Orgasme pada pria dan wanita memiliki sedikit perbedaan. Hubungan seksual memang dapat dinikmati tanpa orgasme, tapi masalah orgasme, baik pada pria maupun wanita, terkadang bisa menjadi persoalan yang cukup besar. Hal ini bahkan bisa mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan.

Orgasme adalah sensasi kenikmatan yang dirasakan ketika seseorang berhubungan intim dengan pasangannya. Selain dengan berhubungan intim, orgasme bisa dicapai ketika seseorang onani atau masturbasi. Munculnya rasa nikmat saat orgasme ini disebabkan oleh banyak hal, termasuk produksi hormon endorfin.

Seperti Apa Orgasme Pria dan Wanita? - Alodokter

Orgasme yang dialami pria dan wanita tidaklah sama, baik itu dari tanda-tandanya maupun dari cara menstimulasi rangsangan hingga mencapai orgasme itu sendiri.

Perbedaan Orgasme pada Pria dan Wanita

Saat mencapai orgasme, umumnya napas pria dan wanita akan makin cepat dan kuat, serta detak jantung berdegup lebih kencang. Meski begitu, terdapat beberapa perbedaan mendasar orgasme antara pria dengan wanita yang perlu Anda ketahui, yaitu:

Orgasme pada Pria

Periode orgasme pada pria dimulai sesaat sebelum air mani keluar hingga keluarnya air mani. Namun, terkadang beberapa pria bisa mengalami orgasme tanpa ejakulasi. Secara umum, proses terjadinya orgasme di tubuh pria adalah sebagai berikut:

1. Tahap gairah seksual (arousal)

Ketika pria mendapatkan rangsangan seksual atau erotis secara fisik maupun psikologis, penisnya akan menegang atau mengalami ereksi. Hal ini disebabkan oleh aliran darah yang memenuhi batang penis. Selain itu, skrotum atau kantung zakar dan testis juga akan tertarik mendekat ke tubuh.

2. Tahap persiapan/dataran tinggi (plateau)

Di tahap ini, panggul mulai mengencang yang disertai otot penis yang makin tegang. Begitu juga dengan tekanan darah, detak jantung, dan laju napas semakin meningkat. Tahap ini dapat berlangsung dari 30 detik hingga 2 menit yang diawali dengan keluarnya cairan bening atau cairan praejakulasi dari penis.

3. Orgasme dan ejakulasi

Orgasme pada pria terjadi ketika adanya kontraksi yang kuat otot penis, anus, dan otot perineum yang mendesak air mani dan sperma keluar melalui penis. Proses keluarnya air mani yang berisi sperma inilah yang disebut ejakulasi. Sperma dan air mani diproduksi di dalam organ reproduksi pria, yaitu testis, kelenjar prostat, vesikula seminalis.

4. Resolusi

Tahap terakhir ini ditandai dengan mengecilnya penis dan testis, seperti ukuran semula. Napas dan detak jantung yang tadinya kencang juga perlahan mereda. Pria juga biasanya akan merasa rileks dan mengantuk setelah mencapai orgasme.

Di tahap ini juga terdapat fase refraktori, yaitu fase pemulihan di mana pria tidak dapat mencapai ereksi lagi selama beberapa waktu. Periode refraktori ini berbeda-beda dan biasanya akan berlangsung lebih lama pada pria yang lebih tua.

Orgasme pada Wanita

Berikut adalah beberapa tanda-tanda orgasme pada wanita yang dapat Anda ketahui berdasarkan tahapannya:

1. Tahap gairah seksual (arousal)

Saat gairah seksual seorang wanita bangkit, pembuluh darah dalam vagina akan melebar dan meningkatkan aliran darah di bagian tersebut. Kondisi ini menyebabkan vagina wanita menghasilkan cairan pelumas vagina alami, sehingga vagina akan basah untuk memudahkan penetrasi penis.

Selain itu, payudara juga bisa terasa kencang dan puting mungkin terasa menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan.

2. Tahap persiapan atau fase plateau

Saat vagina mulai basah karena rangsangan seksual, klitoris juga akan menjadi sangat sensitif. Di tahap ini, ketegangan otot tubuh wanita mulai meningkat dan terkadang bisa menimbulkan sensasi kejang dari kaki, wajah, hingga tangan, dan membuat wanita mengerang.

3. Orgasme

Wanita akan mengalami sensasi intens atau bergejolak yang menimbulkan kenikmatan. Orgasme juga bisa menimbulkan kontraksi otot di punggung bawah dan panggul. Selain itu, sebagian wanita juga bisa mengeluarkan cairan dari vagina saat orgasme (squirting).

4. Resolusi

Berbeda dengan pria, wanita dapat merasakan lebih dari 1 kali orgasme dalam durasi waktu yang singkat atau beberapa menit berikutnya. Fase ini berbeda dengan pria yang umumnya sulit mencapai orgasme dalam waktu singkat setelah orgasme sebelumnya.

Meski demikian, banyak wanita muda yang jarang atau tidak pernah merasakan orgasme lebih dari 1 kali. Pasalnya, hal ini membutuhkan eksplorasi dan rangsangan yang cukup ketika berhubungan intim atau onani. Seiring berjalannya waktu, jika mempelajari dan menginginkannya, wanita dapat mengalami orgasme lebih dari 1 kali.

Penyebab Kesulitan Mengalami Orgasme

Sebagian wanita merasa kesulitan mencapai orgasme, sedangkan yang lainnya mungkin lebih mudah mencapainya melalui masturbasi, tapi sulit lewat penetrasi seksual.

Kesulitan mencapai orgasme dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain:

  • Kurangnya pengetahuan atau informasi mengenai cara mencapai orgasme atau hubungan intim yang nyaman
  • Tidak mendapat rangsangan yang cukup, misalnya foreplay terlalu singkat
  • Masalah psikologis, misalnya stres berat atau depresi
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes dan gangguan tiroid
  • Efek samping obatobatan, misalnya antidepresan
  • Kelelahan
  • Menopause
  • Kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol

Tidak hanya wanita, pria juga bisa mengalami masalah dalam mencapai orgasme. Pada umumnya hal ini disebabkan oleh faktor psikologis, seperti stres atau depresi, efek samping obat-obatan, gangguan hormon, atau penyakit tertentu.

Untuk mencapai orgasme pada pria dan wanita bersama-sama, dibutuhkan hubungan atau intimasi yang erat antara keduanya saat berhubungan seksual.

Selain itu, pria dan wanita juga bisa mencoba beberapa cara untuk menambah gairah seksual agar bisa mencapai orgasme, misalnya dengan saling memijat, mandi bersama, bercumbu dan berpelukan, mencoba seks oral sebagai pemanasan.

Namun, bila Anda atau pasangan masih mengalami kesulitan mencapai orgasme saat berhubungan seksual, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar bisa mendapat tips atau rekomendasi yang tepat dalam mencapai orgasme.