamide untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Pyrazinamide dapat terserap ke dalam ASI dalam kadar yang rendah. Ibu menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Bentuk obat Tablet dan kaplet

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Pyrazinamide

Pyrazinamide hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan mengonsumsi pyrazinamide jika Anda alergi terhadap obat ini.
  • Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda, terutama jika pernah atau sedang menderita gangguan hati, gangguan ginjal, porfiria, diabetes, kecanduan alkohol, atau penyakit asam urat.
  • Hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama selama menjalani pengobatan dengan pyrazinamide, karena obat ini dapat menyebabkan kulit menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Beri tahu dokter jika Anda berencana melakukan vaksinasi dengan vaksin hidup, seperti vaksin tifoid, selama menjalani pengobatan dengan pyrazinamide, karena obat ini dapat mengurangi efektivitas vaksin tersebut.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan pyrazinamide, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah mengonsumsi pyrazinamide.

Dosis dan Aturan Pakai Pyrazinamide

Dosis pyrazinamide harus disesuaikan dengan berat badan, baik untuk penderita TBC dewasa maupun anak-anak. Ada 2 pilihan cara mengonsumsi pyrazinamide dalam 2 bulan pertama pengobatan TBC, yaitu:

Pengobatan tuberkulosis standar tanpa pengawasan

  • Dewasa: Bagi yang memiliki berat badan <50 kg, dosis yang digunakan adalah 1,5 gram per hari. Bagi yang memiliki berat badan ≥50 kg, dosis yang digunakan adalah 2 gram per hari.
  • Anak-anak: 35 mg/kgBB, per hari.

Pengobatan tuberkulosis dengan pengawasan secara berkala

  • Dewasa: Bagi yang memiliki berat badan <50 kg, dosis yang digunakan adalah 2 gram 3 kali seminggu. Bagi yang memiliki berat badan ≥50 kg, dosis yang digunakan adalah 2,5 gram 3 kali seminggu.
  • Anak-anak: 50 mg/kgBB, 3 kali seminggu.

Cara Mengonsumsi Pyrazinamide dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan pyrazinamide sebelum mulai mengonsumsinya.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi pyrazinamide pada jam yang sama setiap harinya, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi pyrazinamide, disarankan untuk segera mengonsumsinya jika jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Pastikan Anda tetap mengonsumsi pyrazinamide hingga batas waktu yang ditentukan oleh dokter meski kondisi Anda sudah lebih baik. Hal ini untuk mencegah kambuhnya infeksi tuberkulosis.

Pastikan untuk tetap rutin menemui dokter selama menjalani pengobatan dengan pyrazinamide agar dokter dapat memantau perkembangan kondisi Anda.

Simpan pyrazinamide di dalam kemasan pada tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Pyrazinamide dengan Obat Lain

Interaksi antarobat yang dapat terjadi jika pyrazinamide digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain adalah:

  • Menurunkan efektivitas pil KB atau vaksin hidup, seperti vaksin tifus
  • Meningkatkan kadar obat ciclosporin dalam darah
  • Meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan rifampicin
  • Menurunkan efek obat urikosurik, seperti probenecid atau sulfinpyrazone

Efek Samping dan Bahaya Pyrazinamide

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi pyrazinamide adalah:

  • Sakit perut
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau sendi
  • Mual dan muntah
  • Kambuhnya penyakit asam urat
  • Kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari

Konsultasikan dengan dokter jika efek samping di atas tidak segera mereda atau semakin memberat. Anda perlu segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Demam
  • Mual dan muntah yang parah
  • Ruam kulit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Warna mata atau kulit menjadi kuning (penyakit kuning)
  • Urine berwarna gelap
  • Nyeri dan bengkak pada sendi
  • Mudah memar atau perdarahan yang tidak normal
  • Sulit buang air kecil