Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang baik diolah sebagai menu MPASI. Sayuran berwarna hijau ini mengandung beragam nutrisi yang sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang bayi. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai manfaat brokoli untuk MPASI, simak artikel ini, yuk, Bun.

Brokoli merupakan sayuran dengan kadar kandungan air yang tinggi, yaitu sekitar 89%. Selain itu, brokoli juga menyimpan ragam nutrisi yang diperlukan Si Kecil, seperti karbohirat, protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, vitamin B9, kalium, mangan, fosfor, zat besi, dan senyawa tumbuhan lainnya.

Ragam Manfaat Brokoli untuk MPASI - Alodokter

Manfaat Brokoli untuk MPASI Bayi

Brokoli mengandung banyak nutrisi bermanfaat, maka sayang sekali rasanya jika Bunda melewatkan brokoli sebagai menu MPASI Si Kecil. Nah, berikut ini adalah beragam manfaat brokoli yang bisa didapatkan oleh bayi melalui MPASI:

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Brokoli kaya akan kandungan vitamin C. Dalam 1 porsi (± 25 gram) brokoli yang dimasak, terdapat kandungan vitamin C yang bisa memenuhi sekitar 31% kebutuhan harian vitamin ini. Vitamin C dapat memperkuat sistem imunitas tubuh untuk melawan virus, bakteri, serta parasit penyebab penyakit.

Tidak hanya itu, vitamin C juga meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh bayi. Zat besi diketahui memiliki peranan yang penting untuk membentuk hemoglobin yang membantu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh bayi. Peran ini tentu penting untuk menjaga fungsi normal organ dan jaringan tubuh.

2. Membantu proses pembekuan darah

Brokoli mengandung banyak vitamin K, yaitu vitamin yang penting dalam menunjang pembekuan darah. Kekurangan vitamin K pada bayi bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Pada tingkat yang parah, perdarahan bisa terjadi pada otak atau saluran cerna.

Selain itu, vitamin K juga penting untuk menunjuang pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi.

3. Memelihara kesehatan pencernaan

Bunda, saluran pencernaan yang sehat dapat menyerap nutrisi dari makanan secara optimal. Saluran pencernaan yang sehat juga cerminan sistem imun yang sehat. Oleh karena itu, kesehatan sistem pencernaan Si Kecil perlu dijaga. Salah satu caranya adalah dengan rutin mengonsumsi brokoli.

Kandungan serat dan kadar air yang tinggi dalam brokoli dapat membantu meningkatkan pergerakan usus, melancarkan pencernaan makanan, dan meningkatkan jumlah bakteri baik (probiotik). Jadi, bayi yang mendapatkan nutrisi ini dengan cukup juga bisa terhindar dari gangguan pencernaan, seperti sembelit dan diare.

4. Mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas

Brokoli mengandung beragam senyawa bioaktif, seperti sulforaphane, indole-3-carbinol, dan kaempferol. Senyawa-senyawa ini mampu berperan sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel akibat kelebihan radikal bebas. Manfaat brokoli ini dapat melindungi anak dari berbagai penyakit, lho, Bun.

5. Menjaga kesehatan mata

Kesehatan mata perlu dijaga sedini mungkin. Pasalnya, mata sangat berperan penting dalam proses tumbuh kembangnya, Bun. Nah, salah satu cara untuk menjaga kesehatan mata Si Kecil adalah memberikannya brokoli sebagai menu MPASI.

Brokoli mengandung vitamin A dan senyawa lutein, zeaxanthin, dan beta karoten, yang berkontribusi untuk menunjang kesehatan mata bayi.

Untuk memasukkan brokoli sebagai menu MPASI, Bunda perlu menunggu hingga Si Kecil berusia 8–10 bulan, karena pada umur ini, sistem pencernaannya sudah lebih matang. Pasalnya, brokoli mengandung gula rafinosa yang dapat menyebabkan perut begah jika tidak tercerna dengan baik.

Jadi, perhatikan porsi brokoli dalam sehari ya, Bun. Selain itu, pastikan juga Bunda memilih brokoli yang masih bagus, dengan kuntum yang masih padat, serta warna hijau tua yang segar.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, Bunda harus memberikan berbagai variasi MPASI sehat untuknya. Jika Bunda masih memiliki pertanyaan terkait brokoli atau menu lain dalam MPASI Si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.