Selain bagian dari proses penuaan, rambut rontok juga bisa disebabkan oleh suatu kondisi medis, keturunan, atau faktor psikologis. Seseorang yang sering menjalani proses kimia pada rambut. misalnya mewarnai dan meluruskan rambut secara permanen, juga lebih rentan untuk mengalami kerontokan rambut.

Pengaruh asupan gizi

Asupan gizi yang buruk juga berpengaruh karena dapat menyebabkan helai rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis dan rapuh. Bagi Anda yang sedang atau akan menjalani diet juga harap berhati-hati karena diet yang ekstrem dapat menyebabkan kerontokan rambut. Sebagai contoh, kekurangan zat zinc dan protein dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Pengaruh hormon

Kebotakan pria umumnya adalah akibat efek hormon. Folikel rambut yang terlalu sensitif terhadap hormon dihidrotestosteron (DHT) diduga menjadi penyebab kerontokan rambut yang berlebihan pada pria. Meningkatnya hormon DHT membuat rambut makin tipis dan tumbuh lebih pendek dari biasanya. Proses kebotakan akan terjadi secara bertahap karena tidak semua folikel terpengaruh pada saat yang sama.

Wanita yang telah memasuki masa menopause biasanya akan mengalami kerontokan karena perubahan hormon.

Pengobatan kanker

Pengobatan kanker seperti kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi bisa menyebabkan jenis kerontokan rambut yang disebut anagen effluvium. Kerontokan rambut ini berdampak menyeluruh, termasuk pada kulit kepala, wajah, dan tubuh. Namun kondisi ini tidak bersifat permanen dan rambut biasanya dapat tumbuh kembali setelah beberapa bulan berhenti menjalani kemoterapi atau terapi kanker lainnya.

Efek samping obat-obatan

Kerontokan rambut juga bisa disebabkan oleh obat-obatan. Misalnya, obat-obatan yang biasa digunakan untuk menangani artritis, depresi, gangguan jantung, serta tekanan darah tinggi.

Faktor psikologis

Pada jenis ini, penderita akan mengalami penipisan rambut kepala tapi tidak selalu mengalami kebotakan. Kerontokan ini cenderung berkurang tanpa penanganan medis khusus. Penyebabnya dapat berupa stres, depresi, atau tekanan fisik yang berat (misalnya, setelah menjalani operasi besar atau baru sembuh dari infeksi yang parah).

Diabetes, hipertiroidisme, dan sindrom Down

Kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan jenis kerontokan rambut yang disebut alopesia areata yang ditandai dengan pitak seukuran koin besar. Kerontokan ini biasanya terjadi pada remaja dan kalangan dewasa muda. Namun masalah ini tidak bersifat permanen sehingga rambut bisa tumbuh kembali.

Ada sebagian penderita alopesia areata yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama atau dengan penyakit autoimun. Karena itu, para pakar menduga ada gen tertentu yang menyebabkan alopesia areata.

Pengaruh Penyakit Lain

Kebotakan yang bersifat permanen karena rusaknya folikel rambut atau tempat tumbuhnya akar rambut sering kali disebabkan oleh kondisi medis yang menyerang kulit. Beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan kebotakan permanen adalah lichen planus, lupus eritematosus diskoid, skleroderma, dan folliculitis decalvans.