Metode sunat kini hadir dalam beragam pilihan yang bisa disesuaikan untuk anak maupun orang dewasa, mulai dari cara konvensional hingga teknik modern, seperti sunat laser. Namun, penting untuk memahami keunggulan dan proses dari tiap metode sunat agar Anda bisa menentukan pilihan yang paling tepat sesuai kondisi Anda dan anak, sehingga proses pemulihan bisa berangsur cepat.

Sunat merupakan prosedur yang dilakukan dengan tujuan untuk membuang sebagian atau seluruh kulup (prepusium), yaitu kulit yang menutupi bagian kepala penis. Prosedur ini bisa dilakukan di fasilitas kesehatan, baik rumah sakit ataupun klinik.

Metode Sunat, Ini Jenis dan Keunggulannya untuk Anak dan Orang Dewasa - Alodokter

Di Indonesia, saat ini terdapat beberapa metode sunat yang aman untuk dilakukan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Tiap metode ini memiliki cara kerja dan keunggulan serta kekurangannya masing-masing. 

Beragam Metode Sunat yang Umum Digunakan 

Metode sunat mencakup berbagai teknik, yang masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulannya tersendiri. Berikut ini adalah berbagai metode sunat yang banyak digunakan di Indonesia:

1. Metode sunat konvensional

Pada metode ini, dokter akan menggunakan pisau bedah steril untuk memotong kulup yang menutupi kepala penis. Setelah kulup dipotong, dokter kemudian menjahit luka dengan benang jahit khusus medis yang akan menyatu dengan jaringan kulit atau larut sendiri dalam beberapa hari. Proses ini biasanya berlangsung sekitar 30–60 menit, tergantung usia dan kondisi pasien.

Metode sunat satu ini sangat familiar di Indonesia, terutama di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, klinik, atau praktik dokter umum karena alatnya mudah diperoleh dan biayanya terjangkau. Namun, karena melibatkan sayatan yang lebih besar dan jahitan, proses penyembuhan bisa sedikit lebih lama. 

Selain itu, luka juga memerlukan perawatan ekstra agar tidak terinfeksi. Meski demikian, metode ini telah terbukti aman dan efektif jika dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten.

2. Metode sunat klamp

Metode sunat klamp dilakukan dengan menjepit kulup menggunakan alat khusus berbentuk tabung atau cincin (klamp). Klamp ini berfungsi untuk menjaga agar jaringan sekitar tidak ikut terpotong, sehingga mengurangi risiko terjadinya perdarahan berlebih. Setelah klamp terpasang, kulup kemudian dipotong, biasanya tidak memerlukan jahitan.

Setelah prosedur selesai, klamp akan tetap terpasang pada penis selama beberapa hari, umumnya 5–7 hari, kemudian dilepas oleh dokter saat kontrol ulang. Selama klamp masih terpasang, pasien tetap bisa mandi dan beraktivitas ringan, tetapi tetap harus menjaga area tersebut tetap bersih dan kering. 

Metode sunat ini populer untuk anak-anak karena minim jahitan dan risiko terjadinya nyeri maupun pendarahan rendah. Selain itu, waktu tindakan juga dilakukan singkat, yaitu sekitar 10–20 menit.

3. Metode sunat laser

Metode sunat yang sering disebut “sunat laser” ini sebenarnya menggunakan alat elektrokauter, bukan sinar laser. Elektrokauter adalah alat yang memancarkan panas listrik berkekuatan rendah untuk memotong jaringan kulup. Proses pemotongan terjadi sangat cepat, dan pembuluh darah langsung “disegel” oleh panas, sehingga hampir tidak ada perdarahan.

Sunat laser terkenal dengan hasil luka yang rapi dan proses penyembuhan yang lebih singkat dibandingkan metode konvensional. Tak hanya itu, metode sunat satu ini juga lebih sedikit menimbulkan rasa sakit sehingga cocok dilakukan untuk segala usia. 

Meski begitu, sayangnya biaya sunat laser umumnya lebih mahal dari 2 metode sunat sebelumnya dan hasil tindakan juga sangat bergantung pada keahlian dokter serta kualitas alat yang digunakan.

4. Metode sunat stapler

Metode sunat stapler memanfaatkan alat khusus berbentuk tabung yang di dalamnya terdapat pisau dan deretan “stapler” mini. Saat digunakan, alat ini secara bersamaan akan memotong dan menjepit bagian kulit yang disunat dengan staples kecil dari bahan medis. Setelah prosedur selesai, staples akan dibiarkan terpasang dan akan lepas sendiri atau diangkat dokter dalam beberapa hari.

Metode sunat stapler biasanya dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Selain itu, proses penyembuhan biasanya cepat serta hasil luka juga rapi dan simetris. Karena itu, metode ini umumnya dipilih oleh kalangan remaja atau orang dewasa yang ingin kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat. 

Namun, perlu diketahui bahwa biaya sunat stapler umumnya relatif lebih mahal dan ketersediaan alat masih terbatas, terutama di fasilitas kesehatan kecil atau daerah.

Faktor Penentu dalam Memilih Metode Sunat

Memilih metode sunat sebaiknya tidak sekadar mengikuti tren. Ada beberapa pertimbangan utama yang perlu diperhatikan, berikut ini adalah beberapa pertimbangannya:

1. Usia dan aktivitas 

Usia dan tingkat aktivitas harian, apakah banyak bergerak, berolahraga, atau harus segera kembali ke rutinitas, memengaruhi pilihan metode sunat yang direkomendasikan. 

Pada anak-anak, terutama yang aktif dan masih bersekolah, metode tanpa jahitan, seperti klamp atau laser, sering menjadi pilihan karena proses pemulihannya umumnya lebih singkat. Hal ini memungkinkan anak kembali beraktivitas dengan nyaman, tanpa risiko jahitan terbuka akibat pergerakan. 

Sementara itu, untuk dewasa atau remaja yang sudah lebih mengerti perawatan luka, metode konvensional maupun stapler juga cocok, tergantung preferensi dan kebutuhan. 

2. Kondisi medis

Jika Anda atau anak Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti fimosis, infeksi, atau gangguan pembekuan darah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan prosedur sunat. 

Pemeriksaan awal oleh dokter sangat penting untuk menentukan jenis metode sunat apa yang aman untuk kondisi Anda atau anak Anda. Misal, pada pasien yang memiliki kecenderungan mudah berdarah, metode dengan risiko perdarahan minimal, seperti klamp atau laser, seringkali lebih disarankan oleh dokter. 

Dengan begitu, risiko terjadinya komplikasi selama maupun setelah prosedur sunat dilakukan bisa dikurangi.

3. Sarana dan tenaga medis

Ketersediaan fasilitas kesehatan serta pengalaman dokter atau tenaga medis yang akan melakukan sunat sangat berpengaruh terhadap hasil dan keamanan tindakan sunat. 

Oleh karena itu, pilihlah tempat sunat yang steril, mengikuti standar kesehatan, dan dengan tenaga medis yang sudah berpengalaman dalam prosedur sunat pilihan Anda. Bila perlu, tanyakan sertifikasi dan pengalaman dokter dalam menggunakan metode sunat tertentu demi kenyamanan dan keamanan Anda atau anak.

Namun, karena tidak semua metode sunat tersedia di setiap klinik atau rumah sakit, sehingga sebaiknya pastikan fasilitas dan alat yang dibutuhkan ada sebelum menjadwalkan prosedur sunat. 

4. Preferensi pasien dan keluarga

Setiap individu dan keluarga mungkin memiliki harapan atau keinginan tertentu terkait sunat, mulai dari tingkat rasa sakit yang ditoleransi, waktu pemulihan yang diinginkan, hingga hasil akhir penampilan luka. Oleh karena itu, diskusikan secara terbuka dengan dokter mengenai preferensi ini, agar bisa dipilih metode sunat yang paling sesuai. 

Anda juga dapat meminta penjelasan rinci mengenai proses, risiko, hingga perawatan pasca sunat untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat dan keputusan benar-benar berdasarkan kebutuhan serta keinginan bersama.

Efek Samping dan Komplikasi Metode Sunat

Walaupun semua jenis metode sunat umumnya aman, tetapi sama seperti prosedur medis lain, prosedur sunat juga berisiko menimbulkan komplikasi atau efek samping. Beberapa komplikasi atau efek samping yang bisa terjadi akibat prosedur sunat meliputi:

  • Nyeri di penis
  • Perdarahan
  • Reaksi alergi terhadap obat bius
  • Infeksi
  • Kelainan bentuk penis

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika selama masa penyembuhan muncul keluhan berikut:

  • Demam tinggi
  • Nyeri hebat
  • Perdarahan yang tidak kunjung berhenti
  • Keluar nanah dari sayatan di penis

Tips Meminimalisir Nyeri dan Mempercepat Pemulihan Setelah Sunat

Proses pemulihan sunat pada tiap pasien bisa berbeda-beda tergantung dengan metode sunat yang dipilih. Meski begitu, proses pemulihan sunat umumnya membutuhkan waktu sekitar 2–3 minggu.

Agar proses pemulihan berlangsung lancar, ada beberapa tips yang bisa Anda praktikkan, yaitu:

  • Gunakan celana longgar untuk mengurangi gesekan pada penis.
  • Bersihkan penis setelah kain kasa dilepas setiap hari dengan mengusapnya menggunakan waslap atau handuk hangat basah tanpa sabun. Pastikan Anda mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, baik sebelum maupun setelah menyentuh penis.
  • Hindari aktivitas dan olahraga berat, termasuk berenang atau berendam, hingga luka benar-benar sembuh.
  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter, seperti pereda nyeri atau antibiotik jika diresepkan.

Nah, itulah beberapa jenis metode sunat yang umum dilakukan di Indonesia dan hal-hal lain terkait prosedur sunat yang perlu diketahui. 

Jika masih memiliki pertanyaan atau ragu dalam menentukan metode sunat yang paling sesuai, atau ingin berkonsultasi lebih detail mengenai kondisi khusus yang Anda atau anak Anda alami, jangan ragu untuk chat dokter di aplikasi ALODOKTER ya.