Hidung tersumbat adalah kondisi ketika udara tidak dapat masuk dengan lancar ke dalam hidung sehingga mengganggu proses pernapasan. Kondisi ini juga dapat disertai dengan hidung berair.

Hidung tersumbat merupakan gejala dari suatu penyakit, seperti sinusitis. Kondisi ini dapat terjadi dengan tingkat keparahan yang berbeda. Oleh karena itu, hidung tersumbat memerlukan perawatan yang berbeda, tergantung tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya.

Hidung Tersumbat

Perlu diketahui bahwa hidung tersumbat merupakan salah satu gejala yang dapat dialami penderita COVID-19. Oleh sebab itu, jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami hidung tersumbat, terutama disertai dengan gejala lainnya, seperti demam, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Penyebab Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat terjadi ketika lapisan saluran dalam hidung mengalami pembengkakan akibat iritasi atau peradangan. Penyebabnya bisa bervariasi dan dapat berlangsung secara tiba-tiba (akut) atau bertahap dalam jangka panjang (kronis).

Beberapa penyebab hidung tersumbat akut adalah:

1. Infeksi virus

Infeksi virus, seperti flu biasa, influenza, COVID-19, atau sinusitis akut, dapat menyebabkan hidung tersumbat. Pada COVID-19, hidung tersumbat dapat berlangsung dalam 2-3 minggu.

Selain itu, pada flu biasa atau influenza, hidung tersumbat hanya berlangsung dalam beberapa hari. Sedangkan, hidung tersumbat pada sinusitis akut dapat berlangsung hampir 4 minggu.

2. Rhinitis alergi

Rhinitis alergi atau hay fever adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi. Kondisi ini merupakan penyebab terbanyak hidung tersumbat.

Hidung tersumbat akibat rhinitis alergi dapat berlangsung 2–3 minggu.

3. Rhinitis vasomotor

Rhinitis vasomotor, atau rhinitis non-alergi adalah peradangan pada saluran hidung yang bisa terjadi karena perubahan cuaca, paparan bau yang kuat, paparan asap, serta konsumsi makanan pedas atau bersuhu panas. Kondisi ini membuat pembuluh darah di dalam hidung melebar sehingga dinding hidung membengkak dan menyebabkan hidung tersumbat.

4. Benda asing

Benda asing dapat masuk ke dalam hidung, terutama pada anak-anak. Benda asing yang masuk ke dalam hidung dapat mengiritasi lubang hidung. Akibatnya, lubang hidung membengkak dan berair sehingga membuat hidung tersumbat.

Sedangkan, penyebab hidung tersumbat kronis antara lain:

1. Sinusitis kronis

Sinusitis kronis adalah peradangan sinus selama 12 minggu atau lebih. Kondisi ini menghalangi cairan di dalam hidung untuk mengalir sehingga membuat hidung tersumbat.

2. Polip hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada saluran hidung. Jaringan tidak normal ini biasanya timbul akibat peradangan hidung yang terus-menerus. Kondisi ini menyebabkan hidung tersumbat yang dapat terjadi sampai 12 minggu.

3. Deviasi septum

Deviasi septum adalah kondisi ketika dinding pemisah rongga hidung mengalami pergeseran sehingga salah satu lubang hidung mengecil. Pada kondisi ini, tingkat keparahan hidung tersumbat tergantung pada derajat pergeseran septum hidung.

4. Sindrom Churg-Strauss

Sindrom Churg-Strauss adalah kondisi langka berupa peradangan pada pembuluh darah organ, salah satunya di hidung, sehingga dapat timbul rhinitis alergi.

5. Granulomatosis Wegener

Granulomatosis Wegener adalah kondisi yang jarang terjadi. Kondisi ini dapat mengakibatkan aliran darah ke organ tertentu, seperti hidung, sinus, tenggorokan, paru-paru, dan ginjal, melambat. Akibatnya, kerja organ-organ tersebut menjadi terganggu.

6. Kanker nasofaring

Kanker nasofaring adalah kanker yang menyerang nasofaring, yaitu bagian tenggorokan di belakang rongga hidung. Salah satu gejala yang dapat disebabkan oleh kanker nasofaring adalah hidung tersumbat.

Faktor risiko hidung tersumbat

Hidung tersumbat dapat terjadi pada siapa saja, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang mengalami kondisi tersebut, yaitu:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat hipertensi atau obat pelega hidung bentuk semprot yang digunakan secara berlebihan
  • Menghirup udara yang kering
  • Mengalami pembengkakan kelenjar adenoid, yaitu kelenjar yang terletak di amandel
  • Sedang hamil
  • Mengalami cedera pada hidung
  • Menderita asma
  • Merokok
  • Menderita penyakit tiroid

Gejala Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat merupakan gejala dari suatu kondisi atau penyakit. Hidung tersumbat dapat disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Hidung berair
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Bersin
  • Gatal di hidung
  • Nyeri di wajah
  • Sakit kepala
  • Anosmia (hilangnya penciuman)

Kapan harus ke dokter

Segera ke dokter jika Anda mengalami kondisi di bawah ini:

  • Hidung tersumbat selama lebih dari 10 hari
  • Hidung tersumbat disertai demam selama lebih dari 3 hari
  • Lendir hidung berbau dan berubah warna dari putih kekuningan menjadi hijau keabu-abuan
  • Lendir hidung bercampur darah
  • Tenggorokan terasa sakit dan terdapat bercak putih atau kuning di dalam tenggorokan
  • Hidung tersumbat disertai gangguan penglihatan dan pembengkakan di area kening, mata, sisi hidung, atau pipi
  • Hidung tersumbat, berair, atau mengeluarkan darah setelah mengalami cedera pada hidung

Anda juga perlu segera ke dokter jika mengalami hidung tersumbat ketika sedang menderita asma, emfisema, atau penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh.

Diagnosis Hidung Tersumbat

Dokter akan menanyakan keluhan dan gejala yang muncul, obat-obatan yang dikonsumsi, dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus pada hidung, telinga, dan tenggorokan.

Apabila penyebab hidung tersumbat tidak diketahui atau gejala tidak membaik setelah diobati, maka pasien akan dirujuk ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter THT dapat berupa:

  • Tes alergi, untuk mendeteksi adanya reaksi alergi terhadap zat atau benda tertentu.
  • Kultur dahak atau kultur swab hidung dan tenggorokan, untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri.
  • Nasoendoskopi, untuk melihat kondisi di bagian dalam hidung dengan menggunakan selang kecil berkamera.
  • Pemindaian dengan CT scan atau MRI, untuk melihat bagian dalam hidung jika prosedur nasoendoskopi tidak dapat mendeteksi penyebabnya.

Pengobatan Hidung Tersumbat

Pengobatan hidung tersumbat berdasarkan tingkat keparahan dan penyebabnya. Metode pengobatannya adalah sebagai berikut:

Obat-obatan

Hidung tersumbat biasanya diatasi dengan pemberian obat-obatan, baik obat yang dijual bebas maupun obat resep. Namun, pasien disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum menggunakan obat.

Jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat antara lain:

  • Dekongestan
    Obat golongan ini meredakan pembengkakan pada saluran hidung dan meringankan tekanan pada hidung. Dekongestan tersedia dalam bentuk semprot dan minum. Beberapa contoh obat dekongestan adalah phenylephrine, pseudoephedrine, dan oxymethazoline.
    Dekongestan minum tidak boleh digunakan lebih dari 1 minggu. Sedangkan, penggunaan dekongestan semprot tidak boleh melebihi 3 hari, karena berpotensi memperburuk hidung tersumbat.
  • Antihistamin
    Antihistamin digunakan pada hidung tersumbat yang disebabkan oleh alergi. Penggunaan antihistamin dianjurkan pada malam hari menjelang tidur, karena obat ini dapat menyebabkan kantuk.
  • Obat pereda nyeri
    Obat-obatan pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, dapat digunakan untuk meredakan gejala sakit kepala yang dapat menyertai hidung tersumbat.
    Penting untuk diingat bahwa anak-anak berusia di bawah 4 tahun tidak dianjurkan menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di toko atau apotek. Selain itu, pengggunaan obat juga harus sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan dan petunjuk dokter.

Operasi

Jika hidung tersumbat tidak dapat diatasi dengan obat-obatan, maka dokter dapat menyarankan tindakan operasi. Beberapa jenis operasi yang umumnya dilakukan adalah:

  • Septoplasti, untuk memperbaiki septum yang tidak lurus atau bengkok (deviasi septum
  • Operasi sinusitis, untuk mengatasi peradangan pada sinus
  • Adenoidektomi, untuk mengangkat kelenjar yang terdapat di belakang hidung dan polip hidup

Perawatan mandiri di rumah

Pasien juga dianjurkan untuk melakukan perawatan di rumah. Perawatan mandiri ini bertujuan agar saluran pernapasan tetap lembap, karena saluran pernapasan yang kering akan memperparah hidung tersumbat.

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan adalah:

  • Menggunakan alat pelembap udara dan penghasil uap untuk hidung
  • Menghirup uap hangat
  • Minum air putih yang cukup
  • Menempelkan handuk basah dan hangat di wajah
  • Meninggikan bantal saat tidur
  • Menghindari berenang di kolam yang menggunakan klorin

Komplikasi Hidung Tersumbat

Komplikasi yang dapat terjadi akibat hidung tersumbat tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah flu biasa, komplikasi yang dapat timbul adalah otitis media, terutama pada bayi dan anak.

Pada penderita COVID-19, hidung tersumbat dapat disertai dengan anosmia. Hal ini dapat menurunkan nafsu makan.Selain itu, hidung tersumbat juga dapat menyebabkan tidur mendengkur dan insomnia.

Pencegahan Hidung Tersumbat

Seperti halnya pengobatan, pencegahan hidung tersumbat juga disesuaikan dengan penyebabnya. Pada hidung tersumbat yang disebabkan oleh infeksi virus, pencegahan yang dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi dan menjaga daya tahan tubuh.

Beberapa upaya di bawah ini juga dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan secara umum:

  • Menjaga kebersihan dan selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah beraktivitas.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air yang cukup, olahraga rutin, dan tidur yang cukup.
  • Mengurangi konsumsi minuman beralkohol dan tidak merokok.