Bikini waxing adalah pencabutan bulu di area-area intim. Banyak wanita melakukannya karena alasan kesehatan personal, kebersihan, atau sekadar ingin mengikuti tren mode terkini.

Disebut bikini waxing karena umumnya rambut kemaluan dicabut agar tidak tampak saat mengenakan bikini. Perkembangan tren saat ini menganggap bahwa rambut kemaluan yang tampak akan terlihat sebagai sesuatu yang memalukan. Prosedur dilakukan dengan menggunakan lilin untuk menghilangkan rambut atau bulu-bulu halus.

Merawat Kecantikan Wanita Melalui Bikini Waxing - Alodokter

Ragam Jenis Bikini Waxing

Bikini waxing umumnya dapat dilakukan di salon atau spa oleh pakar kecantikan yang terlatih. Jenis bikini waxing pun berbeda-beda, berdasarkan luas area yang akan ditangani. Perbedaan ini juga akan menentukan biaya perawatan, termasuk rasa sakit yang ditimbulkannya. Berikut beberapa tipe-tipenya:

  • Bikini wax Brazilian total
    Menghilangkan semua rambut di sekitar selangkangan dan organ kelamin.
  • Bikini wax Brazilian parsial
    Rambut pada selangkangan, labia atau bibir vagina, dan bokong dihilangkan, menyisakan garis tipis mengarah ke atas pusar.
  • Bikini wax yang diperluas
    Rambut atau bulu dihilangkan hingga 5 cm di dalam batas bikini.
  • Bikini wax tradisional
    Hanya menghilangkan rambut di luar area yang tertutup bikini.

Selain menggunakan lilin seperti pada prosedur waxing, rambut kemaluan juga dapat dihilangkan dengan dicukur atau digunting atau menggunakan laser.

Prosedur Bikini Waxing

Bagi Anda yang belum pernah menjalani bikini waxing, berikut prosedur yang akan dijalani:

  • Anda akan diminta membuka semua pakaian bagian bawah dan mengenakan celana dalam sekali pakai.
  • Jika rambut kemaluan panjang, maka rambut Anda akan lebih dulu dirapikan dengan gunting.
  • Lilin hangat dioleskan pada rambut kemaluan menggunakan spatula, kemudian lilin tersebut ditutup dengan plester.
  • Setelah lilin cukup mengeras, plester ditarik dengan cepat, sehingga rambut kemaluan tercabut hingga ke akarnya.

Proses ini memang terasa menyakitkan, karena area kemaluan memang adalah area yang sensitif. Mengompres area intim dengan es yang dibungkus kain sesampainya di rumah dapat meredakan nyeri. Semakin teratur Anda melakukan bikini waxing, semakin Anda terbiasa sehingga tidak terlalu merasakan sakit.

Risiko Bikini Waxing

Selain rasa sakit, seseorang yang akan menjalani proses ini perlu menyadari tentang adanya risiko yang mungkin terjadi di balik bikini waxing, di antaranya:

  • Folikulitis
    Folikulitis merupakan infeksi di folikel rambut. Kondisi ini terjadi ketika kulit yang menjalani bikini waxing mengalami peradangan atau bila terdapat rambut kemaluan yang tumbuh ke dalam kulit. Pada sebagian kasus, infeksi dapat berkembang lebih serius dan membutuhkan pengobatan antibiotik.
  • Bengkak
    Jika Anda memiliki kulit sensitif atau pertama kali menjalani bikini waxing, kulit Anda mungkin akan mengalami bengkak. Bengkak biasanya beralangsung sehari atau dua hari dan merupakan reaksi normal.
  • Luka
    Penarikan paksa rambut kemaluan sering kali membuat kulit lecet atau terluka.
  • Hiperpigmentasi
    Risiko bikini waxing lainnya yaitu hiperpigmentasi alias warna kulit tidak merata. Kondisi berkaitan dengan efek samping infeksi dan luka setelah menjalani bikini waxing.

Segera periksakan diri ke dokter jika muncul kemerahan pada area kulit waxing, termasuk kemunculan nanah, pembengkakan, dan terasa perih saat disentuh. Selain itu, meski tergolong tidak mudah dan lebih berisiko, sebagian orang melakukan bikini waxing sendiri di rumah. Hal yang perlu diingat adalah alat-alat yang digunakan harus steril dan produk yang digunakan harus sudah teruji aman dari BPOM untuk menghindari risiko infeksi. Baca dan ikuti aturan pakai produk yang digunakan.