Microlaxtab adalah obat untuk mengatasi sembelit atau susah buang air besar (BAB). Obat ini bisa dibeli tanpa resep dokter, tetapi penggunaannya tidak boleh lebih dari 5 hari, kecuali atas rujukkan dari dokter.
Microlaxtab masuk dalam kelompok obat pencahar dengan kandungan bisacodyl. Bahan aktif ini bekerja dengan cara meningkatkan pergerakan usus besar, sehingga gas dan tinja dapat terdorong ke luar. Dengan demikian, perut bergas dapat tertangani dan BAB menjadi lebih lancar.

Tak hanya itu, Microlaxtab juga dapat digunkaan untuk membersihkan usus sebelum tindakan medis tertentu, seperti operasi usus atau kolonoskopi.
Apa Itu Microlaxtab
| Bahan aktif | Bisacodyl 5 mg |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Obat pencahar |
| Manfaat | Mengatasi sembelit atau susah buang air besar |
| Membersihkan usus sebelum tindakan medis tertentu, seperti operasi usus atau kolonoskopi | |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak usia 6 tahun ke atas |
| Microlaxtab untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko bisacodyl terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Bicarakan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Microlaxtab. | |
| Microlaxtab untuk ibu menyusui | Belum diketahui pasti apakah Microlaxtab dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. |
| Ibu menyusui dapat mengonsumsi Microlaxtab sesuai arahan dokter. | |
| Bentuk obat | Tablet salut entrik |
Peringatan sebelum Menggunakan Microlaxtab
Microlaxtab masuk dalam kelompok obat bebas terbatas yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Namun, penggunaan obat ini tetap harus dilakukan secara hati-hati, terutama jika ada riwayat alergi atau penyakit tertentu.
Terkait penggunaannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Sampaikan kepada dokter perihal riwayat alergi yang Anda miliki. Microlaxtab tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap kandungan bisacodyl.
- Jika Anda sedang mengalami BAB berdarah atau perubahan kebiasaan buang air besar yang terjadi lebih dari 2 minggu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.
- Ber tahu dokter bahwa Anda pernah atau sedang mengalami penyumbatan usus, usus buntu, nyeri perut hebat yang disertai muntah, dehidrasi berat, atau penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn.
- Diskusikan dengan dokter apabila Anda atau keluarga ada yang memiliki riwayat kondisi tertentu, misalnya aritmia, henti jantung mendadak pada usia muda, atau kelainan pada hasil EKG.
- Informasikan kepada dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Microlaxtab apabila ada rencana untuk menjalani tindak medis atau operasi tertentu, seperti operasi gigi.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana untuk hamil.
- Diskusikan dengan dokter perihal keamanan konsumsi Microlaxtab bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
- Jangan gunakan obat ini lebih dari 5 hari, kecuali atas persetujuan dokter. Konsumsi Microlaxtab dalam jangka panjang dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi hingga penurunan kadar kalium dalam tubuh atau hipokalemia.
- Kosultasikan dengan dokter segera ketika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum obat ini.
Dosis dan Aturan Pakai Microlaxtab
Ikuti anjuran yang tertera pada kemasan perihal dosis konsumsi obat ini. Secara umum, dosis umum konsumsi Microlaxtab adalah:
- Dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas: 2–3 tablet (10–15 mg) sekali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: 1 tablet (5 mg) per hari
Perlu diingat, Microlaxtab sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka panjang. Jika sembelit tidak membaik meski sudah rutin diminum selama 5 hari, segera konsultasikan ke dokter untuk langkah pengobatan selanjutnya.
Cara Menggunakan Microlaxtab dengan Benar
Baca aturan yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter perihal penggunaan obat ini. Sebagai panduan, berikut cara mengonsumsi Microlaxtab yang benar:
- Minumlah obat ini saat perut kosong atau menjelang tidur, karena efeknya baru terasa 6–12 jam setelah diminum. Dengan cara ini, buang air besar dapat terjadi pada pagi hari dengan lebih lancar.
- Telan obat ini secara utuh dengan bantuan air putih. Jangan minum bersama dengan susu atau mengonsumsinya dengan cara dikunyah.
- Jika dokter meresepkan Anda untuk mengonsumsi antasida, konsumsilah obat ini 2 jam setelah Microlaxtab.
- Hentikan pemakaian obat ini ketika masalah susah BAB sudah tertangani atau jika sudah diminum selama 5 hari. Microlaxtab tidak dapat digunakan dalam jangka panjang.
- Pastikan untuk memperbanyak konsumsi makanan berserat dan air putih selama alami sembelit. Pasalnya, hal tersebut dapat membantu melancarkan BAB.
- Simpan Microlaxtab di tempat bersuhu ruang, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Microlaxtab dengan Obat Lain
Konsumsi Microlaxtab atau obat dengan kandungan bisacodyl bersamaan dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu mungkin untuk menyebabkan terjadinya interaksi obat. Efek interaksi obat Microlaxtab di antaranya:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Microlaxtab, jika digunakan bersama obat pencahar lainnya
- Penurunan efektivitas Microlaxtab, saat dikonsumsi bersama antasida tanpa adanya jeda 2 jam.
- Peningkatan risiko terjadinya dehidrasi atau hipokalemia, ketika diminum bersama kortikosteroid atau obat diuretik
Interaksi obat Microlaxtab bisa dicegah dengan mengonsumsi obat ini secara hati-hati. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu ketika ingin menggunakan Microlaxtab bersamaan dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. Untuk mempermudah, manfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi.
Efek Samping dan Bahaya Microlaxtab
Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah minum Microlaxtab, yaitu:
- Badan lemas
- Mual atau muntah
- Nyeri atau kram perut
- Diare
- Vertigo
Bicarakan dengan dokter ketika efek samping tersebut tidak juga membaik, makin parah, atau terasa mengganggu meski konsumsi Microlaxtab sudah dihentikan. Pastikan untuk segera mengunjungi rumah sakit terdekat ketika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Pusing parah, bahkan seperti ingin pingsan
- Muntah atau diare terus-menerus
- Kram atau kelemahan otot
- Detak jantung tidak teratur atau aritmia
- Jarang buang air kecil
- Tidak juga BAB buang air besar lebih dari 12 jam setelah minum Microlaxtab
- Linglung