Nyeri haid dapat muncul 1-2 hari sebelum menstruasi atau pada hari-hari awal menstruasi, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang normal terjadi. Gejalanya adalah kram di bagian bawah perut, yang terkadang menjalar hingga ke punggung bagian bawah dan paha. Kram terasa ringan namun konstan, dan berlangsung hingga 3 hari. Nyeri ini akan berangsur-angsur hilang seiring bertambahnya usia, terlebih setelah memiliki anak.

Pada beberapa orang, nyeri haid dapat terasa berlebihan. Nyeri ini berlangsung lebih lama dibandingkan nyeri haid normal, yaitu mulai lebih awal dari haid dan tidak hilang walaupun haid sudah berakhir. Saat menstruasi, rasa nyeri ini juga terasa lebih buruk. Nyeri yang seharusnya mulai menghilang seiring bertambahnya usia, malah muncul di usia 30-45 tahun. Nyeri haid berlebihan ini bisa disertai dengan gejala lain, seperti:

Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri haid terasa berlebihan hingga mengganggu aktivitas, bertambah parah, atau baru dialami setelah usia 25 tahun. Anda juga disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter kandungan bila terjadi kondisi berikut:

  • Nyeri dirasakan setelah pemasangan
  • Nyeri disertai mual, muntah, atau diare.
  • Nyeri haid berlebihan selama tiga siklus berturut-turut.
  • Keluar gumpalan darah dari vagina.
  • Nyeri di panggul meski tidak sedang menstruasi.

Kram perut atau nyeri panggul yang muncul tiba-tiba bisa menjadi tanda adanya infeksi di organ reproduksi. Bila tidak segera diatasi, infeksi tersebut dapat merusak organ dan menyebabkan kemandulan. Oleh karena itu, segeralah berobat ke dokter bila mengalami gejala infeksi di organ reproduksi, seperti demam, nyeri yang berlebihan atau muncul mendadak di daerah panggul, dan keputihan.