Gangguan kepribadian ganda adalah kondisi di mana terdapat dua atau lebih kepribadian yang berbeda di dalam diri seseorang. Dua sosok ini masing-masing berdiri sendiri. Kekerasan fisik, emosional, atau seksual yang terjadi secara berulang-ulang pada masa kecil berisiko menyebabkan kepribadian ganda.

Kepribadian ganda dikenal juga dengan sebutan gangguan identitas disosiatif (dissociative identity disorder). Sebenarnya, sebagian orang pernah mengalami disosiatif ringan, misalnya melamun atau hilang arah ketika sedang mengerjakan sesuatu. Namun, kepribadian ganda adalah bentuk dari gangguan disosiatif yang sudah berat.

Mengenal Orang dengan Kepribadian Ganda Lebih Dekat - Alodokter

Tanda-Tanda Gangguan Kepribadian Ganda
Orang yang memiliki kepribadian ganda kadang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki kelainan. Salah satu tanda dan gejala yang dapat menandakan bahwa seseorang memiliki ciri kepribadian ganda yaitu merasa seperti dirasuki ketika kepribadian akan berganti, beberapa orang menggambarkan kondisi ini seperti kesurupan.

Banyaknya kepribadian yang muncul dalam diri seseorang merupakan respons adaptif terhadap rasa sakit, takut, dan trauma yang luar biasa. Hal ini mirip dengan mekanisme pertahanan diri.

Masing-masing kepribadian pada gangguan kepribadian ganda memiliki identitas berbeda satu sama lain. Setiap kepribadian memiliki pola pikir, cara berbicara, perilaku, jenis kelamin, dan usia yang berbeda. Masing-masing kepribadian dapat memegang kendali penuh atas tubuh si penderita secara bergantian. Penderita merasa ada orang lain yang hidup di tubuhnya.

Tanda-tanda lain pada gangguan kepribadian ganda adalah:

  • Mengalami penyimpangan ingatan
    Penderita sering lupa tanggal penting dalam hidupnya, seperti tanggal lahir, tanggal kelahiran anak, atau tanggal pernikahan. Sifat lupa ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan sifat lupa yang normal. Penderita juga sering kali tidak ingat alasan ketika sedang berada di suatu tempat.
  • Merasa asing dengan orang-orang di sekitar
    Penderita dipanggil orang lain dengan nama A, padahal dia merasa namanya B. Selain itu dia merasa tidak mengenali orang-orang di sekitarnya ketika kepribadiannya berganti.
  • Memiliki gangguan psikologis
    Penderita kepribadian ganda tak jarang merasa terganggu dengan kondisi yang dideritanya sehingga muncul gangguan psikologis lain seperti dilanda rasa panik atau cemas berlebihan. Suasana hati sering berubah seperti sering merasa sedih, marah, merasa tidak berharga, bahkan sampai merasa ingin bunuh diri. Gangguan makan dan tidur juga bisa dialami oleh penderita kepribadian ganda.
  • Gejala depersonalisasi
    Tanda ini bisa digambarkan sebagai sensasi seperti menonton atau melihat diri sendiri ketika kepribadian lain menggantikan karakter asli seseorang. Orang yang mengalami gejala ini seakan tak berdaya dan hanya bisa melihat ketika tubuhnya diganti oleh kepribadian lain. Ketika merasakan gejala ini, orang dengan kepribadian ganda juga dapat merasa sulit mengenal realita.

Tanda gangguan kepribadian ganda sering disamakan dengan skizofrenia, padahal kedua gangguan ini jauh berbeda. Skizofrenia adalah gangguan mental yang salah satu gejala utamanya sering berhalusinasi, yaitu melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata. Orang dengan skizofrenia tidak mengalami kepribadian ganda.

Pemeriksaan dan Penanganan Gangguan Kepribadian Ganda

Tanda dan gejala pada gangguan kepribadian ganda ini perlu dipastikan bukan muncul karena efek obat-obatan seperti narkoba, alkohol, atau penyakit tertentu seperti epilepsi atau tumor otak.

Untuk memastikan diagnosis kepribadian ganda, pasien perlu menempuh pemeriksaan oleh ahli kejiwaan atau dokter. Pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan fisik, evaluasi medis kejiwaan, dan pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau urine untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan obat atau zat tertentu.

Selain itu, sejauh ini belum ada pengobatan yang secara khusus bisa menyembuhkan kepribadian ganda. Penanganan yang umumnya dianjurkan adalah melalui kombinasi terapi psikologis, di antaranya psikoterapi atau konseling dan terapi perilaku, disertai pemberian obat-obatan. Karena gangguan kepribadian ganda ini seringkali disertai adanya masalah kejiwaan lain, seperti depresi dan kecemasan, obat antidepresan dan obat penenang mungkin akan diresepkan untuk mengontrol gejala.

Respons masing-masing orang dengan kepribadian ganda berbeda-beda, namun umumnya terapi dapat membantu menangani gejala jika dilakukan secara rutin. Terapi juga berperan untuk mencegah munculnya masalah psikologis dan perilaku terkait gangguan kepribadian ganda.

Orang dengan kepribadian ganda mungkin akan kesulitan dalam menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, dapat menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, atau menyalahgunakan obat-obatan. Terapi yang akan dijalani oleh penderita akan berfokus agar penderita nyaman berhubungan dengan orang lain dan mencegah penderita melakukan hal-hal berbahaya.