Ketika bermain bersama kucing, bukan tidak mungkin Si Kecil terkena cakarannya. Jika hal ini terjadi, Bunda jangan panik dulu. Lakukan langkah penanganan yang tepat agar Si Kecil terhindar dari bahaya yang mungkin terjadi akibat cakaran kucing.

Meskipun terlihat sederhana, jika tidak ditangani dengan baik, cakaran kucing dapat menyebabkan infeksi bakteri Bartonella henselae. Oleh karena itu, Bunda perlu tahu cara merawat luka cakaran kucing dengan benar.

Si Kecil Terkena Cakaran Kucing? Ini Cara Menanganinya - Alodokter

Cara Menangani Luka akibat Cakaran Kucing

Jika Si Kecil dicakar kucing, Bunda perlu mengenali dulu jenis lukanya. Berikut ini adalah jenis-jenis luka akibat cakaran kucing beserta penanganannya:

1.Luka cakaran kucing yang tidak berdarah

Jika Si Kecil dicakar kucing namun tidak berdarah, setelah mencuci tangan, Bunda dapat melakukan beberapa langkah penanganan berikut:

  • Biarkan luka bekas cakaran kucing di bawah kran air selama kurang lebih 5 menit, lalu bersihkan kulit yang terkena cakaran kucing dengan sabun. Jangan menggosok bekas cakaran kucing, karena bisa menyebabkan memar pada kulit Si Kecil.

 

  • Jika Bunda melihat ada kotoran atau bulu kucing yang menempel pada bagian kulit yang terkena cakaran kucing, segera bersihkan.
  • Setelah dibersihkan, Bunda juga bisa mengoleskan salep antibiotik pada bagian kulit yang terkena cakaran kucing. Namun sebelum memberikan salep antibiotik pada Si Kecil, Bunda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

2.Luka cakaran kucing yang mengeluarkan darah

Jika luka cakaran kucing disertai dengan keluarnya darah, Bunda perlu merawatnya dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Hentikan perdarahan dengan menekan luka bekas cakaran menggunakan perban atau kain bersih, selama beberapa menit. Namun ingat, sebelumnya Bunda harus cuci tangan terlebih dahulu.
  • Setelah pendarahan benar-benar berhenti, segera bersihkan luka bekas cakaran kucing menggunakan air bersih. Pastikan air yang digunakan benar-benar bersih ya, Bun. Membersihkan bekas luka cakaran menggunakan air yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada luka.
  • Keringkan luka bekas cakaran kucing menggunakan handuk bersih. Jika rentan terkena kotoran, luka bekas cakaran kucing perlu ditutup sementara menggunakan plester, agar tetap bersih.

Jika luka bekas cakaran kucing menyebabkan Si Kecil kesakitan, Bunda bisa memberikan obat pereda nyeri, seperti paracetamol.

Jadi, jangan panik saat Si Kecil terkena cakaran kucing ya, Bunda. Lakukan langkah-langkah di atas untuk menanganinya. Setelah itu, bawalah Si Kecil ke dokter agar dapat diperiksa dan diberikan penanganan lanjutan.

Untuk mencegah Si Kecil dicakar kucing, selalu awasi saat ia bermain dengan kucing. Ingatkan juga Si Kecil untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kucing.