Pantangan hemodialisis dapat berupa konsumsi makanan atau minuman tertentu. Makanan atau minuman tersebut perlu dihindari agar kerja ginjal menjadi ringan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari.

Hemodialisis atau cuci darah adalah prosedur yang bertujuan untuk membantu ginjal dalam membersihkan darah dari zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Meski demikian, prosedur ini tidak bekerja seoptimal ginjal yang sehat, sehingga beberapa zat sisa maupun cairan mungkin masih menumpuk di tubuh.

5 Pantangan Hemodialisis yang Penting Diketahui - Alodokter

Oleh karena itu, pasien hemodialisis perlu membatasi asupan cairan dan makanan tertentu sebagai pantangan hemodialisis demi kesehatan yang lebih baik.

Beberapa Pantangan Hemodialisis

Dokter mungkin akan meminta pasien untuk membatasi jenis makanan tertentu selama masih menjalani prosedur cuci darah. Berikut ini adalah beberapa hal atau jenis makanan tertentu yang perlu dibatasi saat menjalani hemodialisis:

1. Minum banyak cairan

Ginjal yang sudah menurun fungsinya tidak dapat membuang semua cairan yang dikonsumsi dengan sempurna sehingga menyebabkan kelebihan cairan dalam tubuh. Kondisi ini akhirnya membebani kerja jantung dan paru-paru.

Oleh karena itu, untuk meminimalkan kelebihan cairan, dokter atau ahli gizi akan memberikan takaran berapa banyak cairan yang bisa dikonsumsi setiap harinya. Ini  termasuk cairan yang diperoleh dari aneka jenis makanan, seperti kari, sup, puding, atau es krim. 

Untuk mengurangi cairan di dalam tubuh, Anda dianjurkan untuk:

  • Menghindari makanan asin
  • Mengurangi rasa haus dengan makan permen bebas gula atau anggur beku
  • Memantau jumlah cairan yang dikonsumsi menggunakan tempat minum khusus 

2. Makanan tinggi fosfor

Pantangan hemodialisis berikutnya adalah membatasi konsumsi makanan tinggi fosfor, seperti daging merah, ikan, susu dan produk olahannya, sereal, kentang, brokoli, roti, minuman cokelat, soda, bir, dan wine. 

Konsumsi makanan tersebut perlu dibatasi karena fungsi ginjal sudah tidak optimal, sehingga fosfor rentan untuk menumpuk di darah. Ketika fosfor ini menumpuk, Anda rentan untuk alami kulit gatal, kerusakan tulang, dan pengerasan pembuluh darah.

Seiring waktu, kadar fosfor yang tinggi ini bisa menyebabkan pasien hemodialisis berisiko terkena serangan jantung, stroke, dan kematian.

3. Makanan yang mengandung kalium

Makan terlalu banyak kalium ketika ginjal sedang sakit dapat membuat otot menjadi lemah dan memengaruhi detak jantung, bahkan mungkin menyebabkan serangan jantung. 

Oleh karena itu, batasilah makanan yang memiliki kandungan kalium tinggi, seperti alpukat, jeruk, pisang, kelapa, delima, melon, mangga, tomat, kurma, ubi, sereal, kacang-kacangan, jamur, bayam, kopi, cokelat, dan kentang.

4. Makanan tinggi garam

Pantangan hemodialisis terakhir adalah garam (sodium). Terlalu banyak garam dalam tubuh dapat menyebabkan sejumlah masalah, seperti pembengkakan, tekanan darah tinggi, sesak napas, dan penumpukan cairan di sekitar jantung dan paru-paru.

Untuk itu, hindarilah makanan-makanan yang tinggi garam, seperti mie instan, makanan kaleng, keju, daging olahan, dan kerupuk.

Sebaliknya, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein, seperti daging ayam, ikan, telur, dan kacang kedelai. Gunanya untuk mengganti asupan protein yang terbuang ketika proses cuci darah berlangsung.

5. Mengonsumsi obat, suplemen, atau herbal tanpa anjuran dokter

Selain makanan, pantangan hemodialisis yang tidak kalah penting adalah mengonsumsi obat, suplemen, maupun produk herbal tanpa pengawasan dokter.

Berbagai jenis obat, termasuk obat bebas, suplemen vitamin, hingga produk herbal, tetap harus diproses oleh ginjal. Pada kondisi fungsi ginjal yang sudah menurun, zat-zat tersebut berisiko menumpuk di dalam tubuh dan justru dapat memperberat kerja ginjal.

Tidak hanya itu, beberapa produk herbal juga dapat mengandung zat tertentu yang berpotensi merusak ginjal atau berinteraksi dengan obat yang sedang dikonsumsi pasien. Jika digunakan sembarangan, kondisi ginjal bisa semakin memburuk dan komplikasi pun lebih mudah terjadi.

Oleh karena itu, pasien hemodialisis sebaiknya hanya mengonsumsi obat, suplemen, maupun produk herbal sesuai dengan anjuran dan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter. Hindari penggunaan produk apa pun tanpa konsultasi terlebih dahulu, meskipun produk tersebut diklaim “alami” atau “aman”.

Bila Anda akan atau sedang menjalani proses hemodialisis, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter terkait pantangan hemodialisis dan pola makan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Ini dilakukan supaya hemodialisis bisa berjalan dengan lancar.

Konsultasi ini bisa dilakukan secara online melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.