Niacef adalah obat oles yang digunakan untuk mengatasi jerawat yang meradang. Obat ini bisa mempercepat penyembuhan jerawat dan mengurangi timbulnya bekas jerawat.
Jerawat terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, kotoran, bakteri, dan sel kulit mati. Pori-pori yang tersumbat ini kemudian meradang sehingga menyebabkan kemerahan, nyeri, dan terkadang muncul nanah.

Niacef mengandung bahan aktif nicotinamide. Bahan ini memiliki sifat antiradang dan dapat mengurangi produksi minyak pada wajah. Berbekal cara kerja tersebut, jerawat yang kemerahan dan bengkak (papula), maupun jerawat yang bernanah (pustula) akan lebih cepat mengecil dan bahkan menghilang.
Apa Itu Niacef
| Bahan aktif | Nicotinamide 4% |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat jerawat |
| Manfaat | Mengobati jerawat |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Niacef untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Tidak ada larangan khusus mengenai penggunaan Niacef pada masa kehamilan. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun, terutama pada trimester 1. | |
| Niacef untuk ibu menyusui | Niacef umumnya aman digunakan selama masa menyusui. Ibu juga diperbolehkan tetap menyusui ketika menggunakan obat ini. |
| Bentuk obat | Gel |
Peringatan sebelum Menggunakan Niacef
Niacef hanya bisa digunakan berdasarkan anjuran dokter. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Niacef tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan di dalam obat ini.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain atau produk herbal, terutama yang dalam bentuk oles. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil atau menyusui.
- Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat setelah menggunakan Niacef.
Dosis dan Aturan Pakai Niacef
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Niacef untuk mengobati jerawat:
- Dewasa dan anak-anak: Dioleskan ke jerawat sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Dosis dapat dikurangi menjadi 1–2 hari sekali jika Anda mengalami kulit kering yang parah, iritasi, atau kulit mengelupas.
Cara Menggunakan Niacef dengan Benar
Gunakan Niacef sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Ikutilah cara-cara di bawah ini dalam menggunakan Niacef:
- Pastikan untuk mencuci tangan dan membersihkan area yang ingin diobati sebelum memakai Niacef.
- Setelah kering, oleskan tipis-tipis Niacef pada jerawat hingga gel menutupi seluruh jerawat dan area sekitarnya yang juga mengalami peradangan.
- Jangan sampai Niacef mengenai mata, hidung, atau mulut. Bila tidak sengaja terkena bagian tersebut, segera bilas dengan air.
- Hindari menggunakan Niacef pada area kulit yang mengalami luka terbuka, infeksi kulit berat, atau kerusakan kulit yang luas. Obat ini tetap dapat digunakan pada jerawat pustula yang mengandung nanah, sesuai anjuran dokter atau petunjuk penggunaan.
Cuci kembali tangan Anda setelah menggunakan Niacef. - Tunggulah sampai Niacef pada wajah mengering jika hendak memakai produk perawatan kulit lain.
- Jika Anda lupa menggunakan Niacef, segera oleskan begitu ingat dan tidak perlu memperbanyak jumlah gel yang digunakan.
- Lanjutkan penggunaan Niacef meski kondisi jerawat sudah terlihat membaik. Jangan menghentikan pemakaian obat ini kecuali atas seizin dokter.
- Simpan Niacef di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Niacef yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat oles dalam kemasan tube tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.
Interaksi Niacef dengan Obat Lain
Belum diketahui apakah Niacef bisa menimbulkan efek interaksi jika digunakan bersama dengan obat lain. Namun, tidak tertutup kemungkinan produk ini dapat berinteraksi dengan obat atau bahan aktif tertentu.
Agar aman, jangan menggunakan produk perawatan kulit atau obat oles lain ke area kulit yang sedang diobati dengan Niacef dalam waktu berdekatan atau bersamaan, kecuali disarankan oleh dokter.
Efek Samping dan Bahaya Niacef
Niacef jarang sekali menimbulkan efek samping jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Namun, beberapa orang dapat mengalami kulit kering pada area yang diolesi nicotinamide. Konsultasikan dengan dokter secara online jika keluhan ini dirasa mengganggu.
Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi maupun efek samping berat, seperti gatal-gatal, kemerahan, bengkak, atau rasa panas yang parah pada area yang diolesi obat ini.