Pantrin adalah obat cacing yang mengandung bahan aktif 250 mg pirantel pamoat. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat cacing gelang, cacing kremi, maupun cacing tambang. Pantrin tersedia dalam bentuk kaplet dan dapat digunakan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Kandungan pirantel pamoat (pyrantel pamoate) dalam Pantrin bekerja dengan cara melumpuhkan otot cacing sehingga cacing kehilangan kemampuannya untuk menempel di dinding usus. Cacing yang sudah lumpuh kemudian ikut dikeluarkan bersama tinja saat buang air besar.

Apa Itu Pantrin
| Bahan aktif | Pirantel pamoat |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Antihelmintik atau obat cacing |
| Manfaat | Mengatasi infeksi cacing atau cacingan |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak usia ≥2 tahun |
| Pantrin untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Pantrin untuk ibu menyusui | Obat ini umumnya aman dikonsumsi oleh ibu menyusui selama sesuai anjuran dokter. |
| Bentuk obat | Kaplet |
Peringatan sebelum Menggunakan Pantrin
Meski bisa dibeli bebas tanpa resep dokter, Pantrin tidak boleh digunakan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:
- Jangan mengonsumsi Pantrin jika memiliki alergi terhadap pirantel pamoat.
- Jangan memberikan Pantrin kepada anak usia di bawah 2 tahun.
- Informasikan kepada dokter perihal penggunaan Pantrin jika Anda pernah atau sedang mengalami dehidrasi, malnutrisi, penyakit liver, atau anemia.
- Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Pantrin jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
- Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Pantrin jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi interaksi obat.
- Jangan langsung mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi Pantrin. Obat ini menyebabkan kantuk atau pusing.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Pantrin.
Dosis dan Aturan Pakai Pantrin
Berikut adalah dosis umum penggunaan Pantrin untuk anak dan dewasa:
Tujuan: Mengatasi infeksi cacing kremi (enterobiasis)
- Dosis 10–11 mg/kgBB sebagai dosis tunggal, dosis dapat diulang setelah 2 minggu untuk mencegah terjadinya infeksi berulang. Dosis maksimal 1.000 mg per dosis.
Tujuan: Mengatasi infeksi cacing gelang (ascariasis)
- Dosis 10–11 mg/kgBB sebagai dosis tunggal selama 3 hari berturut-turut. Dosis maksimal 1.000 mg per dosis.
Tujuan: Mengatasi infeksi cacing tambang
- Dosis 11 mg/kgBB sebagai dosis tunggal selama 3 hari berturut-turut. Dosis maksimal 1.000 mg per dosis.
Cara Menggunakan Pantrin dengan Benar
Bacalah aturan pakai pada kemasan sebelum mengonsumsi Pantrin atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Pastikan untuk mengikuti cara menggunakan Pantrin dengan benar di bawah ini agar mendapat hasil pengobatan maksimal:
- Minumlah Pantrin sebelum atau setelah makan.
- Telan kaplet dengan air putih, jus, atau susu.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Pantrin, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Jika salah seorang anggota keluarga Anda menderita infeksi cacing, kemungkinan besar anggota keluarga lain juga terinfeksi cacing yang sama. Guna memutus rantai infeksi dalam satu rumah, seluruh anggota keluarga dianjurkan untuk mengonsumsi Pantrin secara bersamaan meski mereka tidak mengalami gejala.
- Simpan Pantrin di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Pantrin dengan Obat Lain
Pantrin dapat berinteraksi dengan obat lain. Berikut adalah efek interaksi obat yang dapat terjadi antara Pantrin dengan obat lain:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping teofilin jika keduanya digunakan bersamaan
- Penurunan efek Pantrin dan piperazine jika keduanya digunakan bersamaan
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun bersama Pantrin.
Efek Samping dan Bahaya Pantrin
Efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi Pantrin adalah:
- Mudah mengantuk atau justru sulit tidur
- Pusing
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
- Tidak selera makan
- Kram perut
- Diare
Konsultasikan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung reda atau justru bertambah berat. Hentikan penggunaan obat dan segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat yang bisa ditandai dengan munculnya ruam yang gatal di kulit, bengkak di kelopak mata atau bibir, atau sulit bernapas.