Nyeri saat mengangkat beban bisa muncul kapan saja, baik saat latihan di gym, mengganti galon, maupun saat memindahkan barang. Untuk dapat mengatasinya, terapkan teknik mengangkat beban dengan benar, serta pilih beban sesuai kemampuan agar nyeri tidak muncul kembali.

Baik saat berolahraga maupun saat beraktivitas sehari-hari, nyeri saat mengangkat beban bisa terjadi jika postur tubuh tidak tepat atau otot belum siap. Selain itu, beberapa kondisi medis juga bisa membuat seseorang mengalami nyeri saat mengangkat beban, terutama jika nyeri terasa terus-menerus atau makin berat.

Nyeri Saat Mengangkat Beban, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Nyeri Saat Mengangkat Beban dan Penyebabnya

Berikut ini beberapa penyebab nyeri saat mengangkat beban, baik saat berolahraga maupun saat melakukan aktivitas sehari-hari:

1. Teknik mengangkat beban yang salah

Nyeri saat mengangkat beban sering terjadi karena teknik yang digunakan tidak tepat. Contohnya, mengangkat galon sambil membungkukkan punggung, tidak menekuk lutut saat weight lifting, atau mengangkat barbel dengan postur tubuh yang salah. Hal tersebut dapat menyebabkan otot tegang, sehingga nyeri muncul.

2. Kurang pemanasan atau peregangan otot

Mengangkat beban tanpa pemanasan atau stretching bisa membuat otot dan sendi kurang lentur, Akibatnya, otot menjadi kaku dan rentan mengalami kram atau cedera ringan, sehingga menimbulkan nyeri saat mengangkat beban.

3. Beban terlalu berat

Mengangkat beban terlalu berat juga menjadi penyebab utama nyeri, baik saat latihan di gym maupun saat beraktivitas sehari-hari. Memaksa diri mengangkat beban melebihi kemampuan tubuh berisiko menyebabkan otot tertarik, keseleo, atau berbagai cedera serius lainnya.

4. Otot lemah

Otot inti, seperti otot perut dan otot punggung bawah, harus kuat untuk menopang tubuh saat mengangkat beban. Jika otot-otot ini lemah, tubuh menjadi tidak seimbang dan mudah mengalami nyeri saat mengangkat beban.

5. Cedera otot, sendi, atau tulang belakang

Orang dengan riwayat cedera otot, sendi, atau tulang belakang lebih rentan mengalami nyeri saat mengangkat beban. Cedera bisa kambuh jika posisi tubuh tidak tepat atau beban terlalu berat.

6. Gangguan kesehatan tertentu

Nyeri saat mengangkat beban juga dapat diperberat oleh gangguan kesehatan seperti hernia, saraf terjepit, osteoporosis, atau skoliosis

Pada penderita hernia, mengangkat beban bisa memicu nyeri dan munculnya benjolan di perut bawah. Sedangkan pada kondisi osteoporosis, tulang yang rapuh sangat rentan patah apabila mengangkat beban berat.

Cara Mengatasi dan Mencegah Nyeri Saat Mengangkat Beban

Untuk dapat mengatasi dan mencegah nyeri saat mengangkat beban agar tidak muncul kembali, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Terapkan teknik mengangkat beban yang benar. Tekuk lutut, jaga punggung tetap lurus, dekatkan beban ke tubuh, serta hindari membungkuk atau memutar tubuh tiba-tiba saat mengangkat beban.
  • Lakukan pemanasan atau peregangan sehingga otot lebih siap untuk mengangkat beban.
  • Hindari memaksakan diri mengangkat beban dengan bobot di luar batas kemampuan tubuh. Hal ini dapat mencegah nyeri saat mengangkat beban.
  • Latih kekuatan otot inti misalnya dengan melakukan plank atau senam perut. Dengan otot yang kuat, tubuh jadi lebih stabil sehingga menurunkan risiko nyeri saat mengangkat beban.
  • Minum air putih 2 liter sehari serta penuhi asupan nutrisi lain untuk kekuatan otot, seperti protein, kalsium, magnesium, dan kalium. Beberapa sumbernya, yaitu kacang-kacangan, sayuran hijau, telur, daging tanpa lemak, dan susu.
  • Segera hentikan aktivitas bila muncul nyeri. Kompres area yang nyeri dengan es dan hindari aktivitas berat sampai nyeri mereda.
  • Konsultasikan dahulu dengan dokter jika memiliki riwayat cedera, hernia, atau masalah tulang belakang, sebelum mengangkat beban.
  • Konsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen jika nyeri sangat mengganggu aktivitas.

Langkah-langkah di atas dapat membantu Anda agar tetap aktif tanpa khawatir mengalami nyeri saat mengangkat beban. Aktivitas fisik memang penting untuk kesehatan, tetapi lakukan dengan teknik yang tepat. Perhatikan sinyal tubuh Anda dan utamakan keselamatan setiap kali melakukan aktivitas yang berkaitan dengan beban berat.

Jika nyeri tergolong ringan dan membaik setelah istirahat, kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, jika nyeri saat mengangkat beban terasa berat, berulang, atau disertai kelemahan, kesemutan, atau benjolan di perut maupun selangkangan, konsultasikan dengan dokter secara online melalui Chat Bersama Dokter

Dengan demikian, dokter dapat mencari tahu penyebab nyeri dan memberikan penanganan yang tepat. Selain itu, dokter juga dapat menganjurkan pola latihan atau kebiasaan yang tepat guna mencegah nyeri berulang kembali.