Perbedaan tendon dan ligamen sering kali membingungkan, karena keduanya sama-sama jaringan ikat yang penting untuk pergerakan dan stabilitas tubuh. Meski sering dianggap serupa, sebenarnya terdapat banyak perbedaan yang mendasar di antara keduanya lho.

Perbedaan tendon dan ligamen tidak hanya dari fungsinya saja, tetapi juga pada struktur, letak, dan kemampuan dalam menyembuhkan diri saat cedera. Tendon merupakan jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang, sedangkan ligamen berperan sebagai penghubung antartulang dalam sendi.

Perbedaan Tendon dan Ligamen yang Perlu Diketahui - Alodokter

Perbedaan Tendon dan Ligamen 

Memahami perbedaan tendon dan ligamen bisa membantu Anda mengenali bagaimana tubuh bergerak sekaligus mengetahui risiko cedera yang mungkin terjadi. Berikut adalah beberapa perbedaan di antara keduanya:

1. Struktur penyusun

Perbedaan tendon dan ligamen dari sisi struktur terletak pada jenis serat dan kepadatan jaringan penyusunnya. Tendon terdiri dari serat kolagen yang tersusun sangat rapat dan sejajar satu arah, seperti untaian tali yang kuat. 

Strukturnya yang padat membuat tendon mampu menahan tarikan yang timbul saat otot berkontraksi, tanpa mudah memanjang atau cedera.

Sementara itu pada ligamen, walaupun juga tersusun dari kolagen, pola seratnya lebih longgar dan saling bersilangan. Selain itu, ligamen mengandung lebih banyak serat elastin yang memberikan sifat lentur dan fleksibel. 

Berkat kelenturannya, ligamen dapat menyesuaikan dengan gerakan sendi, sehingga tubuh bisa bergerak bebas tetapi tetap terjaga stabilitasnya.

2. Letaknya pada tubuh

Perbedaan tendon dan ligamen juga sangat jelas dari posisi atau letaknya. Tendon berada di ujung otot, persis di antara otot dan tulang. Setiap kali otot berkontraksi untuk menggerakkan tubuh, tendon akan “menarik” tulang sehingga tercipta gerakan tertentu, misalnya berjalan, melompat, atau mengangkat beban.

Beberapa contoh tendon yang mudah dikenali adalah tendon Achilles di bagian belakang betis, yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Lalu, ada tendon supraspinatus pada bahu.

Sebaliknya, ligamen tidak berhubungan langsung dengan otot. Ligamen ditemukan di sekitar sendi dan berfungsi menghubungkan satu tulang ke tulang yang lain, misalnya anterior cruciate ligament (ACL) di lutut, atau ligamen pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

3. Fungsi utama

Tendon berperan sebagai “penghubung tenaga” dari otot ke tulang. Setiap kali otot bekerja, gaya atau tenaga dari otot disalurkan melalui tendon ke tulang, sehingga tulang bisa bergerak sesuai arah tarikan otot. Tanpa tendon, otot-otot yang ada di tubuh tidak bisa menggerakkan tulang.

Lain halnya dengan ligamen, jaringan ini berfungsi mengikat dan menahan tulang-tulang di sendi agar tetap berada di posisinya. Ligamen juga berperan sebagai “rem alami” yang membatasi gerakan sendi agar tidak berlebihan, sehingga sendi tetap stabil. 

4. Tampilan secara fisik

Perbedaan tendon dan ligamen juga dapat dilihat dari penampilannya secara fisik. Tendon biasanya tampak berwarna putih keperakan, terasa kaku, dan permukaannya cenderung halus karena kadar kolagennya tinggi.

Sementara ligamen memiliki warna putih kekuningan akibat kandungan serat elastin yang lebih banyak. Teksturnya juga terasa lebih lentur serta sedikit kenyal bila diraba. Warna dan tekstur ini menjadi ciri khas yang membedakan keduanya di laboratorium atau saat prosedur operasi.

5. Kemampuan penyembuhan

Kemampuan untuk sembuh juga menjadi perbedaan tendon dan ligamen yang tak kalah penting. Tendon memiliki aliran darah yang terbatas, sehingga proses pemulihan setelah cedera cenderung lebih lama. 

Jaringan ini juga lebih berisiko mengalami komplikasi, seperti pembentukan jaringan parut. Pada beberapa kasus, tendon yang mengalami robekan parah memerlukan tindakan operasi untuk pemulihan fungsi.

Ligamen juga mengalami proses penyembuhan yang cukup lambat, terutama jika robekannya cukup besar. Namun, elastisitas dan pola serat yang unik memungkinkan ligamen yang mengalami cedera ringan bisa memperbaiki diri lebih baik dibanding tendon.

Gangguan yang Menyerang Tendon dan Ligamen

Selain memahami perbedaan tendon dan ligamen, penting juga untuk mengenali berbagai penyakit atau gangguan yang bisa menyerang jaringan ini. Berikut adalah beberapa gangguan yang sering terjadi pada tendon:

  • Tendinitis, yaitu peradangan pada tendon
  • Tendinosis, yaitu kerusakan kronis pada tendon akibat proses degeneratif
  • Ruptur tendon, yaitu robekan pada jaringan tendon, baik sebagian maupun seluruhnya 
  • Tendinitis kalsifikasi, yaitu kondisi ketika kalsium menumpuk di dalam tendon, umumnya pada area bahu 

Sementara itu, gangguan yang umum terjadi pada ligamen, di antaranya:

  • Keseleo, yakni cedera berupa peregangan atau robekan pada ligamen
  • Cedera ACL, yaitu robekan pada anterior cruciate ligament (ACL) di lutut
  • Ligamentous laxity, yaitu kondisi ketika ligamen lebih longgar, sehingga sendi jadi kurang stabil dan mudah terkilir
  • Gangguan autoimun pada ligamen, contohnya adalah rheumatoid arthritis

Dengan memahami perbedaan tendon dan ligamen, termasuk gangguan yang mungkin terjadi, Anda bisa lebih bijak dalam menjaga kesehatan tubuh, baik saat melakukan rutinitas harian maupun berolahraga. Pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga, serta latihan kekuatan otot secara rutin akan membantu tubuh melindungi kedua jaringan penting ini.

Itulah perbedaan tendon dan ligamen yang penting diketahui. Jika Anda mengalami bengkak, nyeri hebat, atau kesulitan menggerakkan sendi maupun otot saat beraktivitas, segera hentikan aktivitas dan konsultasikan ke dokter. 

Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran pengobatan yang optimal. Penanganan dini akan mencegah komplikasi, sehingga mempercepat pemulihan.