Penis bengkok ke bawah adalah kondisi ketika batang penis melengkung ke arah bawah, baik saat ereksi maupun tidak. Kondisi ini tidak hanya bisa menurunkan kepercayaan diri, tetapi juga bisa menyebabkan nyeri dan hubungan intim penderita dengan pasangannya terganggu. 

Bentuk penis yang tidak lurus sebenarnya merupakan hal yang normal dan umum terjadi, karena sebagian besar pria memiliki sedikit lengkungan pada penisnya.  

Penis Bengkok ke Bawah, Ketahui Penyebab, Risiko, dan Penanganannya - Alodokter

Meski begitu, penis bengkok ke bawah yang kelengkungannya lebih dari 30 derajat saat ereksi, terjadi mendadak, terasa nyeri, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari patut diwaspadai karena dikategorikan sebagai hal yang tidak normal.

Selain itu, penis bengkok ke bawah yang sudah menimbulkan kesulitan berkemih, ejakulasi, atau masalah seksual juga merupakan tanda bahwa penis bengkok ke bawah dikategorikan sebagai kondisi yang berbahaya dan perlu diatasi oleh dokter.

Penyebab Penis Bengkok ke Bawah

Penis bengkok ke bawah dapat disebabkan oleh beberapa hal, baik yang muncul sejak lahir maupun berkembang seiring waktu. Berikut penjelasan masing-masing penyebabnya:

1. Kelainan bawaan lahir

Pada beberapa pria, penis bengkok ke bawah memang sudah ada sejak lahir, kondisi ini sering disebut chordee. Kelainan ini biasanya terjadi karena adanya kelainan struktur jaringan di bawah penis yang disebut dengan tunika albuginea atau tidak sempurnanya perkembangan jaringan di sekitar uretra (saluran kencing). Akibatnya, saat ereksi, batang penis akan terlihat melengkung ke bawah. 

Pada kebanyakan kasus, kelainan ini biasanya dapat terdeteksi sejak bayi atau masa kanak-kanak, terutama jika lengkungannya cukup mencolok. Penyebab penis bengkok ke bawah ini terkadang disertai hipospadia, yaitu kelainan yang menyebabkan lubang kencing tidak berada di ujung penis. 

2. Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie merupakan salah satu penyebab utama penis bengkok ke bawah pada pria dewasa. Kondisi ini disebabkan oleh jaringan parut di penis yang berkembang menjadi plak keras selama proses penyembuhan. 

Nah, karena plak ini bersifat keras sehingga hal itu bisa menghambat elastisitas jaringan penis sehingga saat ereksi, penis akan melengkung pada bagian tempat plak terbentuk, biasanya ke arah bawah atau samping. 

Penyakit Peyronie umumnya berkembang perlahan dalam beberapa bulan dan dapat menimbulkan nyeri, baik saat ereksi maupun tidak, serta bisa menyebabkan masalah saat berhubungan seksual. 

3. Cedera 

Cedera pada penis, terutama saat penis dalam kondisi ereksi, dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan peradangan. Jika proses penyembuhan tidak berjalan dengan baik, hal itu dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut di batang penis sehingga mengakibatkan penis melengkung ke arah tertentu, termasuk ke bawah. 

Penyebab penis bengkok ke bawah ini bisa terjadi akibat aktivitas seksual yang berisiko, kecelakaan lalu lintas, atau prosedur medis yang tidak dilakukan dengan benar.

4. Efek samping prosedur medis

Tindakan medis tertentu pada penis atau saluran kencing juga dapat berpotensi menyebabkan penis bengkok ke bawah. Misalnya, pada beberapa kasus setelah tindakan bedah untuk mengatasi kelainan saluran kencing atau operasi akibat cedera. 

Hal ini bisa terjadi karena luka pascaoperasi yang tidak sembuh dengan sempurna bisa membentuk jaringan parut yang menyebabkan batang penis menjadi bengkok.

Risiko dan Dampak Penis Bengkok ke Bawah

Selain memengaruhi penampilan, penis bengkok ke bawah juga dapat memicu sejumlah dampak kepada penderitanya, berikut beberapa dampaknya:

  • Penis terasa nyeri saat ereksi atau saat berhubungan intim
  • Kesulitan melakukan penetrasi
  • Penurunan rasa percaya diri
  • Gangguan kesuburan, terutama jika disertai kelainan lain
  • Stres atau masalah psikologis akibat perubahan penampilan

Penanganan Penis Bengkok ke Bawah

Jika kelengkungan penis tidak parah dan penis bengkok ke bawah tidak menimbulkan keluhan atau mengganggu aktivitas seksual, kondisi ini mungkin tidak memerlukan penanganan apa pun dan dokter biasanya hanya menyarankan pasien untuk memantau kondisi penis bengkok ke bawah. 

Sebaliknya, jika penis bengkok ke bawah sampai menimbulkan keluhan, dokter akan memberikan penanganan berikut ini:  

1. Obat-obatan

Obat-obatan yang akan diberikan oleh dokter biasanya akan disesuaikan dengan penyebab penis bengkok ke bawah dan keluhan lain yang dirasakan oleh pasien. Berikut beberapa jenis obat-obatan yang mungkin akan dokter resepkan:

  • Obat antinyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi nyeri
  • Interferon suntik, untuk mengurangi jaringan parut di penis
  • Verapamil, untuk mengurangi kelengkungan penis
  • Suntikan kolagenase, guna mengurangi jaringan parut dan memecah plak di penis 

2. Terapi traksi penis

Terapi traksi penis dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berfungsi menarik penis secara perlahan dan terkontrol selama beberapa jam per hari. Tujuannya adalah untuk meregangkan jaringan penis sehingga bisa memperbaiki lengkungan penis bengkok ke bawah secara bertahap. 

Terapi ini dilakukan dengan pengawasan dokter dan tergantung pada jenis alat yang digunakan, terapi traksi penis bisa dilakukan selama beberapa menit hingga jam per hari. Selain itu, terapi ini juga umumnya direkomendasikan oleh dokter pada pasien dengan kondisi penis bengkok ringan hingga sedang. 

3. Operasi

Jika penis bengkok ke bawah menyebabkan nyeri berat, sulit buang air kecil, gangguan saat aktivitas seksual, atau gagal membaik dengan terapi lain, dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan. 

Ada berbagai teknik operasi yang bisa dokter lakukan untuk mengatasi penis bengkok ke bawah, mulai dari pemotongan atau pengangkatan plak, penjahitan jaringan di sisi seberang lengkungan, hingga pencangkokan jaringan baru untuk mengembalikan bentuk penis. Pemilihan metode ini nantinya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan, lokasi jaringan parut pada penis, serta kondisi pasien. 

4. Konseling atau dukungan psikologis

Perubahan bentuk penis sering kali berdampak pada kepercayaan diri dan kehidupan seksual. Nah, karena itu, konseling dengan psikolog atau terapis sangat diperlukan karena dapat membantu pasien dan pasangan untuk mengatasi kecemasan, mengelola stres, serta membangun komunikasi yang baik dalam hubungan. Dengan begitu, kualitas hidup pasien pun tetap optimal.

Itulah penyebab dan penanganan penis bengkok ke bawah. Untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda, tentu hanya bisa dipastikan setelah menjalani pemeriksaan ke dokter. 

Oleh karena itu, jika Anda memiliki penis bengkok ke bawah, terutama jika disertai nyeri, sulit ereksi, atau mengganggu aktivitas seksual, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, baik melalui fitur chat di aplikasi ALODOKTER atau dengan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

Penilaian dan penanganan yang sesuai akan membantu mengatasi keluhan penis bengkok ke bawah serta mencegah komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup.