Anatomi usus merupakan bagian utama sistem pencernaan yang berperan dalam penyerapan nutrisi dan pembuangan sisa makanan. Memahami anatomi usus membantu Anda lebih sadar akan fungsi pencernaan dan lebih waspada terhadap berbagai gangguan saluran cerna.
Usus terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu usus halus dan usus besar. Masing-masing memiliki struktur, fungsi, dan peran yang berbeda dalam proses pencernaan.

Pengetahuan tentang anatomi usus juga membantu Anda mengenali gejala atau kelainan yang perlu diwaspadai agar kesehatan pencernaan tetap terjaga.
Struktur Anatomi Usus
Anatomi usus terdiri dari dua bagian besar yang saling terhubung dan bekerja sama dalam sistem pencernaan. Berikut ini adalah penjelasannya:
Usus halus
Setelah makanan dicerna di lambung, proses pencernaan berlanjut ke usus halus, yaitu bagian terpanjang dalam sistem pencernaan. Di sinilah sebagian besar penyerapan nutrisi terjadi.
Dinding usus halus dilapisi oleh vili dan mikrovilus, struktur halus menyerupai rambut yang berfungsi memperluas area penyerapan. Berkat struktur ini, tubuh dapat menyerap berbagai nutrisi penting secara lebih efisien.
Tak hanya menyerap nutrisi, usus halus juga memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Di dalamnya terdapat sel-sel imun yang membantu melindungi tubuh dari zat asing dan kuman berbahaya yang mungkin terbawa makanan.
Usus halus terdiri dari tiga bagian utama dengan masing-masing fungsinya, yaitu:
- Duodenum (usus dua belas jari), yaitu bagian yang menerima makanan dari lambung dan menjadi tempat awal proses pencernaan dengan bantuan enzim serta cairan empedu
- Jejunum (usus kosong), yaitu bagian yang berfungsi sebagai lokasi utama penyerapan nutrisi penting, seperti protein, karbohidrat, dan lemak
- Ileum (usus penyerapan), yaitu bagian yang bertugas menyelesaikan proses penyerapan nutrisi, khususnya vitamin B12 dan garam empedu
Usus halus bisa mengalami berbagai masalah yang mengganggu fungsi penyerapan nutrisi. Beberapa kondisi yang umum terjadi antara lain infeksi usus, penyakit celiac, dan sindrom malabsorpsi.
Gangguan-gangguan ini dapat menyebabkan gejala diare kronis, nyeri perut, kembung, hingga penurunan berat badan akibat tubuh tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik.
Usus besar
Setelah melewati usus halus, sisa makanan yang sudah tidak mengandung nutrisi penting akan masuk ke usus besar. Organ sepanjang sekitar 1,5 meter ini memegang peran utama dalam tahap akhir pencernaan.
Di dalam usus besar, tubuh menyerap air dan sejumlah mineral dari sisa makanan, sehingga feses menjadi lebih padat sebelum dikeluarkan. Selain itu, usus besar juga berperan menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna yang membantu proses metabolisme tertentu dan melindungi tubuh dari infeksi.
Berikut ini adalah bagian-bagian utama dari usus besar beserta fungsinya:
- Sekum, yaitu bagian awal dari usus besar yang menerima sisa makanan dari usus halus dan menjadi tempat masuknya bakteri baik untuk memulai proses pembusukan sisa makanan yang belum tercerna.
- Usus buntu, yaitu tonjolan kecil seperti tabung yang menempel di ujung bawah sekum. Bagian ini tidak berperan langsung dalam proses pencernaan, meskipun termasuk dalam anatomi usus.
- Kolon, yaitu bagian yang terdiri dari kolon asenden, transversum, desenden, dan sigmoid. Kolon berfungsi menyerap air dan membentuk feses agar menjadi lebih padat. Di kolon juga terdapat bakteri baik yang membantu fermentasi sisa makanan dan memproduksi vitamin K.
- Rektum, yaitu bagian akhir dari usus besar yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara feses sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus.
Gangguan pada usus besar bisa bermacam-macam, seperti kolitis, sindrom iritasi usus besar (IBS), polip, atau kanker usus. Kondisi-kondisi ini umumnya ditandai dengan perubahan pola buang air besar, seperti sembelit atau diare yang berkepanjangan, nyeri perut, atau munculnya darah di dalam feses.
Itulah anatomi usus dan fungsinya dalam sistem pencernaan. Memahami struktur dan peran usus dapat membantu Anda lebih waspada terhadap berbagai gangguan pencernaan yang mungkin terjadi.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar anatomi usus atau mengalami gejala yang dicurigai berkaitan dengan gangguan usus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan penjelasan medis yang akurat dan rekomendasi pemeriksaan lebih lanjut bila diperlukan.