Seperti Apa Orgasme Pria dan Wanita

Hubungan seksual tetap dapat dinikmati tanpa orgasme. Namun ketidakmampuan mencapai orgasme bagi sebagian orang menjadi persoalan yang cukup besar. Oleh karenanya, penting untuk mengenal apa dan bagaimana orgasme terjadi.

Orgasme adalah sensasi yang dirasakan saat berhubungan seksual dengan intens dan mencapai klimaks. Sensasi ini dapat dirasakan pria maupun wanita.

Seperti Apa Orgasme pada Pria dan Wanita, Alodokter

Orgasme pada Pria

Saat mencapai orgasme, umumnya napas pria dan wanita akan makin cepat dan kuat serta detak jantung makin cepat. Meski demikian terdapat perbedaan mendasar orgasme antara pria dengan wanita.

Periode orgasme pada pria dimulai sesaat sebelum air mani keluar hingga keluarnya air mani terakhir. Namun terkadang beberapa pria mengalami orgasme tanpa ejakulasi.  Sebelum mencapai orgasme, pria mengalami beberapa tahapan yang kemudian diidentifikasi para pakar dengan nama-nama sebagai berikut:

  • Terangsang secara seksual (sexual excitement)
    Penis menegang mengalami ereksi karena rangsangan seksual, baik secara fisik maupun psikologis. Ereksi disebabkan oleh aliran darah yang memenuhi area sepanjang penis. Skrotum mengencang dan testis tertarik mendekat ke tubuh.
  • Masa persiapan/fase datar (plateau)
    Paha dan bokong mengencang. Kepala penis mengembang dan pembuluh darah di sekitar penis penuh dengan aliran darah. Testis bisa mengembang hingga menjadi 50 persen lebih besar. Tekanan darah, detak jantung, dan frekuensi napas pun meningkat.
  • Orgasme dan ejakulasi
    Kontraksi pada otot dasar panggul dan kelenjar prostat mendesak air mani yang berisi sperma dan cairan sperma keluar melalui saluran kencing. Sperma diproduksi di dalam testis dan cairan sperma diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis yang berada di belakang saluran kemih. Proses keluarnya air mani ini disebut ejakulasi.
  • Resolusi
    Penis dan testis kembali mengecil ke ukuran semula. Napas dan detak jantung yang tadinya kencang perlahan mereda. Jika pria terangsang namun tidak mengalami ejakulasi, proses resolusi dapat berlangsung lebih lama dan dapat menyebabkan nyeri pada testis.

Berbeda dengan wanita, pria tidak dapat segera berejakulasi kembali setelah melepaskan air mani. Masa setelah ejakulasi dan penis serta testis kembali ke kondisi normal dapat berlangsung dalam hitungan menit hingga jam.

Produksi air mani pada pria dapat ditingkatkan dengan beberapa cara, seperti mengonsumsi cukup cairan sebelum berhubungan seksual, menunda ejakulasi, menghindari masturbasi selama beberapa hari, serta berhenti merokok. Pria yang merokok memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit daripada yang tidak merokok.

Orgasme pada Wanita

Sebelum mencapai orgasme, wanita mengalami beberapa tahapan dengan nama-nama sebagai berikut:

  • Terangsang secara seksual (sexual excitement)
    Saat gairah seorang wanita bangkit, pembuluh darah dalam vagina melebar dan peredaran darah pada dinding vagina meningkat. Kondisi ini menyebabkan keluarnya cairan pelumas pada vagina menjadi basah. Bagian atas vagina pun mengembang. Sementara napas dan denyut nadinya menjadi lebih cepat. Periode ini sangat menentukan tercapainya orgasme atau tidak.
  • Masa persiapan/fase datar (plateau)
    Darah yang mengalir ke bagian bawah vagina membuatnya mengencang. Darah yang mengalir ke payudara makin banyak, membuat puting menegang. Klitoris tertarik mendekat ke tulang kemaluan.
  • Orgasme
    Sensasi intens dan menyenangkan yang menimbulkan kenikmatan, dirasakan setelah hubungan seksual dan peningkatan gairah seksual. Pada wanita ditandai dengan kontraksi otot genital.
  • Resolusi
    Saat tubuh dan organ reproduksi wanita kembali ke kondisi semula.

Ketika orgasme, tubuh wanita mengalami hal yang mirip dengan tubuh pria saat mengalami ejakulasi. Pada wanita, ada sebuah lonjakan kontraksi pada organ intim yang terjadi setiap 0,8 detik, selama orgasme.

Pada sebagian kecil wanita, orgasme dapat terlihat dari keluarnya cairan jernih dari kelenjar Skene’s di dekat saluran kencing. Cairan ini biasanya keluar selama aktivitas seksual yang intens atau selama orgasme.

Berbeda dengan pria, wanita dapat merasakan lebih dari satu kali orgasme dalam durasi waktu yang singkat. Setelah selesai orgasme yang pertama, wanita bisa merasakan orgasme lagi pada satu atau dua menit berikutnya.

Meski demikian, banyak wanita muda yang jarang atau tidak pernah merasakan orgasme lebih dari satu kali. Sebab, hal ini memerlukan pembelajaran dan kerjasama dengan pasangan. Seiring berjalannya waktu, jika mempelajari dan menginginkannya, wanita dapat mengalami orgasme lebih dari satu kali.

Penyebab Kesulitan Mengalami Orgasme

Sebagian wanita merasa kesulitan mencapai orgasme. Sementara sebagian lain lebih mudah mencapainya melalui masturbasi, tapi sulit lewat penetrasi seksual. Kesulitan mencapai orgasme dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain:

  • Sulit untuk merasa rileks.
  • Kurang pengetahuan tentang bagaimana hubungan seksual yang membuat kedua belah pihak nyaman.
  • Tidak mendapat rangsangan yang cukup.
  • Depresi atau merasa trauma karena pernah memiliki pengalaman seksual yang buruk.
  • Gangguan kelenjar tiroid.
  • Efek samping obat antidepresan.
  • Mengonsumsi minuman keras berlebihan.

Pria juga mungkin saja mengalami masalah dalam mencapai orgasme. Pada umumnya hal ini disebabkan karena faktor psikologis, seperti mengalami peristiwa traumatis. Sedang minum obat tertentu, juga bisa membuat pria kesulitan mencapai orgasme. Selain itu, pria-pria yang terbiasa melakukan masturbasi pun akan membutuhkan waktu lebih lama untuk orgasme.

Kesulitan orgasme dapat diatasi dengan terapi seks. Untuk mencapai orgasme pda pria dan wanita bersama-sama, dibutuhkan dasar intimasi antara keduanya saat berhubungan seksual. Ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk membangun intimasi, antara lain berbicara tentang hal-hal pribadi yang disukai masing-masing, saling memijat, mandi bersama, mencium, memeluk, atau seks oral sebagai pemanasan.

 

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi