Banyak orang tua mungkin merasa canggung jika membicarakan masalah seks dengan anak-anak mereka. Padahal, pendidikan seks sangat penting diberikan kepada anak, agar mereka dapat memiliki sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terkait kesehatan seksual dan proses reproduksi.

Memberikan pendidikan seks pada anak, dapat membantu mereka terhindar dari penyimpangan dan bahaya pelecehan seksual. Anak juga akan menjadi paham bagaimana menjaga kesehatan organ seksual dan reproduksinya. Selain itu, tentu juga dapat membantu mereka untuk memahami risiko dari hubungan seksual pranikah, apalagi yang tidak terproteksi. Misalnya, risiko hamil di luar nikah atau terjangkit penyakit menular seksual.

Sebelum Terlambat, Ayo Berikan Pendidikan Seks kepada Anak - Alodokter

Cara Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak

Di sebagian sekolah, kemungkinan guru mengajarkan pendidikan seks sebagai bagian dari pendidikan anak. Namun, sebaiknya orang tua juga mengajarkannya. Sangat mungkin sekali, anak Anda akan lebih terbuka dan mendengarkan penjelasan Anda dibandingkan penjelasan guru di sekolah.

Waktu yang tepat membahas pendidikan seks untuk anak adalah saat anak mulai memasuki masa pubertas, yaitu sekitar 12 tahun. Hal ini karena anak sudah mendapatkan pengetahuan dasar tentang perkembangan organ tubuh wanita dan pria beserta fungsinya. Selain itu, beberapa anak juga mungkin sudah mengetahui seperti apa aktivitas seksual dan fungsinya bagi pasangan suami istri.

Berikut adalah beberapa cara membicarakan pendidikan seks dengan anak:

  • Membicarakan tentang seks dengan anak harus dilakukan secara halus. Jangan memakai nada yang menggurui, sehingga anak malas mendengarkannya.
  • Suasana yang mendukung sangat penting untuk memulai pembicaraan ini. Sebagai contoh, ketika ada berita tentang pergaulan bebas di media massa, Anda bisa memanfaatkan situasi ini untuk menyelipkan topik seks ke dalam bahan pembicaraan
  • Sebelum memberikan informasi, persiapkan diri Anda, dan hindari rasa takut atau canggung dalam memberikan pendidikan seks pada anak.
  • Persiapkan juga diri Anda dalam menjawab pertanyaan anak yang mungkin dapat mengejutkan.
  • Berikan pengetahuan yang faktual, dan jangan menyembunyikan kenyataan hanya karena Anda merasa tidak nyaman membicarakannya.
  • Jadikan permbicaraan dua arah. Biarkan anak mengemukakan pendapatnya mengenai seks. Jika opininya menentang seks bebas, Anda bisa berlega hati, karena ternyata dia mengerti mana hal yang baik dan buruk untuk dilakukan. Namun jika dia mendukung seks bebas, jangan langsung Coba dengarkan pendapatnya mengenai hal tersebut. Jadikan kesempatan ini untuk memberikan pendidikan seks kepadanya. Bimbing ia agar mampu berpikir logis dalam menentukan keputusan seksual yang tepat.
  • Katakan padanya, Anda siap dijadikan teman bicara mengenai hal apa pun termasuk urusan seks.

Apa Saja Topik Seks yang Bisa Dibicarakan?

Tidak perlu malu membicarakan seks, termasuk aktivitas-aktivitas di dalamnya, karena anak Anda harus diberi informasi yang jelas mengenai hal ini. Berikut beberapa topik yang bisa Anda bicarakan:

  • Penyesuaian diri terhadap perkembangan fisik, terutama organ seksual dan reproduksi. Termasuk bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan organ tersebut.
  • Norma dan nilai-nilai sosial budaya yang ada, terkait aspek seksual.
  • Risiko hubungan seks pranikah, dan perencanaan usia pernikahan serta usia kehamilan yang tepat.
  • Pembekalan pengetahuan seksual demi membangun kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri anak untuk melawan hal-hal yang sifatnya negatif.
  • Menjelaskan mengenai risiko terkena penyakit menular seksual akibat berhubungan seks bebas, seperti klamidia, sifilis, gonore, herpes genital, kutil kelamin, atau HIV/AIDS.
  • Memperkenalkan Hak Asasi Manusia dan kesetaraan gender, demi mencegah diskriminasi dan menghindari pelecehan seksual.
  • Membantu anak memahami penggunaan media sosial yang bijak, demi menghindari pengaruh buruk terhadap perilaku seksualnya.

Dengan mengajarkan pendidikan seks pada anak, orangtua dapat memberikan bekal pemahaman mengenai kesehatan seksual. Disarankan jangan mencoba untuk melarang dengan cara memaksa atau memakai unsur kekerasan, karena justru dapat membuat anak semakin tergoda untuk melakukannya.

Berikan anak informasi yang memadai, dan dukung kemampuannya untuk berpikir secara logis agar mampu menjaga kesehatan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter anak, maupun layanan konsultasi psikologi anak, untuk mendapatkan rekomendasi pendidikan seks yang tepat pada anak.