Nursing strike adalah kondisi ketika bayi yang biasanya menyusu lancar tiba-tiba menolak menyusu dari payudara. Situasi ini kerap membuat ibu cemas, terutama bila terjadi mendadak. Padahal, dengan pemahaman yang tepat, nursing strike umumnya bisa diatasi tanpa mengganggu keberhasilan menyusui.
Nursing strike bisa terjadi pada bayi usia beberapa minggu hingga lebih dari satu tahun. Banyak ibu mengira ini pertanda bayi ingin disapih, padahal kebanyakan kasus nursing strike hanya bersifat sementara dan tidak menandakan bayi ingin berhenti menyusu.

Penting sekali untuk mengenali penyebab nursing strike serta langkah-langkah penanganannya, agar kebutuhan nutrisi bayi tetap tercukupi dan hubungan emosional antara ibu dan bayi tetap terjaga.
Penyebab Nursing Strike pada Bayi
Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu nursing strike pada bayi, yaitu:
1. Bayi mengalami rasa tidak nyaman di mulut
Ketika bayi sedang tumbuh gigi, mengalami sariawan, atau terkena infeksi jamur di mulut, proses menyusui bisa terasa tidak nyaman bahkan menyakitkan. Bayi yang biasanya semangat menyusu bisa tiba-tiba menolak karena setiap hisapan membuat mulutnya perih atau ngilu.
Kondisi ini sering membuat ibu panik, padahal biasanya hanya bersifat sementara hingga mulut bayi kembali sehat.
2. Terjadi perubahan besar dalam rutinitas harian bayi
Nursing strike juga dapat terjadi jika ada perubahan besar dalam kehidupan bayi, misalnya pindah rumah, ibu kembali bekerja, atau perubahan jadwal tidur. Bayi bisa merasa cemas, bingung, atau kehilangan rasa aman sehingga menolak menyusu. Situasi baru memang membutuhkan waktu untuk adaptasi, baik bagi bayi maupun ibu.
3. Aroma tubuh ibu terasa berbeda dari biasanya
Bayi sangat peka terhadap aroma khas tubuh ibunya. Jika ibu menggunakan parfum, sabun, lotion, atau deodoran baru dengan wangi yang berbeda, bayi bisa saja merasa asing dan menolak menyusu.
Meski tampak sepele, perubahan aroma ini bisa membuat bayi perlu waktu lebih lama untuk merasa nyaman kembali menyusu pada ibunya.
4. Kondisi fisik bayi sedang tidak sehat
Ketika bayi pilek, hidungnya tersumbat, demam, atau mengalami infeksi telinga, menyusu pun menjadi kurang nyaman. Bayi yang hidungnya mampet, misalnya, akan sulit bernapas saat menyusu, sementara demam atau infeksi dapat membuat tubuhnya lemas sehingga enggan menyusu sampai kondisinya membaik.
5. Respons ibu saat menyusui membuat bayi tertekan
Tanpa disadari, reaksi ibu saat menyusui bisa membuat bayi tertekan. Bila ibu sering bereaksi keras atau menegur dengan nada tinggi saat bayi menggigit, bayi bisa merasa takut atau tidak nyaman. Lama-kelamaan, ia bisa menolak menyusu karena khawatir melihat emosi negatif dari ibunya saat menyusu.
6. Lingkungan sekitar terlalu ramai atau terang
Bayi yang sensitif biasanya sulit fokus menyusu jika berada di lingkungan yang bising, penuh cahaya, atau banyak gangguan. Suara televisi, keramaian, maupun cahaya lampu yang terlalu terang bisa membuat bayi mudah terdistraksi dan akhirnya menolak menyusu.
7. Perubahan produksi atau aliran ASI
Terkadang, bayi menolak menyusu ketika suplai ASI menurun sehingga merasa tidak puas atau harus mengisap lebih kuat. Sebaliknya, jika aliran ASI terlalu cepat, bayi bisa tersedak atau merasa tidak nyaman saat menyusu. Perubahan mendadak ini sering membuat bayi enggan kembali ke payudara hingga situasi stabil.
Cara Mengatasi Nursing Strike dengan Efektif
Berikut beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk membantu bayi kembali mau menyusu:
- Tetap tenang dan jangan memaksa. Tawarkan payudara dengan lembut saat bayi terlihat ingin menyusu.
- Pilih suasana nyaman, misalnya ruangan yang tenang atau saat bayi setengah mengantuk.
- Coba ganti posisi menyusui agar bayi merasa lebih nyaman.
- Sering-sering lakukan kontak kulit ke kulit supaya bayi lebih rileks dan merasa dekat dengan Bunda.
- Segera susui begitu bayi menunjukkan tanda lapar, seperti mengisap jari atau mencari puting, sebelum ia menangis.
- Jika bayi masih menolak, perah ASI secara teratur agar produksi tetap terjaga dan bisa diberikan dengan cara lain.
Nursing strike umumnya hanya berlangsung sementara. Jika ibu tetap sabar, tidak panik, dan rutin menawarkan payudara dengan cara yang lembut, biasanya bayi akan kembali menyusu seperti biasa. Jangan ragu meminta dukungan keluarga atau komunitas sesama ibu menyusui agar proses pemulihan lebih mudah.
Jika bayi tetap tidak mau menyusu selama lebih dari 2–3 hari, terlihat lemas, jarang buang air kecil, atau ada tanda dehidrasi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan saran penanganan yang lebih sesuai.
Bunda bisa melakukan konsultasi kapan dan di mana saja melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.