Penyebab sperma tidak masuk ke indung telur kerap menjadi pertanyaan bagi pasangan yang sedang menantikan kehamilan. Proses pembuahan membutuhkan sperma yang mampu mencapai dan membuahi sel telur di indung telur. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat menghambat perjalanan sperma hingga gagal membuahi sel telur.
Kehamilan terjadi karena adanya pembuahan dengan perjuangan dan perjalanan panjang sel sperma bertemu sel telur. Bermula dari vagina, melewati leher rahim, rahim, hingga akhirnya mencapai tuba falopi, tempat sel telur berada. Namun, sering kali ada faktor yang membuat sperma terhambat di tengah jalan atau tidak dapat melakukan tugasnya bertemu dengan sel telur.
Nah, mengenal berbagai penyebab sperma tidak masuk ke indung telur dapat membantu Anda memahami apa saja faktor yang perlu diperhatikan bila kehamilan belum juga terwujud.
Penyebab Sperma Tidak Masuk ke Indung Telur
Beberapa faktor berikut dapat menyebabkan sperma gagal mencapai indung telur dan membuahi sel telur:
1. Kualitas sperma rendah
Kualitas sperma yang buruk bisa saja jadi salah satu penyebab sperma tidak masuk ke indung telur dan mencapai pembuahan. Hal ini biasanya terjadi karena jumlah sperma yang sedikit, gerak sperma yang lambat, atau bentuk sperma yang tidak normal.
Jika jumlah sel sperma yang sehat sangat sedikit atau tidak mampu berenang dengan cepat dan lurus, maka sperma akan kesulitan menempuh perjalanan menuju tuba falopi (saluran telur), tempat sel telur menanti untuk dibuahi.
Begitu juga jika bentuk sperma tidak sempurna, misalnya kepala atau ekornya cacat, sehingga sperma tidak bisa bergerak dengan baik. Kondisi ini sering kali terjadi akibat gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, sering terpapar bahan kimia, infeksi, atau gangguan hormon.
2. Sumbatan pada saluran reproduksi wanita
Sperma perlu melewati saluran tuba falopi untuk bisa bertemu dengan sel telur. Namun, saluran ini bisa mengalami sumbatan akibat berbagai hal, seperti infeksi panggul, endometriosis, atau bekas operasi pada organ reproduksi.
Sumbatan tersebut menjadi penyebab sperma tidak masuk ke indung telur karena sperma tidak bisa sampai ke sel telur sama sekali. Penyumbatan tuba falopi sering tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga terkadang sulit diketahui tanpa pemeriksaan ke dokter kandungan.
3. Gangguan pada lendir serviks
Saat wanita memasuki masa ovulasi, lendir serviks leher rahim biasanya menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah melewatinya dan masuk ke rahim. Namun, pada sebagian wanita, lendir serviks mungkin saja terlalu kental atau bersifat asam sehingga membuat sperma sulit bergerak atau bahkan mati sebelum sempat mencapai tuba falopi.
Nah, adanya gangguan pada lendir serviks wanita ini bisa terjadi akibat berbagai hal, seperti ketidakseimbangan hormon, infeksi, dan penggunaan obat tertentu, misalnya KB. Hal-hal tersebut sangat bisa memengaruhi kualitas lendir serviks.
4. Hubungan seksual diluar masa subur
Waktu berhubungan seksual juga bisa jadi penyebab sperma tidak masuk ke indung telur. Jadi, apabila hubungan seksual dilakukan di luar masa ovulasi (masa subur), biasanya tidak ada sel telur yang siap untuk dibuahi di dalam tuba falopi.
Akibatnya, meski sperma sudah berhasil masuk, pembuahan tetap tidak terjadi. Oleh karena itu, bila pasangan suami dan istri sedang merencanakan kehamilan, disarankan untuk rutin melakukan hubungan seksual selama masa subur.
Masa subur umumnya terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya, tetapi setiap wanita bisa memiliki waktu ovulasi yang berbeda.
5. Gangguan ejakulasi
Ejakulasi adalah proses keluarnya sperma saat pria mencapai puncak rangsangan seksual. Sebagian pria mengalami gangguan ejakulasi, seperti ejakulasi terhambat, sperma keluar terlalu cepat (ejakulasi dini), atau bahkan sperma tidak keluar sama sekali melainkan masuk ke kandung kemih (ejakulasi retrograde).
Gangguan ini membuat sperma tidak bisa mencapai vagina, sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan ke indung telur. Penyebab sendiri cukup beragam, seperti karena diabetes, efek samping obat, atau masalah pada saraf dan organ reproduksi.
6. Imunitas tubuh terhadap sperma
Pada sebagian kecil kasus, tubuh wanita bisa membentuk antibodi yang menganggap sperma sebagai benda asing berbahaya. Akibatnya, antibodi ini menyerang dan merusak sperma, sehingga sel sperma menjadi mati atau lemah sebelum sempat bertemu dengan sel telur.
Kondisi ini disebut juga dengan infertilitas imunologis dan sering kali sulit dideteksi tanpa pemeriksaan laboratorium khusus.
Beberapa Cara untuk Meningkatkan Kualitas Sel Sperma
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas sperma yang dapat Anda lakukan, yaitu:
- Konsumsi makanan bergizi, seperti sayuran, buah, dan sumber protein.
- Hindari paparan panas berlebihan, misalnya jangan terlalu sering sauna atau berendam air panas.
- Jaga berat badan ideal karena obesitas dapat mengganggu produksi sperma.
- Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol.
- Kelola stres.
- Berolahraga secara rutin dan teratur.
Sebagian besar penyebab sperma tidak masuk ke indung telur biasanya tidak menimbulkan bahaya yang serius. Namun, hal ini bisa jadi masalah untuk pasangan suami istri yang menantikan kehadiran buah hati. Khawatirnya, beberapa penyebabnya mungkin saja meningkatkan risiko terjadinya infertilitas atau sulit hamil.
Nah, jika penyebab utamanya adalah infeksi atau endometriosis pada wanita yang tidak diobati, komplikasi seperti nyeri panggul kronis bisa terjadi.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan organ reproduksi dan menghindari faktor risiko, seperti infeksi menular seksual dan gaya hidup tidak sehat, menjadi langkah penting agar proses pembuahan berjalan optimal.
Jadi, apabila kehamilan belum juga terjadi setelah 1 tahun menikah meski Anda dan pasangan sering berhubungan intim tanpa alat kontrasepsi, jangan sungkan untuk konsultasikan hal ini pada dokter ya untuk dijadwalkan pemeriksaan lebih lanjut.
