Jangan panik jika bayi tidak BAB dalam beberapa hari karena hal tersebut belum tentu berbahaya. Frekuensi buang air besar pada balita dapat berbeda sesuai usia dan jenis asupan yang diberikan. Namun jika Anda tetap resah, simak cara mengobati bayi tidak BAB berikut ini.

Jika bayi terlalu jarang buang air besar, orang tua mungkin terpikir kemungkinan bayi mengalami sembelit atau konstipasi. Sebelum berpikir demikian, pastikan Anda mengetahui bagaimana frekuensi normal buang air besar (BAB) pada bayi.

Panduan Dasar Orang Tua Mengatasi Bayi Tidak BAB - Alodokter

Tanda-tanda BAB Normal pada Bayi

Ada beberapa patokan yang bisa dijadikan pegangan oleh para orang tua dalam menentukan apakah bayinya mengalami konstipasi atau tidak. Patokan tersebut antara lain frekuensi BAB, kondisi tinja, dan kondisi bayi.

  • Frekuensi BAB
    Bayi berusia 1-4 bulan normalnya buang air besar sebanyak 2-4 kali sehari. Setelah mereka mengenal makanan padat, frekuensi buang air besar biasanya berkurang hingga menjadi satu kali saja dalam sehari. Namun secara umum, bayi yang BAB 3 kali sehari hingga seminggu dapat dianggap masih dalam batas normal.
  • Warna tinja
    Pastikan tinja bayi berwarna kuning, cokelat, atau hijau. Warna cokelat atau hijau biasanya dialami oleh bayi yang sudah bisa mengonsumsi makanan padat, karena pigmen warna makanan turut memengaruhi warna tinja.
    Warna tinja yang harus diwaspadai adalah putih, hitam, dan merah. Tinja putih berarti organ hati bayi tidak cukup memproduksi empedu untuk mencerna makanan. Sedangkan tinja berwarna hitam dan merah menandakan pendarahan di saluran pencernaannya.
  • Ekspresi bayi
    Perhatikan juga bagaimana ekspresi bayi saat sedang BAB. Jika wajah mereka terlihat tegang, menangis, atau berteriak saat buang air besar, kemungkinan dia mengalami sembelit. Bayi yang menderita sembelit pada umumnya akan kesakitan saat perutnya disentuh, tinjanya terlihat kering atau keras, dan Si Kecil cenderung menolak untuk makan.

Cara Mengatasi Bayi Tidak BAB

Untuk mengatasi bayi tidak BAB, Anda bisa melakukan hal berikut:

  • Beralih ke jenis susu lain
    Bayi yang diberi ASI eksklusif sebenarnya akan jarang mengalami sembelit, karena ASI mengandung nutrisi yang seimbang. Namun jika bayi Anda sembelit, beralihlah ke susu formula untuk sementara hingga sembelit reda. Si Kecil mungkin sensitif pada apa yang Anda konsumsi, oleh karena itu perhatikan makanan dan minuman Anda.
    Sedangkan bila sembelit dialami oleh bayi yang diberi susu formula, Anda dapat beralih ke susu formula merek lain. Mungkin ada kandungan dari susu formula yang membuatnya sembelit.
  • Berikan purée
    Apabila bayi Anda baru bisa mengonsumsi MPASI, berikan purée (makanan yang dilumatkan) dari buah dan sayuran. Buah dan sayuran mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan.
  • Berikan makanan padat
    Si Kecil yang sudah bisa mengonsumsi makanan padat dapat diberikan sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat seperti apel, mangga, jambu, wortel, pisang, dan brokoli. Si Kecil juga bisa diberikan sereal gandum utuh dan bubur dari beras coklat untuk membantunya melancarkan BAB.
  • Penuhi kebutuhan cairan
    Mencukupi cairan tubuh adalah hal yang sangat penting bagi kondisi Si Kecil. Air putih dan susu sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan. Namun bagi bayi di bawah 6 bulan, konsultasikan dahulu pada dokter mengenai pemberian cairan lain selain ASI dan susu formula.
  • Memijat
    Memijat perut bayi dengan lembut selama 3 menit dapat menstimulasi gerakan usus. Untuk mengukur bagian perut mana yang perlu dipijat, letakkan jari telunjuk, tengah, dan manis Anda di bawah pusar si Kecil. Sisi kiri bawah dari letak jari Anda adalah bagian yang butuh dipijat.
  • Melatih fisik
    Banyak bergerak turut melancarkan pencernaan pada bayi tidak BAB. Bila Si Kecil sudah bisa merangkak, dorong dia untuk aktif bergerak. Sedangkan jika belum, baringkan Si Kecil dalam posisi telentang lalu gerak-gerakan kakinya seperti mengayuh sepeda.

Orang tua disarankan untuk tidak memberikan obat apa pun guna mengatasi bayi tidak BAB, jika tidak sesuai saran dari dokter.

Tanda-tanda Bayi Tidak BAB yang Harus Diwaspadai

Bayi tidak BAB karena sembelit memang wajar terjadi, terutama saat ada perubahan pada pola makan. Namun jika sembelit terjadi pada bayi baru lahir, sebaiknya orang tua segera menghubungi dokter agar bisa ditangani secepatnya.

Waspadai jika BAB bayi sangat keras, usia Si Kecil di bawah empat bulan, tampak rewel atau kesakitan, terdapat demam, serta jika bayi belum BAB dalam waktu 24 jam dari rutinitasnya biasanya. Tinja berwarna merah darah, putih, dan hitam juga patut dikhawatirkan.

Orang tua wajib membawa Si Kecil ke dokter anak jika bayi tidak BAB terus berlanjut meski penanggulangan di atas sudah dilakukan dan terdapat tanda-tanda yang harus diwaspadai tersebut.