Tanda luka sunat infeksi perlu dikenali sejak awal agar orang tua bisa segera mengambil tindakan yang tepat. Luka sunat yang terinfeksi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan memperlambat proses penyembuhan. Dengan mengenali gejalanya, Anda bisa mengambil langkah penanganan yang tepat agar proses pemulihan berjalan optimal. 

Proses penyembuhan luka sunat umumnya berlangsung cukup cepat, yaitu sekitar 7–10 hari, tergantung metode sunat dan kondisi kesehatan. Pada fase awal, luka sunat akan mengalami pembengkakan, kemerahan, dan terasa sedikit nyeri. Namun, tidak perlu khawatir, karena hal ini umum terjadi kok. 

Berbagai Tanda Luka Sunat Infeksi yang Perlu Diwaspadai dan Cara Mencegahnya - Alodokter

Meski kebanyakan luka sunat membaik tanpa masalah, infeksi tetap bisa terjadi lho, apalagi jika kebersihan area tidak terjaga atau terjadi gesekan berulang pada luka. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda luka sunat infeksi sejak dini agar Anda bisa segera mengambil langkah penanganan yang tepat sebelum kondisinya semakin memburuk. 

Tanda Luka Sunat Infeksi yang perlu Anda Waspadai

Berikut ini adalah tanda luka sunat infeksi yang perlu Anda waspadai:

1. Kemerahan yang semakin meluas

Pada proses penyembuhan normal, luka sunat biasanya memang sedikit kemerahan. Namun, jika kemerahan pada luka sunat justru semakin meluas dari hari ke hari, ini bisa menandakan infeksi. 

Infeksi ini menyebabkan tubuh mengirim lebih banyak sel imun ke area tersebut, sehingga aliran darah meningkat dan membuat kulit tampak makin merah serta meradang. Kondisi ini menjadi tanda bahwa proses penyembuhan tidak berjalan normal dan perlu segera diperiksa agar infeksi tidak berkembang lebih jauh.

2. Pembengkakan yang makin parah

Sedikit bengkak setelah sunat adalah hal biasa. Namun, jika pembengkakan di sekitar luka sunat terus bertambah parah, ini bisa menjadi tanda luka sunat infeksi. 

Pembengkakan semakin parah karena tubuh sedang melawan bakteri, sehingga terjadi peradangan yang lebih intens pada jaringan sekitar luka. Selain itu, luka sunat yang infeksi ini juga terasa hangat saat disentuh lho. 

3. Nyeri yang memburuk

Nyeri setelah sunat memang wajar, terutama dalam 1–2 hari pertama. Biasanya, rasa nyeri ini akan perlahan berkurang seiring waktu. Namun, nyeri yang memburuk atau semakin intens justru dapat menjadi tanda luka sunat infeksi.

Ketika bakteri masuk ke area luka, tubuh langsung bereaksi dengan memicu peradangan. Proses peradangan ini membuat jaringan di sekitar luka menjadi lebih sensitif, bengkak, dan tertekan. Kondisi inilah yang membuat rasa nyeri terasa lebih kuat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

4. Keluar nanah 

Tanda luka sunat infeksi yang perlu diwaspadai adalah keluarnya nanah. Kondisi ini terjadi saat bakteri masuk ke luka sunat, tubuh secara otomatis mengirimkan sel darah putih untuk melawan bakteri tersebut. 

Nah, sel-sel darah putih yang sudah bekerja keras lalu mati bersama bakteri yang berhasil dilumpuhkan. Proses inilah yang kemudian menghasilkan nanah.

Nanah yang keluar biasanya bertekstur kental, berwarna kuning pekat, kehijauan, atau kecokelatan yang terkadang disertai dengan bau tidak sedap. 

5. Berbau tidak sedap

Luka sunat yang infeksi biasanya mengeluarkan bau tak sedap. Bau ini muncul akibat adanya sisa-sisa bakteri dan jaringan yang membusuk di dalam luka, yang menunjukkan proses infeksi sedang berlangsung.

6. Perubahan warna kulit yang tidak normal

Normalnya, warna kulit sunat hanya sedikit kemerahan yang perlahan memudar seiring proses penyembuhan. Namun, jika kulit mengalami perubahan warna, seperti kehitaman, kebiruan, keungunan, atau tampak pucat, ini bisa menjadi tanda luka sunat infeksi. 

Kondisi ini terjadi akibat terganggunya aliran darah dan peradangan yang muncul ketika bakteri mulai berkembang di area luka. Akibatnya, jaringan tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga warnanya berubah dan menandakan bahwa proses penyembuhan tidak berjalan normal.

7. Demam

Demam menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan suatu infeksi. Bila demam muncul setelah sunat, terutama jika diikuti perubahan pada luka, ini bisa menjadi tanda luka sunat infeksi. 

Demam terjadi karena tubuh meningkatkan suhu untuk membantu membunuh bakteri yang masuk, sehingga kondisi ini sering muncul ketika infeksi mulai berkembang dan memengaruhi proses penyembuhan luka.

8. Luka tidak sembuh atau malah memburuk

Luka sunat umumnya akan mengering dan menutup dalam waktu sekitar 1 minggu. ila luka justru tetap basah, semakin merah, atau tampak membuka kembali, hal ini dapat menjadi tanda luka sunat infeksi. Kondisi ini menunjukkan bahwa bakteri menghambat proses penyembuhan sehingga luka tidak membaik. 

Pencegahan Infeksi Luka Sunat 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi pada luka sunat, antara lain: 

  • Pastikan area luka sunat selalu bersih dan kering agar bakteri tidak mudah berkembang biak.
  • Cuci tangan sampai bersih sebelum menyentuh atau merawat luka sunat, agar kuman tidak mudah masuk ke luka.
  • Ganti perban secara rutin untuk membantu mencegah infeksi luka sunat dengan mengurangi risiko bakteri berkembang di area luka.
  • Gunakan pakaian longgar agar tidak menekan luka.
  • Hindari aktivitas berat yang rawan membuat luka sunat tergesek atau terbentur.
  • Gunakan obat oles atau salep sesuai anjuran dokter dan jangan menghentikan perawatan tanpa arahan dari dokter.
  • Jangan menggaruk atau mengelupas luka, karena dapat mengganggu jaringan baru dan memicu infeksi.

Mengenali tanda luka sunat infeksi sejak dini sangat penting agar kondisi tidak semakin parah. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi pada luka sunat ini dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam dan berisiko menimbulkan komplikasi, seperti sepsis

Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter ya, terutama jika nyeri dan bengkak pada luka sunat tidak kunjung membaik. Anda bisa melakukan konsultasi di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. 

Dengan begitu, dokter dapat memastikan penyebabnya dan memberikan pengobatan sesuai kondisi, termasuk menyarankan pemeriksaan lebih lanjut di klinik atau rumah sakit terdekat.