Rambut bayi tumbuh tidak rata sering membuat Bunda khawatir, apalagi jika perbedaannya tampak jelas di bagian kepala tertentu. Meski terlihat mencolok, kondisi ini sebenarnya umum terjadi selama masa tumbuh kembang bayi. Namun, penting bagi Bunda untuk mengetahui penyebab serta tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai agar tetap bisa memberikan perawatan terbaik untuk Si Kecil.
Setiap bayi memiliki pola pertumbuhan rambut yang berbeda-beda. Ada yang sejak lahir sudah memiliki rambut lebat, ada pula yang rambutnya tipis atau bahkan hampir tidak terlihat.

Rambut bayi tumbuh tidak rata sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi pada bayi dan biasanya tidak berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan rambut bayi tampak tidak merata. Karena itu, memahami penyebab rambut bayi tumbuh tidak rata dan cara perawatannya akan membantu Bunda tetap tenang dan tahu kapan sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter.
Beragam Penyebab Rambut Bayi Tumbuh Tidak Rata
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan rambut bayi tumbuh tidak rata. Berikut ini di antaranya:
1. Perubahan hormon setelah lahir
Pada saat bayi masih berada di dalam kandungan, kadar hormon di tubuhnya sangat dipengaruhi oleh hormon ibu. Namun, setelah lahir, kadar hormon di dalam tubuh bayi akan mengalami penurunan karena bayi tidak lagi mendapat pasokan hormon dari tubuh ibunya.
Nah, penurunan kadar hormon secara drastis di tubuh bayi ini bisa menyebabkan bayi mengalami kerontokan rambut pada usia 1–6 bulan. Selama masa ini, pertumbuhan rambut baru kadang tidak langsung merata. Inilah sebabnya beberapa bagian kepala tertentu tampak memiliki rambut lebih tipis atau bahkan tidak berambut, sementara bagian lain mulai ditumbuhi rambut baru.
Meski begitu, Bunda tidak perlu khawatir karena proses tersebut sepenuhnya normal dan rambut biasanya akan tumbuh kembali secara perlahan hingga merata seiring bertambahnya usia bayi.
2. Genetik
Gen dari orang tua sangat berperan dalam menentukan pola pertumbuhan rambut bayi. Nah, jika Ayah atau Bunda memiliki pola pertumbuhan rambut yang lambat, tipis, atau tidak merata saat kecil, besar kemungkinan Si Kecil juga akan mengalami hal yang sama.
3. Gesekan berlebih
Bayi yang sering tidur dalam posisi tertentu, misalkan terlentang atau berbaring miring, dalam waktu yang lama dapat mengalami penipisan rambut di belakang atau samping kepala. Hal ini karena gesekan yang terjadi terus-menerus antara rambut bayi dan kain atau bantal dapat membuat rambut lebih mudah rontok dan pertumbuhan rambut baru terhambat sehingga rambut bayi tumbuh tidak rata.
Namun, Bunda nggak perlu khawatir, karena setelah bayi mulai tengkurap atau duduk sendiri, rambut di area tersebut biasanya akan tumbuh rata kembali.
4. Cradle cap
Cradle cap adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada bayi yang ditandai dengan munculnya bercak atau kerak bersisik tebal berwarna kekuningan di kulit kepala.
Kondisi ini sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan rambut bayi tumbuh tidak rata. Namun, penanganan untuk membersihkan kerak tersebut, misalnya dengan menggosok kulit kepala bayi menggunakan jari atau kain, bisa membuat rambut bayi yang masih rapuh dan tipis menjadi rontok.
Nah, karena yang rontok hanya sebagian, hal itu kemudian menyebabkan area rambut tertentu menjadi tampak tipis dan tumbuh tidak rata.
5. Infeksi jamur di kulit kepala
Infeksi jamur (tinea capitis) di kulit kepala bayi juga bisa membuat rambut bayi tumbuh tidak rata. Hal ini karena infeksi jamur dapat membuat kulit kepala bayi jadi meradang. Akibatnya, akar rambut bayi menjadi lemah sehingga rambut di bagian yang terkena infeksi bisa rontok dengan mudah dan pertumbuhannya menjadi lambat.
Selain menyebabkan rambut bayi tumbuh tidak rata, infeksi jamur di kulit kepala bayi juga bisa menyebabkan kulit kepala bayi jadi tampak kemerahan, terasa gatal, dan bersisik.
6. Alopecia areata
Penyebab lain yang bisa membuat rambut bayi tumbuh tidak rata adalah alopecia areata. Ini adalah penyakit autoimun langka, di mana sistem kekebalan tubuh bayi menyerang dan merusak folikel rambutnya sendiri. Hasilnya, rambut rontok secara tiba-tiba dan membentuk pitak bulat yang halus di area tertentu sehingga rambut tampak tumbuh tidak rata.
Meski kasus ini jarang terjadi pada bayi, munculnya area pitak di kepala bayi perlu diwaspadai dan sebaiknya diperiksakan ke dokter anak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Cara Mengatasi Rambut Bayi Tumbuh Tidak Rata
Jika rambut bayi tumbuh tidak rata, Bunda nggak perlu khawatir karena kondisi ini sering kali bukan disebabkan oleh kondisi berbahaya dan umumnya dapat membaik seiring bertambahnya usia bayi.
Namun, ada beberapa perawatan yang dapat Bunda lakukan untuk menjaga kesehatan kulit kepala serta rambut bayi. Berikut ini di antaranya:
1. Jaga kebersihan kulit kepala bayi
Cucilah rambut dan kulit kepala bayi secara rutin, yaitu sebanyak 2–3 kali seminggu menggunakan sampo khusus bayi yang lembut dan tidak mengandung bahan kimia keras. Pasalnya, membersihkan kepala bayi secara teratur dapat membantu menghilangkan kotoran, minyak berlebih, dan mencegah munculnya kerak (cradle cap) yang menjadi penyebab rambut bayi tidak tumbuh rata.
Namun, pastikan Bunda membilas sampo sampai benar-benar bersih ya agar tidak ada sisa sampo yang tertinggal di kulit kepala bayi sehingga risiko yang menyertainya dapat dicegah.
2. Hindari menggosok kepala terlalu kuat
Setelah keramas, keringkanlah rambut bayi menggunakan handuk bersih dan berbahan halus dengan cara ditepuk-tepuk secara lembut, jangan menggosoknya. Pasalnya, menggosok kepala bayi bisa menyebabkan rambut bayi rontok dan kulit kepala bayi iritasi.
3. Variasikan posisi tidur bayi
Usahakan untuk mengubah posisi tidur bayi secara berkala jika memungkinkan, misalnya dari terlentang menjadi miring ke arah kanan atau kiri. Soalnya, hal ini akan mengurangi tekanan di salah satu sisi kepala dan mencegah rambut bayi rontok atau menipis akibat gesekan berulang di area yang sama.
Tak hanya mencegah rambut bayi makin tumbuh tidak rata, cara ini juga dapat membantu mengurangi risiko terjadinya plagiocephaly atau peyang pada kepala bayi.
4. Jangan mencukur rambut bayi secara paksa
Banyak yang meyakini bahwa mencukur rambut bayi akan mempercepat atau menebalkan rambut bayi. Namun, secara medis hal ini ternyata belum terbukti lho, Bun.
Meski begitu, Bunda tetap boleh mencukur rambut bayi jika memang ingin merapikan bagian yang terlalu tidak rata kok asalkan dilakukan hati-hati dan menggunakan alat yang bersih. Namun, hindari mencukur rambut bayi jika ia sedang mengalami cradle cap yang parah, infeksi, atau luka terbuka di kulit kepala ya.
5. Oleskan minyak rambut khusus bayi
Mengoleskan minyak rambut yang terbuat dari bahan alami, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun, dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan merangsang pertumbuhan rambut bayi. Dengan begitu, ketebalan rambut bayi pun menjadi rata.
Namun, pilihlah produk yang memang diformulasikan khusus untuk bayi dan sudah terjamin keamanannya sehingga tidak menimbulkan risiko berbahaya pada bayi. Jika bayi memiliki riwayat kulit sensitif atau alergi, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan minyak apapun di kulit kepala bayi.
Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi rambut bayi tumbuh tidak rata. Jika pertumbuhan rambut yang tidak rata pada bayi disertai dengan munculnya ruam, luka, kerak tebal yang sulit hilang, gatal hingga bayi menggaruk kepala, atau bayi tampak sering rewel, bahkan hingga terjadi perdarahan di kulit kepala bayi, periksakanlah Si Kecil ke dokter agar ia mendapatkan penanganan yang tepat.