Sputum adalah lendir atau dahak yang keluar dari saluran pernapasan, terutama dari paru-paru. Meski sering dianggap sepele, sputum dapat memberikan banyak informasi penting tentang kesehatan saluran napas dan paru-paru. Mengenali jenis dan perubahan pada sputum bisa membantu mendeteksi tanda awal infeksi.

Sputum berbeda dengan air liur. Sputum berasal dari saluran pernapasan bagian dalam dan mengandung lendir, sel, serta sisa bakteri atau virus, sedangkan air liur diproduksi di rongga mulut. Karakteristik sputum, mulai dari warna, jumlah, hingga kekentalannya, sering menjadi petunjuk penting untuk menilai adanya infeksi pada paru-paru.

Sputum, Kenali Fungsi dan Jenisnya - Alodokter

Sputum biasanya muncul saat terjadi infeksi saluran napas, misalnya batuk, bronkitis, pneumonia, atau TBC, maupun penyakit paru-paru lain, seperti asma atau PPOK. Namun, perubahan pada sputum juga dapat disebabkan paparan polusi atau asap rokok.

Mengenal Fungsi dan Karakteristik Sputum

Sputum berfungsi untuk membersihkan saluran pernapasan dari kotoran, partikel asing, kuman, dan sisa sel mati. Saat sputum dikeluarkan melalui batuk, tubuh membantu menjaga paru-paru tetap bersih.

Nah, mengenali karakteristik dan perubahan sputum merupakan salah satu cara penting untuk mendeteksi dini gangguan pada saluran napas. Dua hal utama yang biasanya diperhatikan adalah warna serta jumlah dan kekentalan sputum. Berikut penjelasan lebih lanjut:

Warna sputum dan artinya

Warna sputum dapat memberikan petunjuk awal mengenai kondisi saluran pernapasan dan setiap perubahan warna biasanya memiliki makna tertentu. Berikut ini adalah berbagai warna sputum dan artinya:

  • Jernih atau putih: umumnya menandakan infeksi virus ringan, alergi, atau asma
  • Kuning atau hijau: bisa menjadi tanda infeksi bakteri, seperti bronkitis atau pneumonia
  • Cokelat atau abu-abu: sering ditemukan pada perokok atau akibat paparan polusi udara
  • Merah atau bercampur darah: dapat mengindikasikan infeksi berat, TBC, luka pada saluran napas akibat batuk keras, atau kanker paru

Jumlah dan kekentalan sputum

Selain warna, aspek lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah jumlah dan kekentalan sputum. Keduanya juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi saluran pernapasan.

Jumlah sputum biasanya meningkat saat terjadi infeksi atau peradangan. Sementara itu, sputum yang sangat kental dapat menunjukkan adanya infeksi, kekurangan cairan (dehidrasi), atau penyakit paru kronis, seperti bronkiektasis.

Tidak semua perubahan pada sputum bersifat berbahaya. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, terutama sputum yang bercampur darah.

Selain itu, sputum yang berbau sangat tidak sedap biasanya menjadi tanda abses paru atau infeksi bakteri berat. Jumlah sputum yang sangat banyak dan terus-menerus juga patut diperhatikan karena sering terjadi pada penderita penyakit paru kronis, asma, atau fibrosis kistik.

Sputum yang muncul bersama sesak napas, demam tinggi, atau nyeri dada harus segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan tidak adanya infeksi berat, seperti pneumonia, TBC, atau emboli paru.

Memperhatikan perubahan pada sputum merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan paru-paru. Jika perubahan sputum berlangsung lebih dari 2 minggu atau menimbulkan rasa tidak nyaman, jangan ragu untuk berkonsultasi atau Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar penanganan dapat dilakukan lebih dini dan tepat.