Narcissistic personality disorder (NPD) adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan rasa percaya diri terlalu tinggi, lebih hebat dari orang lain, serta haus perhatian dan pujian. Banyak penderita NPD tidak menyadari kondisi yang dialaminya, sehingga sering kali membuatnya sulit untuk berhubungan baik dengan orang lain.
NPD atau gangguan kepribadian narsisistik biasanya mulai terlihat pada usia remaja hingga awal masa dewasa. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, tetapi umumnya karena karakteristik bawaan (genetik) atau pengaruh pola asuh pada masa kecil.

Penyebab Narcissistic Personality Disorder
Penyebab narcissistic personality disorder belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menilai kondisi ini dapat terbentuk dari gabungan faktor bawaan, pengalaman masa kecil, dan cara seseorang belajar memahami dirinya sendiri. Beberapa faktor yang diduga berkaitan meliputi:
1. Faktor genetik
Riwayat gangguan kepribadian atau gangguan mental tertentu dalam keluarga dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami narcissistic personality disorder.
2. Pola asuh
Pujian yang berlebihan tanpa batasan, kritik yang terlalu keras, pengabaian emosional, atau tuntutan untuk selalu sempurna dapat memengaruhi cara anak membangun harga dirinya.
Misalnya, seseorang sejak kecil dimanja oleh orang tua secara berlebihan sehingga selalu mengharapkan perlakuan yang sama dari orang lain. Saat beranjak dewasa dan segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya, orang tersebut pun akan kesulitan untuk mengendalikan emosi.
Sering dipuji sejak kecil secara berlebihan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan juga berperan dalam perkembangan gangguan kepribadian narsisistik. Namun, trauma, pengabaian, atau kurang dukungan selama masa kecil juga bisa menjadi penyebab narcissistic personality disorder.
3. Pengalaman masa kecil yang menyakitkan
Kekerasan, penolakan, perundungan, atau hubungan yang tidak aman dengan pengasuh dapat membuat seseorang mengembangkan cara bertahan yang kurang sehat, termasuk kebutuhan kuat untuk selalu terlihat unggul.
4. Temperamen atau sifat bawaan
Anak yang sejak kecil sangat sensitif terhadap kritik, mudah merasa malu, atau sangat membutuhkan pengakuan mungkin lebih rentan mengembangkan pola kepribadian narsistik bila lingkungannya tidak mendukung perkembangan emosi yang sehat.
5. Cara otak mengolah emosi dan empati
Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada cara penderita gangguan kepribadian tertentu mengatur emosi dan memahami perasaan orang lain. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
Perlu dipahami, narcissistic personality disorder bukan muncul karena satu kejadian saja. Kondisi ini biasanya berkembang perlahan dari banyak faktor yang saling berkaitan.
Gejala Narcissistic Personality Disorder
Penderita gangguan narcissistic personality disorder biasanya terlihat menawan dan karismatik. Ia sering kali tidak langsung menunjukkan sifat aslinya di depan orang lain, terutama dalam hubungan asmara. Ia juga cenderung lebih senang berada di lingkungan pertemanan yang bisa selalu memberinya pujian.
Narcissistic personality disorder hanya dapat ditetapkan oleh seorang profesional kesehatan mental. Secara garis besar, inilah beberapa gejala narcissistic personality disorder yang perlu dipahami:
- Merasa berhak mendapatkan perlakuan istimewa
- Selalu haus akan pujian
- Menolak kritik, selalu merasa benar, dan suka mencari perhatian
- Bersikap manipulatif
- Suka memanfaatkan atau mengeksploitasi orang lain
- Tidak memiliki teman yang terjalin lama
- Terlihat sangat percaya diri dan dominan, padahal hanya “topeng”
- Kurang empati terhadap orang lain
- Merasa superior
- Iri pada orang lain atau yakin bahwa orang lain iri padanya
Cara Menghadapi Narcissistic Personality Disorder
Sikap narcissistic personality disorder bisa menyebabkan masalah di kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan asmara, pekerjaan, sekolah, maupun pertemanan. Orang lain pun akan sulit menjalin hubungan dengan penderita NPD dan cenderung tidak senang berada di dekatnya.
Padahal, penderita narcissistic personality disorder sebenarnya mungkin tidak menyadari akan kondisi mentalnya ini dan ia juga tidak sadar akan perlakuannya terhadap orang lain.
Oleh karena itu, inilah beberapa tips dalam menghadapi orang yang menderita narcissistic personality disorder:
- Tetapkan batasan dalam berhubungan. Artinya, perlu diingat bahwa bukan tugas atau tanggung jawab Anda untuk mengendalikan emosi orang lain.
- Cobalah untuk memberikan komentar dengan hati-hati dan kata-kata yang positif.
- Hindari perdebatan langsung dengan penderita narcissistic personality disorder karena akan terasa sia-sia. Jika ia mengamuk atau emosinya tidak terkontrol, cobalah meresponnya dengan tenang.
- Jalin hubungan erat dengan teman-teman lain yang bisa membawa energi positif.
Perlu diingat bahwa orang dengan narcissistic personality disorder biasanya tidak berubah sekalipun Anda berusaha mengelola dengan baik hubungan dengannya. Bila dipaksakan, hubungan tersebut mungkin akan selalu mengarah pada toxic relationship.
Pada dasarnya, penderita kondisi ini merasa ia tidak pernah cukup baik untuk dirinya sendiri. Sehingga, upaya Anda dan orang-orang di sekitarnya dengan memberikan perhatian atau kasih sayang pun tidak akan pernah cukup memuaskannya.
Hal yang bisa Anda lakukan jika memiliki kerabat atau teman dengan gejala narcissistic personality disorder adalah berkonsultasi dengan psikolog agar mendapatkan cara dan tips yang tepat untuk menghadapinya, bahkan hingga mengajaknya untuk ditangani secara profesional.
Meski tidak sepenuhnya menyembuhkan atau menghilangkan semua sikap narcissistic personality disorder, terapi dari psikolog bisa membantu mengendalikan gejala yang dialami oleh penderitanya. Konsultasi dapat Anda lakukan secara privat dan profesional melalui Chat Bersama Dokter.