Membakar atau memanggang merupakan salah satu cara paling sehat untuk mengolah makanan, termasuk ikan. Akan tetapi di sisi lain, proses membakar ikan mengandung risiko yang berbeda jika tidak dilakukan dengan benar. Yuk, simak cara membuat ikan bakar sehat berikut ini.

Ikan yang dibakar memang terasa lebih lezat dibanding digoreng atau dikukus, bagi sebagian orang. Selain itu, ikan bakar tidak mengandung tambahan kalori dan lemak karena dimasak tanpa minyak. Namun, ikan bakar yang belum matang sepenuhnya dapat mengandung bakteri, seperti E.coli dan Salmonella penyebab diare, muntah, dan sakit perut.

Mengolah Ikan Bakar Sehat Tanpa Risiko Kanker - Alodokter

Selain itu, saat ikan dibakar pada suhu tinggi, protein pada daging ikan yang bereaksi terhadap panas dan membentuk heterocyclic amines (HCAs) yang dapat menyebabkan mutasi DNA dan memicu kanker. Lemak ikan yang jatuh menetes ke arang dan terbakar pun akan menimbulkan asap. Asap dari pembakaran ini sendiri mengandung polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), yang jika mengepul ke atas dan terserap ke dalam daging ikan, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Sebelum Membakar Ikan

Sebenarnya, belum ada penelitian populasi yang menemukan hubungan sebab-akibat yang pasti antara pajanan HCA dan PAH dalam ikan bakar terhadap kemunculan sel kanker pada manusia, namun tidak ada salahnya bagi Anda mengambil langkah antisipasi.

Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum membuat ikan bakar sehat:

  • Pisahkan ikan dari makanan lain dan simpan dalam lemari pendingin untuk menjaga keawetannya.
  • Pastikan semua alat masak dan bahan-bahan ikan bakar dicuci bersih agar tidak terkontaminasi kuman.
  • Cuci tangan dengan air hangat dan sabun setidaknya selama 20 detik, terutama sebelum dan setelah mengolah ikan mentah.
  • Bumbui ikan sebelum dibakar. Menurut penelitian, ikan bakar yang direndam dengan bumbu-bumbu pedas lebih dulu dapat mengurangi kandungan HCA hingga 90 persen.
  • Masak ikan dalam microwave terlebih dahulu setidaknya selama dua menit. Cara ini juga dapat mengurangi kandungan HCA.
  • Persiapkan ikan dalam potongan-potongan yang lebih kecil, sehingga tidak perlu waktu lama untuk dibakar.

Sewaktu Membakar Ikan

Anda juga harus memerhatikan beberapa hal berikut ini saat proses pembakaran berlangsung:

  • Panaskan panggangan setidaknya 5-10 menit untuk mendapatkan temperatur yang tepat.
  • Olesi panggangan dengan minyak agar bahan yang dibakar tidak menempel.
  • Ikan bakar bisa saja tampak garing di luar, tapi bagian dalam masih mentah. Cara pengukuran yang paling tepat dapat menggunakan termometer makanan yang dimasukkan ke dalam sisi daging paling tebal. Ikan umumnya dapat disebut matang jika bagian dalamnya setidaknya mencapai suhu 63 derajat Celcius.
  • Kurangi bara api, sehingga ikan dapat dibakar lebih lama dengan temperatur lebih kecil.
  • Balik ikan tiap semenit sekali dengan hati-hati untuk mencegah pembentukan HCA.
  • Gunakan peralatan yang berbeda untuk menampung sayuran dan ikan mentah guna menghindari kontaminasi silang.

Setelah Membakar Ikan

Beberapa hal ini harus Anda perhatikan setelah selesai membakar ikan:

  • Letakkan ikan bakar yang sudah matang pada piring terbuka selama setidaknya lima menit sebelum disajikan. Jauhi dari paparan sinar matahari.
  • Saat menanti untuk disantap di meja, tutup ikan bakar dengan tudung saji untuk menghindari kontaminasi oleh lalat pembawa bakteri.
  • Pastikan untuk mencuci bersih semua peralatan memanggang dengan sabun dan air hangat untuk menghindari kontaminasi pada makanan lain.
  • Simpan ikan yang belum sempat dibakar dalam lemari pendingin, terutama jika mau diolah kembali dalam 1-2 hari ke depan.

Saat menyantap ikan bakar, buang bagian yang gosong. Tambahkan juga sayuran ke dalam menu, karena sayuran yang dibakar tidak membentuk HCA. Dengan mengolah ikan bakar sehat secara tepat, diharapkan kandungan nutrisi dalam ikan tetap terjaga dan bisa terhindar dari risiko akibat proses pembakaran.