Nucort adalah obat berbentuk krim yang mengandung hydrocortisone dan miconazole. Nucort bermanfaat untuk mengobati peradangan pada kulit atau dermatitis, seperti eksim, yang disertai infeksi jamur. 

Nucort memiliki dua bahan aktif dengan fungsi berbeda. Hydrocortisone merupakan kortikosteroid topikal yang bekerja dengan cara menekan respons sistem imun saat terjadi peradangan pada kulit. Dengan begitu, gejala ruam, nyeri, bengkak, dan gatal-gatal berkurang.

Nucort

Sementara itu, miconazole adalah antijamur topikal yang mampu menghentikan pertumbuhan jamur penyebab infeksi kulit. Miconazole bekerja dengan cara mengganggu pembentukan ergosterol yang terlibat dalam pertumbuhan jamur. Berkat cara kerjanya, Nucort bisa mengobati infeksi jamur di kulit yang meradang.

Nucort tersedia dalam kemasan tube 5 gr, yang dapat diperoleh di apotek dengan resep dokter.

Apa Itu Nucort

Bahan aktif Hydrocortisone acetate 1% dan miconazole 0,5 %
Golongan Obat resep
Kategori  Kombinasi kortikosteroid topikal dan antijamur topikal golongan azole
Manfaat Mengatasi peradangan pada kulit atau dermatitis yang disertai infeksi jamur
Digunakan oleh Dewasa
Nucort untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping hydrocortisone topikal dan miconazole terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat oles yang mengandung hydrocortisone dan miconazole, seperti Nucort, tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, kecuali atas anjuran dokter.
Nucort untuk ibu menyusui Nucort umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama mengikuti petunjuk dokter.
Jika perlu menggunakan obat ini pada puting, oleskan setelah selesai menyusui dan jangan lupa untuk membersihkan sisa obat sebelum waktu menyusui selanjutnya.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Nucort

Penggunaan Nucort tidak boleh asal-asalan. Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini antara lain:

  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami iritasi atau alergi terhadap obat oles. Bila memungkinkan, sebutkan juga jenis obatnya. Nucort tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan produk ini.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah mengalami alergi atau iritasi kulit setelah menggunakan obat oles yang mengandung obat lain yang tergolong antijamur topikal golongan azole, atau kortikosteroid topikal, seperti clobetasol.
  • Jangan menggunakan Nucort jika Anda sedang mengalami infeksi kulit akibat bakteri atau virus, seperti tuberkulosis kulit, cacar, atau herpes.
  • Hindari penggunaan obat oles berbahan aktif hydrocortisone untuk mengobati dermatitis perioral, jerawat, rosacea, atau ruam popok. Agar penggunaan Nucort tepat guna, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter melalui chat jika memiliki keluhan tertentu pada kulit.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan obat oles berbahan miconazole jika Anda sedang menderita diabetes, HIV-AIDS, penyakit ginjal, penyakit liver, atau gangguan kelenjar adrenal, seperti sindrom Cushing.
  • Mintalah saran dokter sebelum menggunakan Nucort jika terdapat luka yang besar, luka tusuk, luka akibat gigitan hewan, atau luka bakar yang luas di area kulit yang akan diobati.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil atau menyusui.
  • Sampaikan kepada dokter mengenai semua obat yang sedang Anda gunakan, termasuk, obat oles lain, suplemen, dan produk herbal. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya interaksi antarobat.
  • Jangan mengoleskan obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Nucort kecuali atas saran dokter.
  • Jangan menggunakan Nucort di area wajah, ketiak, atau lipatan kulit, kecuali atas saran dokter.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah memakai Nucort.

Dosis dan Aturan Pakai Nucort

Nucort umumnya digunakan dalam pengobatan dermatitis yang disertai infeksi jamur. Oleskan Nucort secara merata pada area kulit yang perlu diobati, 1–2 kali sehari. Lama pengobatan 5–7 hari atau sesuai petunjuk dokter.

Cara Menggunakan Nucort dengan Benar

Gunakanlah Nucort sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Jangan menggunakan krim ini terlalu banyak atau terlalu sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai. Penggunaan krim kortikosteroid secara berlebihan dan dalam waktu yang lama bisa menimbulkan sindrom Cushing.

Berikut cara yang tepat dalam menggunakan Nucort agar keluhan radang kulit yang terinfeksi kuman bisa cepat sembuh:

  • Pastikan untuk mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum menggunakan Nucort. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
  • Oleskan krim Nucort tipis-tipis di area kulit yang perlu diobati hingga merata.
  • Jangan menutup atau membalut area yang diolesi krim Nucort dengan perban, kecuali atas saran dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Nucort, kecuali jika yang diobati area tangan.
  • Simpan Nucort di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jika lupa menggunakan Nucort, segera pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pemakaian berikutnya, tidak perlu mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
  • Berhati-hatilah saat mengoleskan Nucort pada kulit. Jangan sampai obat ini mengenai mata, atau bagian dalam hidung, mulut, vagina, maupun anus. Bila area tersebut terkena obat, segera bilas dengan air bersih.
  • Hindari pemakaian Nucort lebih dari 1 minggu kecuali atas instruksi dokter. Beri tahu dokter melalui konsultasi online jika keluhan radang kulit tidak membaik atau kambuh lagi meski sudah menggunakan Nucort sesuai petunjuk dokter.
  • Jangan gunakan Nucort yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat oles ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.

Interaksi Nucort dengan Obat Lain

Penggunaan krim yang mengandung miconazole bersama warfarin berisiko menimbulkan perdarahan atau memar. Namun, risiko interaksi ini jarang terjadi, kecuali miconazole digunakan pada area kulit yang luas, dalam jumlah banyak, atau dalam jangka panjang.

Karena alasan keamanan,  jangan memakai Nucort bersamaan dengan produk perawatan kulit atau obat oles lain pada area kulit yang sama, kecuali atas izin dokter.

Efek Samping dan Bahaya Nucort

Efek samping yang bisa timbul akibat pemakaian Nucort adalah iritasi ringan, seperti kemerahan, gatal, dan panas pada kulit. Efek samping tersebut biasanya hanya muncul pada awal pemakaian dan bisa hilang dalam beberapa hari.

Gunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi jika keluhan tersebut tidak membaik atau justru makin parah.

Hentikan pemakaian Nucort dan segera temui dokter jika timbul keluhan serius, termasuk:

  • Gejala infeksi kulit, seperti kemerahan, bengkak, dan luka bernanah
  • Jerawat yang banyak, stretch mark, atau folikulitis
  • Gangguan penglihatan yang menetap, termasuk pandangan buram atau muncul lingkaran pelangi (halo) saat melihat sumber cahaya
  • Biduran, gatal-gatal seluruh tubuh, bengkak di bibir atau kelopak mata, mengi, atau sesak napas

Membuat janji dengan dokter kini semakin praktis. Gunakan fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER untuk melihat jadwal praktik, membaca ulasan pasien, dan booking dengan mudah.