Sering terbangun di malam hari dan sulit kembali tertidur ketika terbangun bisa berdampak pada terganggunya kualitas tidur. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab sering terbangun di malam hari dan bagaimana cara mengatasinya?

Kondisi sering terbangun saat tidur di malam hari dan sulit untuk tidur kembali disebut sebagai middle insomnia atau sleep-maintenance insomnia. Insomnia adalah kondisi ketika seseorang sulit memulai dan mempertahankan tidur, sehingga durasi dan kualitas tidurnya terganggu.

Sering Terbangun di Malam Hari, Bagaimana Mengatasinya? - Alodokter

Pada kondisi normal, seseorang dapat terbangun setidaknya 1–2 kali dalam semalam. Hal tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya konsumsi kafein atau alkohol, lingkungan tidur yang buruk, gangguan tidur, atau kondisi medis tertentu.

Selain itu, pertambahan usia, jet lag, atau bekerja dengan sistem shift juga dapat memengaruhi ritme tidur dan menyebabkan orang sering terbangun di malam hari. Seiring waktu, kondisi ini bisa menyebabkan penurunan produktivitas dan memicu munculnya berbagai masalah kesehatan.

Berbagai Penyebab Sering Terbangun di Malam Hari

Berikut ini adalah beberapa kondisi atau masalah kesehatan yang dapat menyebabkan sering terbangun di malam hari:

1. Gangguan fisik

Beberapa gangguan fisik, misalnya rasa tidak nyaman pada lambung atau nyeri sendi yang muncul pada malam hari, tentu bisa mengganggu tidur. Selain itu, ada berbagai gangguan fisik lain yang juga dapat menyebabkan orang sering terbangun pada malam hari, yaitu:

  • Penyakit pernapasan, misalnya asma, bronkitis, atau kelainan pada paru
  • Penyakit saraf dan otak, seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson
  • Perubahan kadar hormon dapat memicu keringat berlebih dan membuat tidur jadi tidak nyaman, misalnya saat menstruasi atau menjelang menopause
  • Penyakit diabetes, jantung, serta gangguan pada prostat dan kandung kemih dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil sehingga tidur menjadi terganggu
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya obat golongan penghambat beta, obat asma, atau antidepresi

2. Gangguan psikologis

Berbagai jenis penyakit kejiwaan, seperti stres dan depresi, bisa menjadi penyebab sering terbangun di malam hari dan bahkan sulit tidur. Selain kedua kondisi tersebut, beberapa penyakit kejiwaan yang juga dapat menyebabkan sering terbangun di malam hari adalah gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan skizofrenia.

3. Kebiasaan buruk

Konsumsi minuman beralkohol atau minuman berkafein sebelum tidur bisa menyebabkan Anda sulit tidur. Selain membuat sulit tidur, kafein juga dapat membuat Anda sering buang air kecil sehingga jadi terbangun saat tidur karena harus bolak-balik ke toilet.

Kebiasaan merokok dan menggunakan gadget sebelum tidur juga dapat memengaruhi kualitas tidur Anda. Cahaya biru dari gadget dapat menurunkan kadar hormon melatonin yang berguna untuk mengatur tidur, sehingga menyulitkan proses tidur.

4. Gangguan tidur

Berbagai gangguan tidur, seperti sleep apnea dan night terror atau terbangun di malam hari yang ditandai dengan teriakan dan rasa takut hebat, juga dapat menjadi penyebab sering terbangun pada malam hari.

Cara Mengatasi Terbangun di Malam Hari

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keluhan sering terbangun di malam hari, di antaranya:

  • Batasi konsumsi minuman berkafein setidaknya 8 jam sebelum tidur.
  • Hindari konsumsi alkohol dan makanan berat setidaknya 3 jam sebelum tidur.
  • Berhenti merokok.
  • Kurangi penggunaan gadget setidaknya 1 jam sebelum tidur.
  • Buatlah jadwal untuk tidur dan bangun di jam yang sama.
  • Lakukan olahraga secara rutin. Namun, beri jarak beberapa jam antara waktu olahraga dengan jam tidur, misalnya dengan berolahraga di sore hari.
  • Buatlah suasana kamar lebih nyaman dan hening, serta atur suhu kamar agar tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.

Jika Anda terbangun dan tidak bisa tertidur kembali setelah 15 atau 20 menit, bangunlah dari tempat tidur dan lakukan kegiatan yang membuat Anda tenang dalam cahaya redup sampai Anda merasa mengantuk kembali.

Jangan memandangi jam saat Anda sedang mencoba tidur kembali. Menghitung waktu yang tersisa sampai Anda harus bangun di pagi hari dapat membuat Anda merasa cemas sehingga makin sulit untuk tidur kembali.

Terbangun di malam hari umumnya tidak berbahaya. Namun, jika sering terjadi, hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan masalah kesehatan akibat kurang tidur. Lakukan perubahan gaya hidup dan jalani pengobatan jika perlu untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Bila Anda sering sulit untuk tidur atau terbangun di malam hari setidaknya 3 kali dalam seminggu, butuh waktu lebih dari 30 menit untuk kembali tertidur, dan kondisi ini telah berlangsung selama lebih 30 hari, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Dokter akan menentukan penyebab Anda mengalami middle insomnia dan memberikan obat atau terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Ditulis oleh:

dr. Andi Marsa Nadhira