Status epileptikus adalah keadaan kejang yang berlangsung lama dan bisa menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesadaran. Kondisi ini tergolong gawat dan perlu penanganan medis darurat karena dapat menyebabkan kerusakan otak dan berakibat fatal.

Status epileptikus bisa dialami oleh siapa saja yang lebih rentan mengalami kejang, misalnya penderita epilepsi atau penyakit lain, seperti infeksi otak dan trauma kepala. Selain itu, kasus status epileptikus juga lebih sering terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas atau pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun.

Status Epileptikus, Kegawatan pada Penderita Kejang - Alodokter

Ragam Penyebab Status Epileptikus

Status epileptikus bisa terjadi pada penyakit yang gejala utamanya adalah kejang, misalnya kejang demam pada anak-anak atau epilepsi pada orang dewasa. Status epileptikus pada epilepsi biasanya terjadi karena perubahan dosis atau jenis obat antikejang yang dikonsumsi.

Selain itu, ada sejumlah keadaan lain yang juga dapat menyebabkan status epileptikus. Beberapa di antaranya adalah:

Kenali Gejala Status Epileptikus

Status epileptikus ditandai dengan kejang yang terjadi selama lebih dari 5 menit atau berulang-ulang hingga 30 menit. Selain itu, penderita umumnya juga mengalami penurunan kesadaran di antara kejang atau setelah kejang.

Kejang bisa terjadi dalam bentuk yang beragam. Ada gejala kejang yang umum dan ada juga yang tidak umum, tergantung pada bagian otak mana yang mengalami kelainan. Gejala kejang yang umum terjadi pada status epileptikus adalah:

  • Seluruh otot tangan dan kaki kaku, lalu diikuti dengan gerakan menghentak-hentak
  • Mulut berbusa
  • Lidah tergigit
  • Mengompol
  • Bibir dan jari kebiruan atau sianosis, yang diakibatkan kekurangan oksigen bila kejang berlangsung lama

Sementara itu, gejala kejang yang tidak umum biasanya lebih sulit dikenali. Gejala yang mungkin muncul bisa berupa:

  • Terlihat bingung atau sedang melamun
  • Melakukan gerakan aneh yang berulang-ulang, seperti gerakan mengayuh sepeda atau menjemur pakaian
  • Tampak sadar namun tidak merespons ketika dipanggil
  • Berteriak, menangis, atau tertawa

Gejala kejang bisa didahului oleh aura, yaitu perasaan maupun gerakan tertentu, seperti kesemutan, gerakan kepala yang tiba-tiba, atau melihat kilatan cahaya. Aura biasanya menjadi pertanda bagi penderita bahwa kejang akan terjadi.

Penanganan Status Epileptikus

Kejang harus segera ditangani, terlebih bila berkembang menjadi status epileptikus. Berikut adalah langkah penanganan kejang, baik yang dilakukan sebelum maupun sesudah di rumah sakit:

Pertolongan pertama status epileptikus

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat seseorang mengalami kejang adalah:

  • Memindahkan penderita ke posisi yang aman
  • Melindungi kepalanya dari benturan
  • Melonggarkan pakaian yang bisa mengganggu pernapasan, seperti ikat pinggang dan kancing kerah
  • Melepaskan benda-benda yang menempel, seperti jam tangan atau kacamata, guna mencegah cedera.

Jika kejang masih berlangsung setelah 5 menit, segera hubungi ambulans agar penderita mendapatkan perawatan medis darurat.

Penangangan status epileptikus di rumah sakit

Sesampainya pasien di rumah sakit, dokter akan melakukan penanganan untuk menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu. Berikut adalah tindakan yang mungkin dilakukan:

  • Pemberian oksigen dalam kadar tinggi atau pemasangan intubasi endotrakeal
  • Pemasangan infus untuk memasukkan obat antikejang, seperti diazepam atau phenytoin
  • Pemeriksaan tekanan darah, kadar oksigen darah, dan gula darah secara cepat

Setelah kejang berhenti dan pasien dalam keadaan stabil, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab kejang dan ada tidaknya komplikasi akibat kejang. Selanjutnya, terapi akan disesuaikan dengan masalah yang ditemukan.

Status epileptikus adalah kondisi kritis yang berpotensi tinggi menyebabkan kerusakan otak, bahkan kematian. Oleh karena itu, kondisi ini harus segera ditangani. Semakin cepat penanganan, semakin sedikit kerusakan otak yang mungkin terjadi.

Apabila memiliki epilepsi, Anda dianjurkan mengonsumsi obat antikejang secara teratur sesuai anjuran dokter guna mencegah kekambuhan. Selain itu, ada baiknya Anda berdiskusi dengan dokter mengenai persiapan menghadapi kejang atau status epileptikus yang sewaktu-waktu bisa terjadi.