Pizolon adalah obat oles dengan kandungan triamcinolone, miconazole, dan neomycin. Obat ini digunakan untuk mengatasi peradangan pada kulit akibat infeksi jamur dan bakteri. Pizolon tersedia dalam bentuk salep dan termasuk obat keras yang hanya boleh diperoleh dengan resep dokter.
Kandungan triamcinolone dalam Pizolon berfungsi sebagai kortikosteroid untuk meredakan peradangan, sedangkan miconazole sebagai antijamur untuk membunuh jamur penyebab infeksi.

Selain kedua kandungan di atas, Pizolon juga mengandung neomycin yang berperan sebagai antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit. Kombinasi ketiganya dapat menghentikan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab infeksi pada kulit, sehingga bisa digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kulit, seperti kurap, kutu air, panu, dan bisul.
Apa Itu Pizolon
| Bahan aktif | Triamcinolone, miconazole, dan neomycin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Kortikosteroid topikal, antijamur, dan antibiotik |
| Manfaat | Mengatasi peradangan pada kulit akibat infeksi jamur atau bakteri, seperti kurap, panu, dan bisul |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Pizolon untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan neomycin dalam Pizolon berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
| Pizolon untuk ibu menyusui | Obat oles berbahan triamcinolone, miconazole, dan neomycin, seperti Pizolon, aman untuk ibu menyusui selama digunakan dalam jangka pendek dan sesuai arahan dokter. |
| Jika Anda perlu mengoleskan Pizolon pada puting, gunakan obat ini setelah menyusui dan pastikan area payudara sudah dibersihkan sebelum kembali menyusui. | |
| Pastikan bayi tidak bersentuhan langsung dengan area kulit Anda yang sedang diobati dengan Pizolon. | |
| Bentuk obat | Krim |
Peringatan sebelum Menggunakan Pizolon
Karena merupakan obat resep, Pizolon perlu digunakan sesuai petunjuk atau arahan dokter. Sebelum menggunakan obat ini, penting bagi Anda untuk memperhatikan hal-hal berikut:
- Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami iritasi atau alergi terhadap bahan yang terkandung dalam produk ini. Pizolon tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap triamcinolone, miconazole, dan neomycin.
- Informasikan kepada kepada dokter jika Anda pernah mengalami iritasi kulit setelah menggunakan obat lain yang tergolong kortikosteroid topikal, seperti desonide atau desoximetasone.
- Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda sedang mengalami demam atau nyeri perut, keputihan yang berbau, atau menderita HIV/AIDS sebelum menggunakan krim yang mengandung miconazole untuk vagina.
- Diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai pemakaian Pizolon jika Anda memiliki penyakit liver, sindrom Cushing, atau diabetes.
- Pastikan untuk memberi tahu ke dokter sebelum menggunakan Pizolon jika terdapat luka bernanah, luka yang besar, luka tusuk, atau luka bakar, di area kulit yang akan diobati.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan tertentu, termasuk suplemen, produk herbal, dan obat oles lain.
- Jangan menggunakan obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Pizolon kecuali atas arahan dokter.
- Jangan mengoleskan Pizolon pada wajah, selangkangan, atau ketiak, kecuali atas instruksi dokter.
- Hindari penggunaan Pizolon untuk mengobati gatal-gatal atau radang kulit pada anak, kecuali atas anjuran dokter.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah memakai Pizolon.
Dosis dan Aturan Pakai Pizolon
Untuk penggunaannya, oleskan krim Pizolon pada area kulit yang mengalami peradangan, 2–3 kali sehari. Maksimum pemakaian obat selama 1 minggu. Bila tidak ada perubahan, segera konsultasikan ke dokter.
Cara Menggunakan Pizolon dengan Benar
Gunakan Pizolon sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menggunakan krim ini terlalu banyak atau terlalu sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai. Penggunaan krim secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi.
Agar hasil pengobatan dengan Pizolon lebih efektif, ikuti langkah-langkah menggunakannya dengan benar berikut ini:
- Pastikan untuk mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum menggunakan Pizolon. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
- Oleskan Pizolon tipis-tipis di area kulit yang perlu diobati hingga merata.
- Jangan menutup atau membalut area yang diolesi krim Pizolon dengan perban kecuali jika disarankan oleh dokter.
- Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Pizolon, kecuali jika mengobati area tangan.
- Berhati-hatilah saat menggunakan Pizolon. Jangan sampai obat ini mengenai mata, atau bagian dalam hidung, mulut, vagina, maupun anus. Bila obat tidak sengaja mengenai area tersebut, segera bilas dengan air bersih.
- Jika lupa menggunakan Pizolon, segera pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pemakaian berikutnya, tidak perlu mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
- Berkonsultasilah melalui Chat Bersama Dokter jika gejala radang kulit belum membaik setelah 1 atau 2 minggu menggunakan Pizolon. Segera ke dokter jika gejala radang kulit makin parah walau waktu pengobatan belum rampung.
- Simpan Pizolon di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Pizolon yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat oles dalam kemasan tube tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.
Interaksi Pizolon dengan Obat Lain
Perlu diketahui, Pizolon hanya untuk penggunaan luar pada kulit. Dengan begitu, kandungan triamcinolone, miconazole, dan neomycin dalam obat ini hanya terserap ke dalam darah dalam jumlah kecil. Alhasil, risiko terjadinya interaksi dengan obat lain tergolong rendah.
Namun, agar lebih aman, jangan mengoleskan Pizolon bersamaan dengan obat oles lain pada area yang sama tanpa persetujuan dokter.
Efek Samping dan Bahaya Pizolon
Pemakaian Pizolon dapat menyebabkan keluhan ringan, seperti gatal, perih, atau iritasi ringan pada kulit. Selain itu, kulit yang diobati bisa menjadi kering atau mengelupas. Namun, keluhan ini umumnya mereda dalam beberapa hari.
Jika efek samping terasa makin berat atau tidak membaik, Anda bisa menggunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang cepat dan tepat.
Segera ke dokter jika penggunaan Pizolon menimbulkan reaksi alergi obat atau keluhan serius, seperti:
- Muncul jerawat yang banyak, folikulitis, atau stretch mark
- Kulit melepuh, bengkak, atau bernanah
- Penipisan atau perubahan warna kulit
- Tumbuh bulu yang banyak di area kulit yang diobati
- Luka sulit sembuh
- Gangguan penglihatan, seperti penyempitan lapang pandang, pandangan buram, nyeri mata, atau muncul lingkaran pelangi saat melihat cahaya
- Buffalo hump (pembengkakan seperti punuk di punggung atas), atau moon face (pembengkakan di wajah sehingga wajah tampak lebih bulat)
Untuk konsultasi dengan dokter, Anda dapat membuat janji secara lebih praktis. Fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER memudahkan Anda untuk melihat jadwal praktik, membaca ulasan pasien, dan memesan janji temu hanya dalam beberapa langkah.