Berhubungan seksual dengan mengeluarkan sperma di luar vagina sering dilakukan untuk menghindari kehamilan. Padahal, cara tersebut sebenarnya masih berpeluang menyebabkan kehamilan, lho!

Sebagian pasangan menghindari kehamilan dengan metode withdrawal atau menarik penis dari vagina tepat sebelum terjadi ejakulasi. Cara ini adalah metode kontrasepsi tertua, sebelum adanya alat kontrasepsi. Metode yang disebut juga senggama terputus ini biasanya dipilih karena tidak perlu alat bantu, bisa dilakukan kapan pun, tanpa biaya dan efek samping.

Sperma Dikeluarkan di Luar, Masih Bisa Hamil atau Tidak? - Alodokter

Penyebab Kehamilan Meski Sperma Dikeluarkan di Luar

Pada prinsipnya, kehamilan terjadi jika sperma berhasil membuahi sel telur. Mengeluarkan sperma di luar vagina sering dilakukan untuk menghindari hal tersebut. Meski mudah dilakukan, cara ini sebenarnya masih berpeluang menyebabkan kehamilan. Yuk, simak apa saja kemungkinan penyebabnya:

Cairan praejakulasi juga mengandung sperma

Banyak orang mengira bahwa sperma hanya terdapat dalam air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi. Padahal, cairan praejakulasi yang sudah mulai diproduksi begitu penis mengalami ereksi atau tegang juga dapat mengandung sperma.

Hal inilah yang menyebabkan kehamilan masih mungkin terjadi meskipun penis ditarik sebelum ejakulasi terjadi. Apalagi, munculnya cairan ini sering kali juga tidak disadari dan tidak bisa dikontrol sendiri oleh pria.

Pria tidak selalu bisa sepenuhnya mengontrol ejakulasi  

Disadari atau tidak, prialah yang menjadi penentu keberhasilan dalam metode withdrawal ini. Metode ini tidak akan berhasil jika pria tidak dapat menyadari kapan saat ia akan mengalami orgasme. Pria yang mengalami masalah ini tidak bisa tepat waktu menarik penisnya keluar sebelum ejakulasi.

Sperma tidak sengaja masuk ke dalam vagina

Meski sperma dikeluarkan di luar vagina, kehamilan juga bisa terjadi jika cairan ejakulasi mengenai bagian tubuh yang berdekatan dengan vagina. Misalnya, cairan ejakulasi yang ditumpahkan pada area perut bawah atau bibir vagina dan mengalir masuk ke dalam vagina.

Dalam kasus lain, kehamilan juga bisa terjadi jika cairan praejakulasi dan ejakulasi yang mengandung sperma, mengenai jari yang menyentuh vagina.

Metode Sperma Dikeluarkan di Luar Tetap Dapat Bermanfaat

Metode ini sebenarnya kurang dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan atau untuk menghindari penyakit menular seksual. Namun metode ini  dapat digunakan pada pasangan yang tidak merencanakan, tapi juga tidak menunda kehamilan.

Untuk menghindari kehamilan, penggunaan kondom tetap dianjurkan, sekalipun Anda telah menggunakan metode kontrasepsi lainnya. Kondom ini sekaligus juga berperan untuk mengurangi risiko penyakit menular seksual.

Mengeluarkan sperma di luar memang dapat mengurangi risiko kehamilan, namun risiko terjadinya kehamilan tetap ada, bahkan cukup besar. Jadi jika Anda ingin menunda kehamilan, pertimbangkan metode kontrasepsi lain yang lebih dapat diandalkan. Bila perlu, konsultasikan lebih lanjut pada dokter kandungan.