Sifilis yang tidak diobati dapat berkembang menjadi tahap tersier dan menimbulkan berbagai komplikasi serius. Berikut beberapa komplikasi sifilis yang perlu Anda waspadai:
Benjolan kecil atau gumma
Pada tahap lanjut, sifilis dapat menyebabkan terbentuknya gumma, yaitu benjolan kecil yang biasanya muncul di kulit, tulang, hati, atau organ lainnya. Gumma bisa merusak jaringan tempat tumbuhnya.
Infeksi HIV
Risiko tertular HIV meningkat pada penderita sifilis, terutama jika sering berganti pasangan seksual atau melakukan perilaku seksual berisiko. Luka akibat sifilis dapat memudahkan virus HIV masuk ke dalam tubuh.
Gangguan saraf
Sifilis yang tidak tertangani dapat menyerang sistem saraf. Kondisi ini dikenal sebagai neurosifilis dan dapat terjadi pada tahap mana pun, baik saat infeksi masih dini maupun sudah memasuki tahap lanjut, terutama jika penderita tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat.
Gangguan saraf yang dapat terjadi adalah impotensi, gangguan berkemih, gangguan penglihatan, kehilangan pendengaran, stroke, atau meningitis.
Gangguan jantung
Tahap lanjut sifilis bisa menimbulkan komplikasi serius pada jantung, seperti aneurisma aorta dan kerusakan katup jantung.
Komplikasi pada kehamilan
Ibu hamil dengan sifilis berisiko mengalami keguguran, kematian janin dalam kandungan, lahir mati, atau bayi meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Sifilis juga dapat menyebabkan kelainan berat pada bayi yang lahir.
Komplikasi sifilis dapat dicegah dengan pemeriksaan dan pengobatan sejak dini. Jika Anda memiliki keluhan yang mengarah ke sifilis atau berisiko terinfeksi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi medis yang tepat, evaluasi gejala, serta saran penanganan sesuai kondisi Anda.