Policresulen Tidak Dianjurkan untuk Obat Sariawan, Ini Alasannya

Policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat sering digunakan masyarakat untuk mengatasi sariawan. Namun, hal ini sebenarnya kurang tepat, sebab risiko efek samping yang ditimbulkan lebih besar ketimbang manfaatnya. Sehingga penting mengetahui penggunaan policresulen yang tepat, agar bisa memperoleh manfaatnya sebagai pengobatan.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan surat resmi yang berisi imbauan untuk tidak menggunakan produk yang mengandung policresulen sediaan cairan obat luar konsentrat, karena alasan keamanan. Sedangkan policresulen dalam bentuk sediaan lain, masih dapat digunakan sebagai salah satu langkah pengobatan pada beberapa kondisi.

Woman with aphtha

Manfaat dan Risiko Efek Samping Policresulen

Policresulen merupakan hasil kondensasi dari asam metacresolsulfonic acid dan methanol, yang memiliki sifat asam. Obat ini memiliki efek sebagai antiseptik (bahan penghambat pertumbuhan mikroorganisme, termasuk bakteri) dan hemostatik (bahan untuk menghentikan perdarahan) yang bisa ditemukan dalam bentuk cairan konsentrat, gel, dan tablet vagina.

Policresulen kerap dimanfaatkan untuk mengatasi peradangan leher rahim (serviks) dan vagina, seperti pada candidiasis atau trikomoniasis, serta untuk menghentikan perdarahan yang terjadi setelah biopsi serviks atau setelah pengangkatan polip di serviks.

Di balik manfaat yang dimiliki, policresulen juga memiliki sejumlah efek samping yang mungkin ditimbulkan, antara lain:

  • Menyebabkan rasa tidak nyaman di sekitar area yang terluka.
  • Vagina menjadi kering dan lapisan dalamnya mengelupas.
  • Timbul reaksi iritasi pada area sekitar penggunaan obat.
  • Muncul reaksi alergi seperti gatal dan bengkak, hingga reaksi anafilaktik.

Meski dipercaya memiliki banyak manfaat, penggunaan policresulen dalam bentuk sediaan cair obat luar dengan konsentrat 36%, kini tidak lagi dianjurkan di Indonesia.

Policresulen Sediaan Cairan Obat Luar Konsentrat 36% Tidak Dianjurkan

Imbauan itu berawal ketika BPOM menerima 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping penggunaan policresulen sediaan cairan obat luar konsentrat 36% (Albothyl) untuk pengobatan sariawan. Para profesional kesehatan menemukan efek samping yang cukup serius dari penggunaan obat tersebut, di antaranya sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi.

Setelah melakukan pengkajian aspek keamanan obat bersama para ahli farmakologi dari berbagai universitas dan klinisi dari asosiasi profesi terkait, BPOM resmi melarang penggunaan obat yang mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36% sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan, serta penggunaannya pada kulit (dermatologi), telinga, hidung dan tenggorokan (THT), juga gigi dan mulut.

Berdasarkan surat resmi dari pemerintah, policresulen sediaan cairan obat luar konsentrat dinyatakan sangat berisiko jika digunakan tanpa pengenceran terlebih dulu. Hal inilah yang membuat penggunaan policresulen sediaan cairan obat luar konsentrat tidak lagi dianjurkan. Pembekuan izin pemasaran Albothyl, dan produk lain sejenis, akan terus diberlakukan sampai perbaikan indikasi yang diajukan produsen disetujui oleh BPOM.

Pilihan Pengobatan Lain untuk Sariawan

Jika Anda terbiasa menggunakan obat-obatan ini untuk mengatasi sariawan, BPOM merekomendasikan agar dapat menggantinya dengan obat lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C.

Dianjurkan untuk senantiasa menjaga asupan nutrisi seimbang, serta rutin menjaga kebersihan gigi dan mulut, untuk mencegah timbulnya sariawan. Anda juga bisa melakukan beberapa langkah berikut di rumah, untuk membantu mengurangi keluhan dan mengobati sariawan secara alami:

  • Kumur cairan larutan garam (1/2 sdt garam dan segelas air), 3 hingga 4 kali dalam sehari.
  • Kompres bagian yang mengalami sariawan dengan es batu, hingga meleleh.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Kumur-kumur dengan mouthwash bebas alkohol.
  • Hindari kebiasaan menyentuh sariawan yang sedang meradang.

Agar lebih aman, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum membeli obat yang dijual bebas di pasaran, termasuk policresulen sebagai sediaan cairan obat luar konsentrat 36%. Dokter akan membantu mengatasi keluhan Anda dengan cara yang tepat dan aman.

 

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi