Gejala untuk tiap jenis kerontokan rambut berbeda-beda. Ada yang hanya menyerang rambut di kepala dan ada yang menyerang rambut di bagian tubuh lain.

Pria yang berusia di atas 35 tahun umumnya mengalami rambut rontok. Kebotakan ini memiliki pola spesifik, yaitu garis rambut yang bergeser naik dan cenderung membentuk huruf M, serta penipisan rambut di bagian ubun-ubun dan samping kepala.

Pada wanita, kerontokan rambut umumnya terjadi karena faktor usia dan perubahan hormon. Dampaknya terlihat jelas setelah mereka mengalami menopause. Tetapi pola penipisan rambut wanita biasanya hanya terjadi di bagian atas kepala. Rambut yang tumbuh juga lebih tipis dan lebih pendek.

Jika Anda menjalani kemoterapi, kerontokan rambut biasanya akan memiliki dampak menyeluruh, termasuk kulit kepala, wajah, dan tubuh. Tetapi sebagian besar tidak bersifat permanen dan rambut biasanya dapat tumbuh kembali setelah beberapa bulan berhenti menjalani kemoterapi

Kerontokan juga ada yang membentuk pitak. Pada kasus pitak, kulit tempat tumbuhnya rambut biasanya terasa gatal atau bahkan perih sebelum rambut rontok. Selain terjadi pada kulit kepala, kerontokan juga terkadang muncul di bagian wajah, misalnya alis.

Anda juga bisa mengalami penipisan rambut secara drastis karena tiba-tiba mengalami kerontokan yang parah. Hal ini biasanya disebabkan oleh tekanan psikologis atau fisik yang berat dan terjadi secara tiba-tiba, misalnya karena stres atau setelah menjalani operasi besar.

Jika Anda mengalami kerontokan rambut yang muncul secara mendadak dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya, disarankan untuk segera menghubungi dokter karena dikhawatirkan ada penyakit yang menjadi penyebabnya.