Personal hygiene adalah serangkaian kebiasaan untuk menjaga kebersihan diri agar tubuh tetap sehat, nyaman, dan terhindar dari berbagai penyakit. Kebiasaan ini meliputi mencuci tangan, mandi, menjaga kebersihan gigi dan mulut, hingga merawat kuku dan pakaian yang digunakan setiap hari.
Personal hygiene (PHBS) adalah upaya menjaga kebersihan tubuh dan merawat diri secara rutin. Ini tidak hanya bertujuan untuk membuat tubuh terlihat bersih, tetapi juga membantu mengurangi jumlah kuman yang menempel pada kulit, tangan, rambut, mulut, maupun bagian tubuh lainnya. Dengan begitu, risiko terjadinya infeksi dan penyebaran bakteri, virus, jamur, dan parasit penyebab penyakit bisa dicegah.

Personal hygiene perlu diterapkan oleh semua orang, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Kebiasaan ini juga sangat penting bagi orang yang sedang sakit atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah karena lebih rentan mengalami infeksi.
Langkah-Langkah Personal Hygiene yang Benar
Berikut beberapa langkah sederhana untuk menjaga personal hygiene secara rutin:
1. Mandi secara rutin
Salah satu langkah paling penting dalam personal hygiene adalah mandi minimal 1–2 kali sehari atau lebih sering jika Anda banyak berkeringat, misalnya setelah berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan.
Gunakan sabun untuk membersihkan seluruh tubuh, terutama area yang mudah berkeringat, seperti ketiak, leher, selangkangan, dan sela-sela jari kaki. Selain itu, bersihkan juga rambut dan kulit kepala menggunakan sampo secara rutin, terutama jika rambut terasa berminyak, berkeringat, atau kotor.
Dengan begitu, kotoran, minyak, sel kulit mati, serta kuman yang menempel di kulit dapat terangkat sehingga risiko bau badan, ketombean, iritasi, dan infeksi kulit berkurang.
2. Mencuci tangan dengan benar
Tangan adalah bagian tubuh yang paling sering menyentuh berbagai benda dan permukaan, sehingga rentan membawa kuman. Oleh karena itu, cucilah tangan menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal 20 detik, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar ruangan, atau setelah memegang hewan dan benda kotor.
Jika tidak tersedia air mengalir dan sabun, Anda juga bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% untuk membersihkan tangan. Agar makin optimal, pastikan Anda membersihkan seluruh bagian tangan, mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, kuku, hingga pergelangan tangan ya.
3. Menjaga kebersihan gigi dan mulut
Menjaga kebersihan gigi dan mulut juga termasuk bagian dari personal hygiene yang tidak boleh diabaikan. Pasalnya, langkah ini dapat membantu menghilangkan sisa makanan dan plak yang menumpuk di gigi dan mulut sehingga risiko terjadinya penyakit gigi dan gusi bisa dicegah.
Nah, untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, sikatlah gigi setidaknya 2 kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur, menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Selain itu, bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss) dan bersihkanlah lidah dengan sikat khusus lidah agar kebersihan mulut tetap terjaga.
4. Mengganti pakaian bersih setiap hari
Pakaian yang lembap atau kotor bisa menjadi tempat berkembangnya kuman dan jamur penyebab bau badan dan infeksi kulit. Oleh karena itu, sebagai langkah personal hygiene, biasakan untuk mengganti pakaian setelah beraktivitas dan berkeringat. Selain itu, pastikan juga untuk mengeringkan pakaian hingga benar-benar kering sebelum dipakai kembali agar tidak tumbuh jamur atau bakteri.
5. Merawat kuku secara rutin
Kuku, terutama kuku yang panjang, dapat menjadi tempat berkumpulnya kuman, kotoran, telur cacing, dan sisa makanan. Hal itu bisa meningkatkan risiko terkena infeksi kulit atau pencernaan akibat kuman yang masuk ke makanan juga meningkat.
Oleh karena itu, sebagai langkah personal hygiene, potonglah kuku tangan dan kaki secara teratur, minimal setiap dua minggu, dan bersihkan bagian bawah kuku menggunakan sikat kuku atau alat khusus.
6. Membersihkan barang pribadi
Barang pribadi, seperti ponsel, kacamata, jam tangan, dan tas juga bisa menjadi sarang kuman penyebab penyakit infeksi. Pasalnya, barang-barang tersebut sering disentuh serta dibawa ke berbagai tempat sehingga sering terkontaminasi kuman berbahaya.
Maka dari itu, untuk mencegah kuman berpindah ke tubuh, sekaligus sebagai langkah personal hygiene, bersihkan alat-alat tersebut secara rutin dengan tisu basah atau cairan desinfektan. Dengan begitu, risiko terjadinya berbagai penyakit infeksi pun dapat dicegah.
7. Mengganti sprei dan mencuci selimut
Selain menjaga kebersihan tubuh, kebersihan tempat tidur juga merupakan bagian penting dari personal hygiene. Pasalnya, sprei, sarung bantal, dan selimut dapat menjadi tempat menumpuknya keringat, sel kulit mati, minyak, tungau debu, serta kuman yang berpotensi memicu gatal, alergi, atau infeksi kulit.
Oleh karena itu, gantilah sprei dan sarung bantal setidaknya 1 minggu sekali, sedangkan selimut sebaiknya dicuci setiap 2–4 minggu sekali atau lebih sering jika kotor, lembap, atau digunakan oleh orang yang sedang sakit. Kebiasaan ini tidak hanya dapat membantu menjaga kebersihan tempat tidur, tetapi juga dapat mengurangi paparan kuman dan alergen penyebab penyakit.
8. Menjaga kebersihan organ intim
Aspek penting lain dari personal hygiene adalah menjaga kebersihan organ intim. Bersihkan area genital setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar menggunakan air bersih dan sabun tidak berpewangi, agar tidak menyebabkan iritasi atau gangguan keseimbangan bakteri alami di area tersebut, lalu keringkan.
Pada wanita, bersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke saluran kemih. Sementara itu, pada pria, terutama yang belum disunat, bersihkan bagian bawah kulup secara perlahan saat mandi agar tidak terjadi penumpukan smegma.
Risiko Jika Mengabaikan Personal Hygiene
Jika personal hygiene diabaikan, ada beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi, antara lain:
- Infeksi kulit, seperti jerawat, bisul, atau gatal-gatal, akibat kotoran dan bakteri yang menumpuk di kulit.
- Penyakit menular, seperti flu atau diare, karena kuman mudah berpindah lewat tangan dan benda yang sering disentuh.
- Masalah kesehatan mulut, misal gigi berlubang, radang gusi, atau bau mulut, jika kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga.
- Masalah psikologis, seperti rasa minder atau tidak nyaman di lingkungan sosial akibat bau badan atau penampilan yang kurang rapi.
Menerapkan personal hygiene yang baik tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar Anda dari penularan infeksi penyakit berbahaya. Oleh karena itu, biasakan kebiasaan ini secara rutin, apalagi jika sering berinteraksi di tempat umum atau lingkungan kerja.
Apabila Anda mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan personal hygiene yang buruk, jangan ragu untuk Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar mendapatkan penanganan yang tepat. Jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, Anda juga bisa membuat janji konsultasi melalui fitur Buat Janji Dokter di aplikasi ALODOKTER.