Bunuh diri merupakan cara yang dilakukan seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Mereka yang memutuskan untuk bunuh diri, melakukannya dengan cara menggantung diri, minum obat-obatan melebihi dosis, menenggak cairan beracun, atau menggunakan senjata. Pria berusia 40an hingga 50an memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Biasanya, hal tersebut dilakukan secara diam-diam sehingga sulit untuk dicegah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pemicu dan tanda-tanda seseorang yang ingin bunuh diri. Siapa tahu, orang-orang terdekat Anda menyimpan keinginan tersebut. Maka, sudah menjadi kewajiban Anda untuk mencegahnya melakukan perbuatan itu.

Kenali Faktor Pemicu dan Tanda-Tanda Ingin Bunuh Diri - Alodokter

Faktor Pemicu Seseorang Ingin Bunuh Diri

Bunuh diri dapat memengaruhi siapa saja, namun ada beberapa karakteristik dan kondisi yang meningkatkan risiko tersebut. Akan tetapi, seseorang mungkin lebih cenderung mencoba untuk bunuh diri jika memiliki gangguan mental. Sekitar 90 persen orang yang melakukan bunuh diri mengalami masalah psikologis pada saat kematian mereka.

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya bunuh diri, di antaranya:

  • Gangguan bipolar
    Orang yang memiliki gangguan bipolar akan mengalami perubahan mood yang sangat drastis. Yang tadinya merasa sangat gembira dan bersemangat, mendadak bisa berubah menjadi sedih, tidak bersemangat, dan bahkan depresi. Kalangan ini memiliki risiko 20 kali lebih tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri, jika dibandingkan dengan orang normal. Diperkirakan, satu dari tiga orang dengan gangguan bipolar akan mencoba bunuh diri setidaknya satu kali selama hidupnya. Penderita gangguan bipolar yang juga memiliki masalah kecemasan memiliki risiko mencoba bunuh diri yang lebih tinggi.
  • Depresi berat
    Ciri-ciri orang yang mengalami depresi berat adalah merasa putus asa, suasana hati yang buruk, merasa lelah, atau kehilangan minat dan motivasi dalam hidup. Ciri-ciri semacam ini dapat memberi dampak buruk bagi kehidupan orang tersebut secara menyeluruh. Pada akhirnya, hal ini dapat memicu mereka untuk lebih mungkin mencoba untuk bunuh diri.
  • Anoreksia nervosa
    Menjauhi makanan sebisa mungkin dan selalu berbohong bahwa mereka tidak lapar atau sudah makan, itulah tanda-tanda pengidap anoreksia nervosa. Penderita gangguan makan ini merasa dirinya gemuk, sehingga membuat mereka terus-menerus menurunkan berat badan. Mereka benar-benar mengendalikan dan membatasi apa yang mereka makan. Diperkirakan 1 dari 5 pengidap anoreksia nervosa akan melakukan percobaan bunuh diri setidaknya sekali selama hidupnya. Angka kematian karena bunuh diri cukup tinggi pada pada penderita gangguan makan ini, terlebih pada remaja wanita.
  • Gangguan Kepribadian Ambang
    Gangguan ini disebut juga borderline personality disorder (BPD). Tanda utama seseorang memiliki gangguan kepribadian ambang adalah sering menyakiti diri sendiri. Tanda lainnya adalah emosi yang tidak stabil dan terkadang kesulitan dalam bersosialisasi. Kalangan ini cenderung memiliki riwayat pelecehan seksual pada masa kecilnya dan memiliki risiko lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri. Diperkirakan lebih dari setengah orang-orang dengan gangguan ini akan melakukan percobaan bunuh diri setidaknya sekali selama hidupnya.
  • Skizofrenia
    Sering berhalusinasi, perubahan perilaku atau percaya kepada hal-hal yang tidak benar adalah tanda-tanda orang dengan skizofrenia. Diperkirakan, 1 dari 20 orang dengan skizofrenia akan mencoba untuk bunuh diri.

Selain kondisi mental di atas, faktor lain yang bisa juga memicu seseorang bunuh diri adalah:

  • Pernah mengalami pelecehan seksual.
  • Faktor sosial dan ekonomi, seperti: kehilangan pekerjaan atau memiliki hutang.
  • Memiliki orientasi seksual tertentu seperti gay, lesbian, atau transgender.
  • Tahanan penjara atau seseorang yang baru bebas dari penjara juga bisa memiliki keinginan untuk bunuh diri.
  • Menjadi korban bullying.
  • Kualitas tidur yang buruk dan kurang tidur juga dikaitkan dengan peningkatan risiko bunuh diri pada kelompok lanjut usia. Lansia yang mengalami kurang tidur memiliki peningkatan risiko bunuh diri.

Apa Saja Tanda-tandanya?

Ada beberapa tanda yang mungkin diperlihatkan atau ditunjukkan oleh seseorang yang memiliki kenginginan untuk bunuh diri, misalnya:

  • Sering membicarakan tentang kematian.
  • Mengutarakan keputusasaannya dalam menjalani hidup seperti berkata, “Buat apa saya hidup di dunia?”
  • Perilaku menyakiti diri sendiri.
  • Mengancam ingin bunuh diri seperti berkata, “Jika kau memilih dirinya, saya akan bunuh diri.”
  • Menyimpan obat-obatan yang bisa disalahgunakan.
  • Menjadi pemakai narkoba atau pemabuk.
  • Sering marah secara tiba-tiba.
  • Sembrono dan terlibat dalam aktivitas yang mempertaruhkan nyawa.
  • Menarik diri dari orang-orang di sekitarnya.
  • Sering terlihat merasa cemas.
  • Mulai membuat surat wasiat.
  • Berat badan berkurang karena perubahan selera makan.
  • Kehilangan minat pada banyak hal.
  • Mengalami kesulitan tidur dan kerap merasa gelisah.

Ketika ada orang terdekat yang menampakkan tanda-tanda tersebut atau mengalami kondisi yang bisa memicu bunuh diri, Anda harus waspada. Sebisa mungkin berikan perhatian ekstra kepadanya, rangkul dia atau ajak dia berkonsultasi dengan dokter. Amati pula gerak-geriknya jangan sampai dia berbuat hal-hal yang bisa membahayakan nyawanya, terutama ketika sedang sendiri.

Sarankan padanya untuk menghindari alkohol dan obat-obatan yang bisa disalahgunakan untuk melakukan bunuh diri. Selain itu, ajaklah ia untuk berolahraga secara teratur, setidaknya tiga kali per minggu. Aktivitas fisik dapat merangsang otak untuk memproduksi zat kimia yang dapat membuatnya merasa lebih rileks dan bahagia.