Kram perut bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Jika tergolong ringan, berbagai cara mengatasi kram perut bisa Anda lakukan, mulai dari menggunakan kompres hangat, memijat bagian perut yang kram, hingga mengonsumsi obat-obatan.

Kram perut adalah kontraksi otot pada area perut, lambung dan usus. Pada beberapa kasus, kram perut sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bukan berarti kondisi ini bisa dibiarkan begitu saja. Kram perut yang tak kunjung membaik bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius.

Berbagai Cara Mengatasi Kram Perut - Alodokter

Penyebab Kram Perut

Saat Anda mengalami kram perut, Anda mungkin akan merasakan otot perut seperti menegang dan sakit. Hal ini dapat mengurangi kenyamanan dan menggangu aktivitas Anda.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kram perut:

Agar kram perut tak lagi mengganggu Anda, ada beberapa cara mengatasi kram perut yang bisa Anda lakukan, mulai dari meletakkan kompres hangat di perut hingga mengonsumsi obat.

Cara Mengatasi Kram Perut yang Alami

Berikut adalah cara mengatasi kram perut sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah:

1. Kompres hangat

Anda bisa meletakkan kompres hangat pada bagian atau area perut yang terasa kram. Hal ini dapat membantu otot perut menjadi lebih rileks, terutama pada kasus kram perut yang disebabkan oleh otot yang meregang, seperti setelah berolahraga.

2. Pijat lembut

Selain meletakkkan kompres hangat, memijat lembut area otot perut yang kram juga diketahui mampu membuat otot tersebut menjadi rileks atau lemas.

3. Konsumsi teh

Mengonsumsi teh herbal, seperti teh jahe, teh chamomile, teh peppermint, atau teh kayu manis, juga dipercaya bisa menjadi salah satu cara mengatasi kram perut, terutama jika kram disebabkan oleh siklus menstruasi.

Berbagai bahan di dalam teh herbal tersebut mengandung zat antiradang dan pereda nyeri yang dipercaya mampu mengurangi kram perut, kembung, dan nyeri akibat menstruasi.

Cara Mengatasi Kram Perut dengan Mengonsumsi Obat-obatan

Jika berbagai cara alami di atas tidak mampu meredakan atau mengatasi kram perut yang Anda alami, Anda bisa mengonsumsi beberapa obat berikut ini:

1. Pereda nyeri

Pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, diketahui bisa membantu mengatasi kram perut. Namun, penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran yang tertera di kemasan agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

2. Antasida

Jika kram perut yang Anda alami disebabkan oleh gastritis, Anda bisa mengonsumsi antasida. Antasida diketahui dapat membantu mengurangi kadar asam lambung sehingga dapat meredakan keluhan kram perut.

3. Antipasmodik

Kram perut juga bisa disebabkan oleh sindrom iritasi usus besar. Jika kram perut disebabkan oleh kondisi ini, Anda bisa mengonsumsi obat golongan antipasmodik sebagai salah satu cara mengatasi kram perut. Obat antipasmodik diketahui dapat melemaskan otot, termasuk otot usus.

4. Antibiotik

Kram perut dapat disebabkan oleh gastroenteritis. Kondisi ini sendiri bisa terjadi akibat infeksi bakteri. Pemberian antibiotik untuk gasteroenteritis berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri serta meredakan kram perut.

Selain beberapa cara di atas, istirahat yang cukup juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi kram perut, terutama jika kondisi ini disebabkan oleh otot perut yang menegang.

Kram perut bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Agar kondisi tersebut tidak Anda alami, Anda bisa melakukan cara-cara mencegah kram perut berikut ini:

  • Melakukan gerakan olahraga yang benar, jika kram perut terjadi setelah melakukan olahraga tertentu
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
  • Membatasi konsumsi makanan berserat, jika kram perut disebabkan oleh gastritis
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Membatasi konsumsi makanan pedas dan berlemak

Pada kebanyakan kasus, kram perut bukanlah hal yang berbahaya. Namun, Anda tetap harus waspada jika kram perut tidak sembuh setelah Anda melakukan berbagai cara mengatasi kram perut di atas.

Kram perut yang tak kunjung membaik dan disertai dengan gejala, seperti demam, mual, muntah, serta darah pada feses, bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan kesehatan. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, jangan ragu untuk memeriksakan diri Anda ke dokter guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.