Operasi kelenjar getah bening adalah prosedur untuk mengangkat satu atau lebih kelenjar getah bening, baik sebagian maupun seluruhnya. Tindakan ini dilakukan apabila kelenjar getah bening membesar, mengalami infeksi, atau disebabkan oleh sel kanker.

Kelenjar getah bening berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Organ ini tersebar di berbagai area, seperti leher, ketiak, dan selangkangan, untuk melawan kuman, virus, atau sel abnormal yang masuk ke tubuh. Bila terjadi infeksi, peradangan, atau penyebaran sel kanker, kelenjar getah bening bisa membesar, sehingga perlu diangkat melalui operasi.

Operasi Kelenjar Getah Bening, Ini yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

Tujuan dan Indikasi Operasi Kelenjar Getah Bening

Operasi kelenjar getah bening dilakukan dengan beberapa tujuan, antara lain:

  • Mengetahui penyebab pasti kelenjar getah bening membesar, misalnya karena infeksi, penyakit autoimun, atau kanker
  • Mengangkat kelenjar getah bening yang sudah rusak atau yang berisi sel kanker agar tidak makin parah atau membahayakan tubuh
  • Mencegah penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain dengan cara mengangkat kelenjar getah bening yang sudah terkena
  • Mengambil contoh jaringan kelenjar getah bening untuk diperiksa di laboratorium, agar dokter bisa memastikan diagnosis penyakit dengan lebih tepat
  • Menentukan dan mengevaluasi pengobatan lanjutan, seperti kemoterapi, radioterapi, atau pengobatan lainnya, berdasarkan hasil dari pemeriksaan jaringan
  • Mengurangi gejala yang muncul akibat pembesaran kelenjar getah bening, seperti nyeri, bengkak, atau gangguan pada organ di sekitar kelenjar

Peringatan dan Larangan Terkait Operasi Kelenjar Getah Bening

Sebelum menjalani operasi kelenjar getah bening, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar prosedur berjalan aman dan efektif, yaitu:

  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit, seperti hipertensi, diabetes, gangguan pembekuan darah, atau penyakit jantung.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat pengencer darah, obat herbal, atau suplemen. Beberapa obat mungkin perlu dihentikan sementara waktu.
  • Pastikan untuk memberitahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat bius, antibiotik, atau bahan lain yang mungkin digunakan selama operasi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengalami infeksi berat atau demam. Operasi biasanya akan ditunda sampai kondisi infeksi membaik.
  • Jangan makan atau minum apapun sesuai instruksi dokter, terutama jika operasi akan dilakukan dengan bius total (anestesi umum).
  • Hindari merokok atau minum alkohol beberapa hari sebelum operasi menurut saran dokter, karena bisa mempengaruhi proses pemulihan.

Sebelum Operasi Kelenjar Getah Bening

Sebelum operasi kelenjar getah bening, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan fisik, tes darah, USG, CT scan, atau MRI, untuk memastikan lokasi dan kondisi kelenjar yang bermasalah. 

Selain melakukan pemeriksaan, dokter juga akan menjelaskan prosedur operasi, risiko, serta proses pemulihan. Apabila dinilai sudah siap untuk menjalani operasi kelenjar getah bening, ada beberapa hal yang perlu pasien lakukan sebelum operasi, yaitu:

  • Berhenti minum obat-obatan tertentu, seperti pengencer darah atau obat herbal, sesuai petunjuk dari dokter.
  • Berpuasa mulai tengah malam sebelum operasi jika diminta oleh dokter.
  • Pastikan untuk mengikuti semua instruksi yang sudah diberikan dokter agar prosedur berjalan aman dan lancar.

Prosedur Operasi Kelenjar Getah Bening

Umumnya, operasi kelenjar getah bening berlangsung selama 30 menit hingga lebih dari 1 jam, tergantung pada seberapa besar kelenjar getah bening yang diangkat. Adapun beberapa tahapan prosedur operasi kelenjar getah bening yang akan dilakukan oleh dokter adalah:

  • Memberikan obat bius lokal atau total, tergantung pada jumlah dan lokasi kelenjar getah bening yang akan diangkat
  • Membuat sayatan kecil di area kelenjar getah bening yang bermasalah, misalnya di leher, ketiak, atau selangkangan
  • Mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar getah bening yang bermasalah dengan hati-hati, agar tidak merusak jaringan di sekitarnya
  • Memasang selang kecil atau drainase untuk mengeluarkan cairan dari area operasi
  • Menyelesaikan operasi dengan membersihkan area operasi, menjahit luka sayatan, dan menutupnya dengan perban atau kain kasa.

Setelah Operasi Kelenjar Getah Bening

Setelah operasi kelenjar getah bening, pasien biasanya akan dipantau selama beberapa jam atau semalaman di rumah sakit, tergantung pada kondisi dan jenis operasi yang dilakukan. Jika dokter sudah memastikan kondisi pasien stabil, pasien bisa diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan di rumah.

Sebelum pulang, dokter akan memberikan petunjuk tentang perawatan luka operasi dan hal-hal penting lain yang harus diperhatikan di rumah. 

Selama proses pemulihan setelah operasi kelenjar getah bening, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan pasien:

  • Menjaga kebersihan luka operasi agar tetap bersih dan kering, serta menghindari menyentuh area bekas operasi tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
  • Mengonsumsi obat sesuai resep dokter, seperti antibiotik dan obat pereda nyeri
  • Melakukan kontrol rutin ke dokter untuk memantau penyembuhan luka dan mendapatkan hasil pemeriksaan jaringan kelenjar getah bening bila dilakukan biopsi
  • Membatasi aktivitas berat, seperti mengangkat beban atau berolahraga, sampai dokter menyatakan sudah aman untuk dilakukan kembali

Efek Samping dan Komplikasi Operasi Kelenjar Getah Bening

Seperti prosedur medis lainnya, operasi kelenjar getah bening juga dapat menyebabkan efek samping atau komplikasi tertentu, seperti: 

  • Reaksi terhadap anestesi, seperti mual, pusing, atau kesulitan bernapas
  • Infeksi pada area bekas sayatan, yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, keluar cairan
  • Perdarahan atau memar di area operasi
  • Bekas luka permanen atau jaringan parut di area operasi
  • Pembengkakan pada tungkai atau lengan (limfadema) jika banyak kelenjar limfa diangkat
  • Kerusakan saraf di area operasi yang dapat menyebabkan sensasi kebas atau nyeri

Apabila setelah operasi Anda mengalami demam tinggi, nyeri hebat, bengkak yang membesar, atau tanda-tanda infeksi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter sehingga penanganan bisa segera dilakukan. 

Anda juga bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter, untuk memastikan kondisi. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan awal yang aman dan cepat, atau memberikan rujukan apabila diperlukan pemeriksaan secara langsung.