Harus bolak-balik ke kamar mandi karena sering pipis saat hamil memang bikin repot. Apalagi dengan kondisi tubuh yang sedang berbadan dua. Yuk, kenali trik mudah mengatasinya agar Bumil tidak terus-terusan ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Sebenarnya sering pipis umum terjadi pada wanita hamil. Kondisi ini lebih sering terjadi pada awal kehamilan dan saat kehamilan memasuki trimester ketiga.

Sering Pipis saat Hamil? Ini Trik Mudah Mengatasinya! - Alodokter

Penyebab Sering Pipis saat Hamil

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan ibu hamil lebih sering buang air kecil. Salah satunya adalah perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan. Perubahan hormon ini membuat aliran darah dan cairan ke ginjal menjadi lebih cepat, sehingga membuat ibu hamil jadi lebih sering pipis.

Selain itu, pertumbuhan janin di dalam kandungan dapat menekan kandung kemih. Kondisi ini tentunya juga menyebabkan ibu hamil jadi sering buang air kecil.

Trik Mudah Mengatasi Sering Pipis saat Hamil

Saat mengalami sering buang air kecil, Bumil tidak perlu resah, karena ada trik mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu:

  • Kurangi minum sebelum tidur untuk mengurangi frekuensi berkemih di malam hari. Namun, tetap cukupi kebutuhan cairan di siang hari untuk mencegah
  • Hindari konsumsi minuman berkafein, seperti teh, kopi, atau minuman soda, karena jenis minuman ini bisa meningkatkan frekuensi berkemih.
  • Condongkan tubuh agak ke depan saat buang air kecil. Cara ini akan membantu kandung kemih Bumil benar-benar kosong.
  • Lakukan senam Kegel untuk melatih dan menguatkan otot panggul. Latihan ini bisa membantu Bumil mengontrol kandung kemih dan mengurangi frekuensi buang air kecil.

Meski sering pipis saat hamil adalah kondisi yang umum terjadi, Bumil tetap perlu waspada. Dalam beberapa kasus, sering buang air kecil bisa menjadi gejala diabetes atau infeksi saluran kemih (ISK).

Jika keluhan sering buang air kecil yang Bumil alami disertai dengan nyeri saat buang air kecil atau anyang-anyangan, urin beraroma tidak sedap, ada darah pada urine atau warnanya menjadi keruh, segera periksakan ke dokter kandungan. Dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dan aman untuk ibu hamil.