Telinga kemasukan air sering kali dialami oleh mereka yang hobi berenang. Untuk menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh, berenang secara rutin memang baik. Tapi berhati-hatilah, karena saat berenang telinga Anda bisa kemasukan air.

Air yang masuk ke telinga dalam jangka waktu lama dan terjadi secara berulang-ulang bisa meningkatkan risiko peradangan dan infeksi pada saluran telinga. Hal ini sering terjadi pada orang yang sering berenang.

6 Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air - Alodokter

Peradangan yang dimaksud bisa berupa kemerahan dan pembengkakan pada saluran telinga eksternal (luar). Bagian ini merupakan saluran yang terletak di antara telinga bagian luar dan gendang telinga. Di dalam dunia medis, gangguan peradangan pada bagian ini biasa disebut dengan otitis eksterna.

Gejala Infeksi Akibat Telinga Kemasukan Air

Pada awalnya, gejala telinga kemasukan air bersifat ringan. Namun jika tidak segera diobati atau infeksi sudah menyebar, gejala akan bertambah parah. Gejala infeksi yang bersifat ringan meliputi:

  • Telinga tampak kemerahan
  • Gatal di saluran telinga
  • Nyeri saat daun telinga ditarik
  • Keluar cairan bening yang tidak berbau

Gejala-gejala yang tingkat keparahannya menengah dapat berupa:

Pada tahap yang parah, gejalanya meliputi:

  • Rasa nyeri yang parah menyebar ke daerah wajah, leher, atau sisi kepala
  • Kemerahan dan pembengkakan bagian luar telinga
  • Saluran telinga mengalami penyumbatan seluruhnya
  • Demam
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak

Penanganan oleh Dokter

Jika muncul keluhan pada telinga, segera hubungi dokter spesialis THT untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Pertama kali, dokter kemungkinan akan membersihkan saluran telinga. Selanjutnya, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi infeksi dan rasa sakit.

Selama pengobatan, Anda disarankan untuk tidak berenang atau menjaga telinga agar tidak kemasukan air selama setidaknya 2 minggu.

Otitis eksterna yang tidak kunjung ditangani secara tepat bisa menimbulkan beberapa masalah, seperti:

  • Otitis eksterna kronis yang berlangsung secara berkepanjangan atau berulang-ulang
  • Otitis eksterna bersifat ganas yang terjadi akibat infeksi menyebar dan merusak ke tulang rawan juga tulang tengkorak
  • Penyempitan saluran telinga
  • Pembengkakan dan infeksi pada wajah

Cara Mengeluarkan Air dari Telinga

Agar masalah telinga kemasukan air tidak berkembang menjadi kondisi yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera upayakan untuk mengeluarkan air yang masuk ke telinga.

Beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan untuk mengeluarkan air dari telinga:

1. Lap telinga dengan kain

Saat telinga kemasukan air, cara mudah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengelap telinga menggunakan kain. Mengelap telinga bagian luar secara perlahan-lahan memakai kain atau handuk yang halus mungkin bisa menyerap sebagian air di telinga.

Lap telinga sambil memiringkan telinga yang kemasukan air ke arah kain. Pastikan untuk tidak mendorong kain ke bagian dalam telinga karena justru akan mendorong air.

2. Miringkan kepala ke samping

Cara lain untuk mengeluarkan air dari telinga adalah dengan memiringkan kepala ke arah telinga yang kemasukan air. Tariklah daun telinga agar saluran telinga membuka lebih luas sehingga memudahkan air keluar.

3. Berbaring miring

Air akan mengalir menuju tempat lebih rendah karena pengaruh gaya gravitasi. Untuk itu, cobalah berbaring miring agar cairan bisa dengan mudah keluar setidaknya selama beberapa menit. Biasanya daun telinga akan terasa hangat ketika air keluar.

4. Menguap

Cara lain yang mungkin bisa membantu mengeluarkan air dari dalam telinga, terutama dari bagian Eustachius, adalah dengan menguap. Gerakan ini mungkin saja membantu melegakan ketegangan bagian telinga sehingga bisa mendorong air keluar.

5. Mengunyah sesuatu

Biasanya air yang masuk ke telinga akan terjebak di bagian tabung eustachius. Bagian tersebut merupakan salah satu bagian dari telinga bagian dalam.

Untuk membantu membebaskan air sehingga bisa dikeluarkan dengan mudah, gerakan mengunyah bisa membantu. Jika perlu, mengunyahlah sembari memiringkan kepala agar air makin mudah keluar.

6. Menggunakan pengering rambut

Panas dari pengering rambut dapat membantu menguapkan air di dalam saluran telinga. Caranya, nyalakan pengering rambut di suhu terendah. Pegang pengering rambut sekitar sejengkal dari telinga dan gerakkan secara maju mundur.

Jika tindakan-tindakan tersebut masih belum berhasil mengatasi kondisi telinga kemasukan air, tidak ada salahnya untuk mendatangi dokter spesialis THT terdekat.

Anda juga harus segera ke dokter bila telinga terasa nyeri, berdenging, keluar darah dari telinga, hingga terjadi gangguan pendengaran.