Mie instan sering menjadi  pengganti nasi yang dianggap tidak terlalu mengenyangkan, sehingga tidak akan membuat gemuk. Padahal pemikiran itu belum tentu benar. Yuk cari tahu, mana jenis makanan yang lebih bersahabat untuk menjaga berat badan, mie instan atau nasi?

Untuk menjawabnya, mari kita bandingkan kalori yang terdapat pada mie instan dan nasi dengan berat yang sama. Sajian mie instan sebanyak 35-40 gram atau satu kemasan, mengandung 190 sampai 200 kalori. Sementara itu, nasi putih dengan berat yang sama, hanya mengandung 46 kalori.

Mie Instan atau Nasi, Mana yang Lebih Cepat Membuat Gemuk? - Alodokter

Mie Instan VS Nasi

Dari perbandingan di atas, kandungan kalori mie instan hampir lima kali lipat lebih banyak dari nasi. Artinya, mie instan lebih berisiko menyebabkan tubuh cepat gemuk jika dibandingkan nasi. Belum lagi, biasanya mie instan disajikan dengan telur, sosis, kornet atau keju, yang tentunya menambah kandungan kalori.

Kemudian, ada lagi kebiasaan khas masyarakat di Indonesia, yang mencampurkan mie instan dengan nasi, sehingga kalori yang dikonsumsi menjadi berlipat. Padahal, dalam satu hari yang terdiri dari tiga kali waktu makan, kebutuhan kalori wanita dewasa hanya sekitar 1.800-2.000 dan pria dewasa sekitar 2.200-2.400.

Tidak Baik Dikonsumsi Berlebihan

Selain kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi, mie instan yang disajikan dengan kaldu instan umumnya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi. Kelebihan asupan sodium dapat membahayakan tubuh, misalnya memperberat kerja ginjal, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan jantung.

Bukan hanya mie instan, mengonsumsi nasi putih secara berlebihan juga bisa memicu sejumlah penyakit. Menurut penelitian, masyarakat Asia yang mengonsumsi nasi tiap hari lebih berisiko mengalami diabetes dibandingkan dengan masyarakat Eropa yang hanya mengonsumsi nasi kurang dari 5 kali per minggu.

Kini dikenal istilah panduan piring makan untuk memenuhi gizi seimbang, yang mudah dipraktikkan sehari-hari. Nasi atau karbohidrat jenis lain hanya diperbolehkan memenuhi ¼ piring makan, ¼ lagi diisi dengan protein. Sisanya, ½ piring lagi dipenuhi dengan sayuran dan buah.

Nasi memang sulit dipisahkan dari masyarakat di Indonesia. Khusus untuk Anda yang berisiko terkena diabetes, dokter menyarankan produk makanan dari biji-bijian utuh sebagai pengganti nasi putih.

Nah, setelah membaca kandungan kalori masing-masing pilihan, kini sudah tahu kan apa yang harus dipilih saat merasa lapar?