Dalam mendidik anak, setiap orang tua tentu memiliki pola asuhnya masing-masing. Salah satu pola asuh yang baik untuk diterapkan adalah authoritative parenting. Bunda dan Ayah mau tahu lebih jauh mengenai pola asuh ini? Simak di sini, yuk.

Authoritative parenting atau pola asuh otoritatif merupakan pola asuh dengan orang tua yang mengasuh, mendukung, dan responsif terhadap anak, tetapi tetap memberi batasan yang tegas. Dalam pola asuh ini, orang tua membentuk sikap anak dengan cara menjalankan aturan dan berdiskusi untuk bertukar pikiran.

Mengenal Pola Asuh Authoritative Parenting - Alodokter

Pola asuh otoritatif diketahui sebagai pola asuh yang demokratis, sehingga efektif untuk mendidik anak. Orang tua dengan pola asuh ini merupakan pendengar yang baik, meskipun tidak semua pendapat atau permintaan anak diterima. Pola asuh ini dapat mendorong anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri.

Cara Menerapkan Authoritative Parenting

Orang tua dengan authoritative parenting mengimbangi antara kebebasan dan batasan. Jadi, orang tua memberikan kasih sayang dan kebebasan untuk anak, namun tetap mendorong anak untuk disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Berikut ini adalah panduan menerapkan authoritative parenting yang bisa Bunda dan Ayah terapkan:

  • Jadilah pendengar dan teman bicara yang baik untuk Si Kecil.
  • Tunjukkan sikap bahwa Bunda dan Ayah mengerti emosinya. Jangan mengatakan, “Sudah jangan sedih, berhenti menangis.” Lebih baik, ganti dengan “Bunda tahu kamu sedih, Bunda minta maaf, ya. Sekarang sudah malam dan waktunya tidur, besok kita nonton televisi lagi.”
  • Jelaskan dengan bahasa yang sederhana mengapa setiap aturan perlu diterapkan, misalnya peraturan menyikat gigi sebelum tidur ada supaya giginya tidak sakit atau aturan bangun pukul 6 setiap pagi ada agar ia tidak terlambat datang ke sekolah.
  • Diskusikan bersama mengenai konsekuensi yang harus Si Kecil jalani apabila ia melanggar peraturan.
  • Ketika Si Kecil melanggar aturan yang ringan, berikan ia peringatan 1 kali terlebih dahulu, kemudian terapkan konsekuensi yang telah ditetapkan bila ia masih melanggarnya. Hindari untuk memarahi Si Kecil secara berulang-ulang.
  • Jadikan kesalahan sebagai kesempatan belajar untuk Si Kecil. Jika ia membuat kesalahan, berikan konsekuensi sesuai dengan kesepatakan. Namun ingat, tidak boleh memberikan hukuman fisik, ya.
  • Jangan selalu berusaha mengatasi segala masalah yang terjadi pada Si Kecil. Biarkan ia memikirkan jalan keluarnya sendiri untuk mengatasi masalah.
  • Berikan Si Kecil pujian atau penghargaan ketika ia berhasil mencapai sesuatu yang baik. Namun pastikan, Bunda dan Ayah tidak berlebihan dalam memujinya.
  • Biarkan Si Kecil memilih dan melakukan hal-hal yang ia sukai. Jangan terlalu mengekang dan mengaturnya.

Ketika Si Kecil tumbuh besar dan mengalami pubertas, Bunda dan Ayah mungkin akan mengalami fase anak berontak, mudah marah, dan acuh tak acuh. Namun, tidak perlu khawatir, ini adalah fase yang normal, kok. Bunda dan Ayah perlu kesabaran yang ekstra dalam menghadapinya dan konsisten dalam menjalani pola asuh ini.

Manfaat Authoritative Parenting

Sebuah penelitian menyatakan bahwa anak yang dididik dengan authoritative parenting memiliki nilai akademik yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak mendapatkan pola asuh ini. Selain itu, dengan pola asuh authoritative parenting, anak juga bisa menjadi pribadi yang:

1. Bertanggung jawab

Sikap bertanggung jawab pada anak tidak serta-merta muncul dengan sendirinya, tetapi harus dilatih. Authoritative parenting bisa menjadi cara agar anak tumbuh menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Selain itu, anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini juga akan mampu membuat keputusan yang baik.

2. Menghargai orang lain

Authoritative parenting mengajarkan anak untuk bisa menunjukkan sikap menghargai orang lain, khususnya pada orang yang lebih tua. Anak juga akan cenderung memiliki hubungan yang baik dengan teman sebayanya.

3. Pantang menyerah

Sikap pantang menyerah yang dimiliki anak tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi orang tua. Nah, menerapkan pola asuh authoritative parenting diyakini dapat membuat anak tumbuh menjadi seseorang yang memiliki daya tahan tinggi dan bisa bangkit kembali dari suatu peristiwa, bahkan peristiwa yang bisa memicu trauma sekali pun. Selain itu, pola asuh ini dapat meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri anak.

4. Bersikap pemimpin

Karena mampu membuat keputusan yang baik serta memiliki tingkat kecerdasan dan rasa percaya diri yang tinggi, anak yang dididik dengan authoritative parenting cenderung memiliki keterampilan untuk memandu orang lain dengan baik dan benar.

Selain manfaat yang disebutkan di atas, authoritative parenting juga membuat anak menjadi pribadi yang rajin, ramah, ceria, energik, mandiri, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Authoritative parenting merupakan pola asuh yang dapat mendukung perkembangan emosional, fisik, sosial, bahkan kecerdasan anak. Namun perlu diingat, setiap anak tentu memiliki karakter dan tipe kepribadian yang berbeda.

Jadi, Bunda dan Ayah juga perlu menyesuaikan jenis pola asuh yang diterapkan. Jika Bunda dan Ayah mengalami kesulitan dalam menghadapi Si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog guna menentukan pola asuh yang tepat baginya.