Demam naik turun pada anak adalah kondisi yang sering terjadi saat tubuh melawan infeksi, sehingga suhu anak bisa naik dan turun. Umumnya, kondisi ini dapat ditangani di rumah dengan memantau suhu, memberi obat penurun demam sesuai anjuran, dan memastikan anak cukup minum.
Demam muncul sebagai respons alami sistem kekebalan tubuh anak saat melawan infeksi bakteri atau virus. Suhu tubuh anak normalnya sekitar 37,5°C dan dapat sedikit naik turun akibat aktivitas, seperti setelah berolahraga atau mandi air hangat, sedangkan anak dikatakan demam bila suhunya mencapai lebih dari 38°C.
Meski demam tidak selalu menandakan penyakit serius, demam naik turun pada anak tetap perlu diperhatikan, terutama jika berlangsung lebih dari 5 hari karena bisa menjadi tanda adanya kondisi yang perlu evaluasi lebih lanjut.
Penyebab Demam Naik Turun pada Anak
Demam naik turun pada anak paling sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti pilek, batuk, atau diare. Anak juga dapat mengalami demam selama beberapa hari setelah imunisasi, sebagai bagian dari respons alami sistem kekebalan tubuh.
Pada kondisi tertentu, demam bisa berkaitan dengan penyakit yang lebih spesifik, misalnya infeksi virus dengue penyebab demam berdarah atau infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tipes). Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola dan lamanya demam yang dialami anak.
Selain penyebabnya, tinggi suhu tubuh juga perlu dipantau. Demam ringan hingga sekitar 38°C umumnya dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 5 hari.
Namun, demam yang mencapai atau melebihi 39°C memerlukan perhatian khusus, karena pada bayi dan anak usia 3–6 bulan, demam tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kejang demam.
Cara Mengobati Demam Naik Turun pada Anak
Saat mengalami demam naik turun pada anak, Si Kecil biasanya tampak lebih rewel, kulit terasa hangat atau kemerahan, dan mudah berkeringat. Berikan ia waktu istirahat yang cukup di rumah hingga suhu tubuh kembali normal, serta temani dengan aktivitas ringan agar ia tetap merasa nyaman.
Perlu diketahui, setiap kenaikan suhu tubuh sekitar 1°C dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, anak berisiko mengalami dehidrasi, yang ditandai dengan mulut atau lidah kering, jarang buang air kecil, tidak ada air mata saat menangis, mata tampak cekung, serta tubuh terasa lemas.
Sebagai pertolongan awal di rumah, pastikan anak minum cukup air. Pada anak usia di atas 1 tahun, minuman elektrolit dapat diberikan untuk membantu menggantikan cairan dan mineral yang hilang, terutama bila anak berkeringat banyak atau sulit makan dan minum.
Selain itu, Bunda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Mengompres anak dengan air hangat di dahi, ketiak, atau selangkangan selama 10–15 menit.
- Menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman, sekitar 21–23°C.
- Mengenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat.
- Menghindari penggunaan selimut berlapis-lapis saat anak tidur.
- Menyeka tubuh anak dengan air hangat bila diperlukan.
Pemberian obat penurun demam, seperti paracetamol, dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak. Pastikan dosis diberikan sesuai usia dan berat badan anak, serta tidak melebihi aturan pakai.
Jika anak juga mengonsumsi obat batuk atau pilek, periksa kembali kandungannya karena beberapa produk mengandung paracetamol, sehingga risiko kelebihan dosis dapat dihindari.
Berbagai cara di atas mampu mengatasi demam pada anak. Namun, Bunda perlu waspada ketika anak mengalami demam naik turun selama 5 hari atau lebih, menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, dan disertai beberapa gejala berikut ini:
- Kulit, bibir, atau lidah terlihat pucat atau berwarna biru
- Tidak berhenti nangis
- Mengi saat bernapas
- Ruam di kulit
- Muntah atau diare berulang kali
- Sulit dibangunkan ketika tidur
- Terlihat sangat lesu
Segera bawa anak ke IGD terdekat. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai.
Namun, bila kondisi anak tidak menunjukkan gejala mengkhawatirkan tetapi Bunda bingung menentukan penanganan yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter sebagai langkah awal mengatasi keluhan.
Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
