Overbite adalah kondisi ketika gigi atas menutupi gigi bawah secara berlebihan. Selain memengaruhi penampilan, kondisi ini juga bisa berpengaruh pada kesehatan mulut secara umum. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami overbite sejak awal agar bisa mengetahui penyebab, gejala, serta langkah penanganannya yang tepat.
Pada sebagian orang, overbite memang terlihat ringan dan tidak langsung menimbulkan keluhan. Namun, pada kondisi tertentu, kondisi ini dapat berkembang secara perlahan dan memicu berbagai masalah pada gigi, rahang, maupun fungsi mulut secara keseluruhan.

Overbite dan Gejalanya
Overbite adalah kondisi ketika gigi atas menutupi gigi bawah secara berlebihan saat mulut tertutup. Pada kondisi normal, gigi atas memang sedikit menutupi gigi bawah, tetapi pada overbite, penutupan ini terjadi terlalu jauh dan dapat mengganggu fungsi mulut.
Ada beberapa gejala overbite yang sering dirasakan, antara lain:
- Gigi atas tampak lebih menonjol dan menutupi gigi bawah secara berlebihan
- Bibir sulit menutup dengan nyaman
- Kesulitan menggigit atau mengunyah makanan tertentu
- Rahang terasa cepat lelah atau nyeri saat mengunyah dan berbicara
- Gigi lebih mudah aus karena tekanan yang tidak merata
Pada anak-anak, overbite sering kali sudah dapat dikenali sejak usia dini, terutama bila disertai kebiasaan mengisap jempol atau penggunaan dot dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemantauan pertumbuhan gigi dan rahang sejak awal penting dilakukan agar penanganan dapat diberikan sebelum kondisi menjadi lebih berat.
Overbite dan Penyebabnya
Overbite pada dasarnya terjadi ketika adanya ketidaksesuaian antara ukuran rahang atas dan rahang bawah. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi tersebut:
1. Faktor keturunan
Overbite sering kali dipengaruhi oleh faktor genetik. Bentuk rahang dan susunan gigi tertentu bisa diturunkan dari orang tua ke anak, sehingga risiko mengalami overbite menjadi lebih besar.
Jika dalam keluarga ada anggota yang memiliki riwayat overbite atau kelainan rahang serupa, sebaiknya kondisi gigi dan rahang anak dipantau sejak dini untuk mendeteksi tanda-tandanya lebih awal.
2. Kebiasaan sejak kecil
Kebiasaan seperti mengisap jempol, menggunakan dot terlalu lama, dapat memengaruhi arah pertumbuhan gigi dan rahang. Bila kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, posisi gigi atas bisa terdorong ke depan dan memicu terjadinya overbite.
3. Gangguan pertumbuhan rahang
Overbite juga dapat muncul ketika rahang atas tumbuh lebih menonjol dibandingkan rahang bawah, atau rahang bawah berukuran lebih kecil. Ketidakseimbangan pertumbuhan ini membuat gigi atas menutupi gigi bawah secara berlebihan saat mulut menutup.
4. Susunan gigi yang tidak rapi
Gigi yang tidak rapi atau tumbuh berjejal akibat ruang rahang yang sempit dapat memperparah kondisi overbite. Posisi gigi yang tidak sejajar membuat tekanan saat mengunyah menjadi tidak merata dan mengganggu keseimbangan gigitan.
5. Kehilangan gigi geraham terlalu dini
Gigi geraham berperan penting dalam menjaga posisi gigi lain tetap stabil. Jika gigi geraham tanggal terlalu cepat, gigi di sekitarnya bisa bergeser dan memicu perubahan gigitan, termasuk overbite.
6. Kondisi medis tertentu
Pada beberapa kasus, overbite dapat berkaitan dengan kelainan perkembangan rahang atau adanya tumor rahang. Meski jarang terjadi, kondisi ini perlu diperhatikan karena bisa memengaruhi struktur rahang secara keseluruhan.
Overbite dan Dampaknya bagi Kesehatan
Overbite tidak hanya berdampak pada penampilan wajah. Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:
- Kesulitan mengunyah
- Gangguan bicara
- Nyeri rahang dan sakit kepala
- Kerusakan gigi
- Masalah pencernaan
- Penurunan rasa percaya diri
Risiko ini biasanya lebih besar pada overbite yang tergolong sedang hingga berat dan tidak mendapatkan perawatan.
Overbite dan Cara Mengatasinya
Penanganan overbite tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Umumnya, kondisi yang tidak terlalu parah tidak memerlukan tindakan khusus. Namun, pasien tetap perlu menjalani pemeriksaan gigi secara rutin.
Sementara itu, jika overbite parah hingga menyebabkan masalah pada mulut, dokter akan menyarankan beberapa tindakan berikut:
- Prosedur cabut gigi, untuk memberikan ruang pada deret gigi sebelum pemasangan kawat gigi
- Pemasangan kawat gigi, untuk memperbaiki posisi gigi
- Pemasangan retainer gigi, yang diberikan setelah kawat gigi dilepas
- Penggunaan alat ortodontik tertentu, seperti clear aligner atau headgear, pada kondisi yang memerlukan koreksi khusus.
Jika diperlukan, dokter juga dapat menyarankan operasi rahang untuk memperbaiki bentuk rahang yang tidak normal.
Overbite dan Tanda Bahayanya
Overbite sebaiknya segera diperiksakan ke dokter bila mulai menimbulkan keluhan lain, seperti:
- Sulit makan atau berbicara
- Rahang sering terasa nyeri atau tegang
- Perubahan bentuk wajah makin jelas
- Gigi mudah aus atau sering sariawan
Dokter gigi atau ortodontis akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan kondisi overbite dan menyusun rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Overbite dan Pencegahannya
Meski faktor keturunan berperan besar pada terjadinya overbite, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:
- Membatasi penggunaan dot pada anak
- Menghentikan kebiasaan mengisap jempol pada anak
- Berkonsultasi ke dokter terkait pemasangan implan gigi atau gigi palsu jika mengalami gigi tanggal atau copot
- Menjalani pemeriksaan gigi secara rutin, setidaknya 6 bulan sekali, agar masalah pada gigi dapat terdeteksi sejak dini
- Memberikan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut
Menjaga kesehatan gigi sejak dini dan memperhatikan perubahan posisi gigi menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya gangguan di kemudian hari.
Bila Anda atau anak mulai menunjukkan tanda-tanda overbite, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi. Anda bisa melakukannya secara cepat dan praktis melalui chat di aplikasi ALODOKTER. Nantinya, Dokter akan memberikan informasi mengenai langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.