Tahapan cacar air perlu dipahami agar Anda mendapatkan gambaran menyeluruh tentang perjalanan penyakit ini, mulai dari awal infeksi hingga proses penyembuhan. Pasalnya, setiap tahap cacar air memiliki ciri dan gejala yang berbeda.
Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster dan umumnya ditandai dengan munculnya bintil merah berisi cairan yang terasa gatal. Penyakit ini berlangsung melalui tahapan cacar air yang khas, mulai dari masa inkubasi, munculnya gejala awal, hingga ruam dan fase penyembuhan.

Cacar air sangat mudah menular, baik pada anak-anak maupun orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksin. Dengan memahami tahapan cacar air, Anda dapat mengetahui kapan risiko penularan paling tinggi serta melakukan perawatan dan pencegahan yang lebih tepat di setiap fase penyakit.
Tahapan Cacar Air
Seperti yang disebutkan sebelumnya, gejala cacar air pada setiap tahapannya berbeda-beda. Berikut adalah tahapan cacar air yang umumnya dialami:
1. Tahapan awal (masa Inkubasi dan prodromal)
Pada tahapan awal cacar air, virus Varicella zoster mulai masuk dan berkembang di dalam tubuh. Masa ini disebut masa inkubasi dan berlangsung sekitar 10–21 hari sejak seseorang pertama kali terpapar virus. Selama periode ini, penderita biasanya belum merasakan keluhan apa pun, meskipun virus sudah aktif berkembang.
Setelah masa inkubasi berakhir, sebagian orang memasuki fase prodromal, yaitu munculnya gejala awal yang menyerupai flu, seperti:
- Demam ringan hingga sedang
- Tubuh terasa lemas
- Sakit kepala
- Nyeri tenggorokan
- Pilek
- Batuk
Fase prodromal umumnya berlangsung 1–2 hari sebelum ruam khas cacar air mulai terlihat, dan pada orang dewasa keluhannya cenderung terasa lebih berat dibandingkan pada anak-anak.
2. Tahapan ruam dan lepuhan
Tahapan cacar air berikutnya adalah fase ruam dan lepuhan, yang merupakan fase paling khas sekaligus paling mudah menular. Ruam kemerahan biasanya muncul pertama kali di wajah, dada, atau punggung, lalu dengan cepat menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk kulit kepala, lengan, tungkai, dan kadang area mulut.
Dalam waktu sekitar 12–24 jam, ruam tersebut berubah menjadi bintil-bintil kecil berisi cairan jernih yang terasa sangat gatal. Bintil dapat muncul bertahap, sehingga dalam satu waktu dapat terlihat ruam, lepuhan berisi cairan, dan koreng secara bersamaan.
Seiring waktu, lepuhan dapat pecah dengan sendirinya atau akibat digaruk, yang membuat kulit lebih rentan mengalami infeksi bakteri sekunder. Setelah itu, lepuhan akan mengering dan membentuk koreng kecokelatan, biasanya dalam 5–7 hari sejak ruam pertama kali muncul.
3. Tahap penyembuhan
Pada tahap akhir tahapan cacar air, tubuh mulai memasuki proses penyembuhan dan keluhan perlahan berkurang. Koreng yang terbentuk akan mengelupas dengan sendirinya seiring regenerasi kulit.
Setelah koreng lepas, bekas kehitaman dapat terlihat pada kulit, tetapi umumnya bersifat sementara dan akan memudar dalam beberapa minggu. Jika tidak terjadi infeksi dan bintil tidak sering digaruk, kulit biasanya dapat kembali normal sekitar 1–2 minggu setelah seluruh koreng menghilang.
Pada setiap tahapan cacar air, risiko penularan dapat berbeda-beda, terutama saat lepuhan masih aktif. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan yang tepat guna melindungi penderita maupun orang di sekitarnya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penularan cacar air antara lain:
- Batasi kontak dekat dengan orang lain selama fase infeksi aktif, terutama hingga seluruh lepuhan mengering dan membentuk koreng.
- Jaga kebersihan kulit dengan mandi secara teratur dan mengenakan pakaian yang bersih serta longgar.
- Hindari menggaruk bintil atau lepuhan untuk mencegah infeksi bakteri sekunder dan mengurangi risiko terbentuknya bekas luka.
- Lakukan vaksin cacar air untuk mencegah penyakit atau mengurangi keparahan gejala bila infeksi tetap terjadi.
Mengenali tahapan cacar air membantu Anda memahami kondisi yang sedang dialami serta menentukan langkah perawatan yang tepat di rumah. Selama masa pemulihan, kondisi Anda dapat dipantau oleh dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Melalui konsultasi online, Anda juga dapat berkonsultasi mengenai cara meredakan gejala, perawatan kulit yang aman, serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.