Berciuman bibir merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan ketika sedang berhubungan seksual. Namun di balik kenikmatannya, aktivitas berciuman ini dapat menjadi media penularan berbagai penyakit. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa satu ciuman bibir selama 10 detik saja dapat menularkan sekitar 80 juta bakteri.

Berciuman bibir dengan orang yang disayangi memang mendatangkan banyak manfaat secara psikologis, bahkan juga untuk kesehatan tubuh. Kendati demikian, melakukan ciuman bibir dengan orang yang sedang terinfeksi penyakit dapat membuatmu ikut terkena penyakit yang sama.

Romantisme Ciuman Bibir Berisiko Membawa 8 Penyakit - Alodokter

Lewat penelitian, ditemukan bahwa pasangan yang sering berciuman ternyata memiliki tipe bakteri yang sama di dalam air liurnya. Hasil ini membuktikan bahwa saat berciuman, terjadi perpindahan bakteri antara kedua orang. Di sisi lain, ada yang menyebut bahwa perpindahan bakteri ini baik untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Meski begitu, dugaan tersebut masih belum terbukti secara klinis.

Beragam Penyakit akibat Berciuman Bibir

Berikut adalah penyakit yang bisa ditularkan melalui ciuman bibir, yaitu:

  • Pilek
    Pilek dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan virus lewat udara atau melalui cairan tubuh di saluran napas, seperti dahak atau ingus orang yang terinfeksi. Berciuman membuat orang lebih mudah terpapar virus ini.
  • Demam kelenjar
    Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr ini disebut juga dengan penyakit ciuman atau mononukleosis. Penyakit ini dapat dikenali dengan gejala-gejala berupa tenggorokan terasa panas, sakit kepala, demam, nyeri di seluruh tubuh, ruam, serta pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan ketiak. Meski umumnya demam kelenjar tidak membahayakan, tapi penyakit ini terkadang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pembesaran limpa, gangguan hati, trombositopenia, anemia, pembengkakan amandel, peradangan otot jantung, dan komplikasi pada sistem saraf. Komplikasi ini biasanya akan lebih mudah terjadi pada mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Infeksi herpes
    Herpes genital muncul karena infeksi herpes simplex virus (HSV). Ada dua jenis virus herpes simplex, yaitu tipe 1 (HSV-1) dan tipe 2 (HSV-2). HSV 1 inilah yang umumnya dapat ditularkan dari mulut ke mulut sehingga menyebabkan herpes oral, yaitu infeksi pada mulut dan bibir. Virus herpes simpleks penyebab infeksi ini dapat ditularkan jika seseorang berciuman dengan pengidap herpes. Terlebih jika terdapat luka melepuh pada pengidapnya, bahkan jika luka itu telah sembuh.
  • Cacar air
    Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Meski umumnya terjadi pada anak, tapi kondisi ini juga dapat menjadi lebih buruk jika menyerang orang dewasa. Terutama bagi mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.
    Kemunculan cacar air biasanya diawali dengan gejala-gejala seperti demam, kehilangan nafsu makan, kelelahan, sakit kepala, dan timbul ruam di seluruh tubuh. Virus penyebab cacar air ini dapat ditularkan melalui kontak langsung, seperti berciuman atau dari aliran udara yang dihirup.
  • Kutil
    Kutil disebabkan oleh virus Human papillomavirus (HPV). Ada sekitar 100 jenis virus HPV yang bisa memicu munculnya kutil. Salah satu jenis kutil yang tumbuh di sekitar hidung dan mulut adalah kutil filiform. Kutil jenis ini biasanya berbentuk kecil dan memiliki warna yang sama dengan warna kulit. Kutil pada mulut ini dapat menular melalui ciuman, terutama ketika ada area di sekitar mulut yang sedang mengalami luka.
  • Penyakit yang disebabkan bakteri meningokokus
    Bakteri meningokokus dapat menyebabkan meningitis dan septikemia. Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan saraf tulang belakang. Sedangkan septikemia adalah kondisi di mana infeksi bakteri sudah menyebar ke dalam darah, sehingga dikenal juga dengan sebutan infeksi darah atau keracunan darah. Jika tidak segera ditangani, septikemia dapat berkembang menjadi komplikasi berbahaya yang disebut dengan sepsis. Sepsis adalah peradangan seluruh tubuh yang dapat menyebabkan pembekuan darah dan terhalangnya suplai oksigen menuju organ-organ vital.
  • Radang tenggorokan
    Radang tenggorokan sering kali disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri Streptococcus. Keduanya sangat mudah menyebar melalui air liur. Ketika berciuman dengan orang yang sedang sakit tenggorokan akibat infeksi, seseorang dapat tertular virus atau bakteri penyebab radang tenggorokan ini.
  • Hepatitis B
    Virus ini umumnya dapat menular melalui kontak terhadap cairan tubuh penderitanya seperti darah dan air mani, kontak ini bisa terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman atau penggunaan jarum bergantian dengan penderita hepatitis B. Selain pada darah dan air mani, virus hepatitis B juga terdapat pada air liur.
    Meski demikian, risiko penularan virus hepatitis B melalui ciuman masih belum dapat dipastikan. Jika tidak terdapat luka terbuka pada mulut penderitanya, kecil kemungkinan hepatitis B dapat menular ke orang lain melalui ciuman.

Kabar baiknya, penyakit serius akibat ciuman bibir sebenarnya sangat jarang terjadi. Meski memiliki risiko untuk menularkan penyakit, bukan berarti kamu dilarang berciuman dengan pasangan. Risiko penularan penyakit dapat dikurangi dengan menerapkan kebiasaan hidup yang sehat, antara lain dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut, menghindari ciuman bibir dengan pasangan ketika sedang sakit, dan menjalani imunisasi untuk mencegah tertular penyakit akibat berciuman bibir.