Pilek menahun sering kali disamakan dengan pilek biasa. Padahal, keduanya adalah dua kondisi yang berbeda. Jenis pilek ini tidak boleh disepelekan, sebab bisa menjadi tanda adanya penyakit lain yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis.

Pilek umumnya disebabkan oleh paparan udara dingin, infeksi virus, konsumsi makanan pedas, hingga efek samping obat-obatan tertentu. Saat pilek menyerang, penderitanya akan mengalami bersin-bersin, hidung meler atau tersumbat, batuk, sakit kepala dan tenggorokan, serta tubuh terasa lelah.

Pilek Menahun Bisa Menjadi Tanda 3 Penyakit Ini - Alodokter

Pilek biasanya akan hilang sekitar 14 hari, baik dengan atau tanpa pengobatan. Namun, jika pilek tidak hilang lebih dari 2 minggu atau bahkan hingga bertahun-tahun, bisa jadi disebabkan oleh kondisi medis lain yang sebaiknya tidak dianggap remeh.

Berbagai Kondisi Penyebab Pilek Menahun

Berikut ini adalah berbagai kondisi medis yang sering menjadi penyebab pilek menahun:

1. Alergi

Penyebab pilek menahun paling umum adalah alergi. Kondisi dapat terjadi akibat adanya paparan alergen atau hal yang dapat memicu alergi, seperti tungau, debu rumah atau bulu hewan peliharaan, serpihan kayu, serbuk sari, atau tepung.

Saat alergi terjadi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dengan melepaskan histamin. Akibatnya, hidung menjadi meradang dan menimbulkan gejala khas, seperti pilek dan keluar lendir dari hidung. Gejala tersebut terkadang disertai dengan batuk, bersin, badan terasa sakit, dan demam.

2. Sinusitis

Pilek menahun juga bisa disebabkan oleh sinusitis. Kondisi ini ditandai dengan peradangan atau pembengkakan pada jaringan dinding yang melapisi rongga sinus, yaitu ruang berisi udara yang terletak di rongga hidung, pipi, dan bagian atas mata.

Pilek menahun yang disebabkan sinusitis dapat menimbulkan rasa sakit di sekitar mata dan hidung, serta menghasilkan lendir berwarna kekuningan. Gejala ini umumnya menetap hingga 4 minggu, tetapi juga bisa berlangsung lebih lama. Kondisi ini dapat dikategorikan sebagai sinusitis kronis.

3. Polip hidung

Selain kedua kondisi di atas, polip hidung juga bisa menjadi penyebab lain pilek menahun. Polip hidung ditandai dengan pembengkakan selaput hidung yang terjadi di dalam saluran hidung dan sinus. Kondisi ini tidak selalu menimbulkan gejala, terlebih jika berukuran kecil.

Namun, jika polip berukuran besar, biasanya akan menimbulkan gejala berupa hidung tersumbat atau meler dan lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan (postnasal drip).

Tidak hanya itu, polip hidung berukuran besar juga bisa disertai dengan nyeri di sekitar wajah dan gigi, mimisan, hingga gangguan indra penciuman dan indra perasa.

Meski polip hidung bukan penyakit yang mengkhawatirkan, Anda tetap harus waspada. Terlebih, jika polip hidung menyebabkan kesulitan bernapas, pembengkakan di sekitar mata, sakit kepala parah, atau gangguan penglihatan.

Pada beberapa orang, gejala pilek menahun muncul setiap hari di saat-saat tertentu. Namun, ada pula gejala pilek menahun yang hilang timbul secara acak.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasakan gejala pilek menahun yang tak kunjung sembuh atau disertai sakit telinga, sesak napas, sulit menelan, nyeri dada atau perut, leher kaku, atau batuk berdahak selama lebih dari 1 minggu.