Bentuk dan karakteristik vagina berbeda-beda dan unik pada setiap wanita, sehingga vagina yang berbeda belum tentu bisa disebut tidak normal. Beberapa wanita memiliki anatomi vagina yang khas, ada yang ukurannya lebih kecil dan berbentuk oval. Sementara sebagian lain memiliki anatomi vagina berbentuk tabung dan lebih besar.

Selain bentuk, warna vagina pada satu wanita berbeda dengan wanita lain, dari yang berwarna merah mudah hingga merah kecokelatan. Tidak hanya itu, vagina adalah bagian dari organ reproduksi yang tidak kalah vital dan perlu dikenali lebih jauh lagi agar Anda bisa memahami fungsinya dan mengetahui bagaimana menjaga kesehatannya. Menjaga kesehatan vagina sama dengan menjaga kesehatan tubuh Anda, karena vagina bisa menjadi area pertama masuknya kuman dan berkembangnya berbagai jenis penyakit.

Mengenali Anatomi Vagina - Alodokter

Vagina adalah saluran elastis dengan panjang kurang lebih 8 sentimeter yang menghubungkan rahim dengan area luar tubuh. Dengan lapisan yang lembut dan fleksibel yang dapat memproduksi pelumas dan sensasi tertentu, vagina menjadi ruang masuk penis selama berhubungan seksual. Namun dalam proses persalinan, dinding saluran yang sangat elastis ini dapat mengembang dan menjadi jalan keluarnya bayi. Selain itu, vagina juga menjadi saluran keluarnya darah menstruasi. Ketiga fungsi ini tentunya akan saling melengkapi dengan fungsi organ reproduksi perempuan lainnya seperti serviks dan rahim.

Organ Lain di Sekitar Vagina dan Fungsinya

Selain vagina, alat kelamin perempuan juga dilengkapi oleh organ lain yang masih termasuk ke dalam anggota organ reproduksi wanita. Organ yang terdekat dengan vagina dan dapat terlihat oleh mata telanjang, adalah vulva, labia mayora dan minora, klitoris, dan kelenjar Bartholin. Berikut adalah penjabaran singkat untuk setiap organ tersebut beserta fungsinya.

  • Vulva

Jalan masuk ke vagina disebut vulva. Vulva adalah bagian luar dari organ kewanitaan yang meliputi bukaan vagina, bibir vagina atau labia, dan klitoris yang terletak pada bagian terluar vagina. Labia atau bibir vagina pun berbeda antara satu wanita dengan wanita lain. Sementara yang disebut selaput dara adalah lapisan selaput yang melingkupi dan menyempitkan bukaan vagina. Selaput ini dapat robek karena aktivitas fisik yang berlebihan atau ketika berhubungan seksual.

  • Labia Mayora dan Minora

Vagina dilindungi oleh labia mayora dan minora, atau disebut juga dengan bibir vagina. Ukuran labia dapat berbeda-beda pada setiap perempuan. Labia mayora terletak di paling luar alat kelamin perempuan dan ditumbuhi oleh rambut kemaluan. Labia minora adalah dua lipatan jaringan lemak yang terdapat di bagian dalam alat kemaluan, dengan klitoris pada bagian ujung atasnya.

  • Klitoris

Seperti halnya penis pada pria, klitoris adalah area yang sangat sensitif pada perempuan. Klitoris terletak di balik ujung kedua labia minora bagian depan, dengan ukuran rata-rata sepanjang 1,5–2 cm pada perempuan dewasa.

  • Kelenjar Bartholin

Kelenjar Bartholin adalah kelenjar yang menghasilkan pelumas untuk vagina. Posisinya dekat dengan selaput dara atau hymen, dengan bentuk yang menyerupai kacang merah.

  • Serviks

Serviks atau leher rahim merupakan bagian dari organ reproduksi wanita. Serviks adalah bagian pada tubuh wanita berupa kanal yang menyambungkan antara rahim dan vagina. Dalam kondisi normal, serviks akan tertutup. Namun serviks akan terbuka pada saat persalinan atau saat menstruasi.

Perubahan Alami Vagina

Seiring waktu dan proses tertentu, vagina mengalami perubahan. Setelah melahirkan, vagina umumnya akan terasa kering dan lebih longgar.

Vagina lebih longgar

Vagina yang tidak lagi sempit adalah hal yang wajar karena vagina telah menjadi jalan keluarnya bayi.

Ukuran vagina yang melebar kemungkinan tidak akan kembali ke ukuran sebelum proses persalinan. Namun senam Kegel (pelvic floor exercise) dapat dijalankan untuk menguatkan otot vagina sehingga terasa lebih kencang.

Vagina kering

Turunnya kadar estrogen selama masa menyusui dapat menyebabkan vagina menjadi lebih kering dibandingkan masa sebelum persalinan. Masalah ini akan mereda setelah masa menstruasi Anda kembali normal. Vagina kering juga sering terjadi saat memasuki masa menopause.

Perineum nyeri

Nyeri perineum akibat proses persalinan umumnya terjadi hingga sekitar tiga bulan setelahnya. Cegah infeksi dengan menjaga area tersebut tetap bersih dan mandi secara teratur. Mengonsumsi obat pereda rasa sakit dan senam Kegel juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri.

Nyeri saat berhubungan seksual

Selain karena vagina kering dan jahitan luka pada jalan lahir, umumnya wanita yang baru saja melahirkan akan membutuhkan waktu sebelum ingin berhubungan seks lagi. Anda dapat menggunakan bantuan pelumas vagina yang dijual bebas di apotek, atau jika nyeri tidak kunjung reda, konsultasikan masalah tersebut ke dokter.

Hal yang Tidak Selalu Buruk

Banyak orang mengira bahwa cairan yang keluar dari vagina dan bakteri dalam organ ini merupakan gejala penyakit serius, padahal tidak selalu demikian.

Keluarnya cairan vagina

Keluarnya darah menstruasi dan cairan vagina lain, seperti keputihan, adalah hal yang wajar. Cairan inilah yang justru membantu agar vagina dapat tetap bersih. Hal ini membuat Anda tidak membutuhkan pembersih khusus vagina. Yang perlu diwaspadai adalah jika cairan vagina telah berubah warna, berbau tajam, menyebabkan gatal, atau diiringi gejala-gejala lain. Keluarnya cairan vagina yang tidak normal perlu segera diperiksakan agar mendapat penanganan yang tepat. Selain membersihkan vagina secara teratur, berolahraga, dan menerapkan pola makan sehat adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan organ intim tersebut.

Bakteri vagina

Keberadaan bakteri baik pada vagina merupakan hal yang normal untuk melindungi organ ini. Berbeda dengan kuman lainnya, bakteri baik yang tumbuh di vagina ini tidak menimbulkan penyakit. Berikut ini beberapa fungsi bakteri baik yang dimaksud.

  • Bakteri bernama lactobacili menjaga keseimbangan pH atau keasaman vagina pada kadar rendah (kurang dari 4,5). Jika pH meningkat, maka kuman atau jamur penyebab penyakit dapat berkembang biak dan berisiko menyebabkan jamur pemicu iritasi, gatal, dan cairan vagina yang tidak normal, serta infeksi bakteri pada vagina.
  • Memproduksi antibiotik alami bernama bakteriosin untuk mengurangi bakteri lain yang memasuki vagina.
  • Menjaga keseimbangan kadar bakteri baik dengan mengalahkan jumlah bakteri yang berpotensi membahayakan.
  • Memproduksi zat yang mencegah bakteri asing merusak dinding vagina.

Selain membersihkan vagina secara teratur dengan cara alami, kesehatan vagina juga bisa dijaga dengan menjalani hubungan seksual sehat yang terproteksi. Dengan menggunakan kondom, Anda relatif terlindungi dari risiko bakteri dan virus penyebab penyakit menular seksual. Selain itu, semua wanita terutama yang berusia 25-64 tahun disarankan untuk menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi risiko kanker serviks atau atau melakukan prosedur pap smear. Selain senam Kegel, berjalan kaki dan berlari dapat menjadi pilihan olahraga yang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh, termasuk kekuatan otot panggul.