Selain mual, muntah, dan telat haid, ada ciri-ciri kehamilan yang sering muncul tetapi mungkin jarang disadari oleh wanita hamil. Untuk mengetahui apa saja tanda atau gejalanya, simak ciri-ciri kehamilan yang jarang disadari dalam artikel ini.

Biasanya, ciri-ciri kehamilan sudah dirasakan di minggu-minggu awal kehamilan. Meski demikian, ada beberapa ciri kehamilan yang cukup sulit dibedakan dengan menstruasi, sehingga membuat sebagian wanita tidak menyadari dirinya sedang hamil.

9 Ciri-Ciri Kehamilan yang Jarang Disadari - Alodokter

 

Ciri-Ciri Kehamilan yang Jarang Disadari

Berikut adalah ciri-ciri kehamilan yang jarang disadari dan sering dikira sebagai tanda menstruasi:

1. Keluar darah dari vagina

Keluarnya darah dari vagina sering dikira sebagai tanda dari menstruasi. Padahal, hal ini juga bisa jadi menjadi tanda awal kehamilan. Ciri-ciri kehamilan ini dikenal dengan perdarahan implantasi.

Pada perdarahan implantasi, darah yang keluar berwarna kecokelatan atau pink dan jumlahnya sedikit. Sementara pada menstruasi, darah yang keluar berwarna merah pekat disertai dengan gumpalan darah, dan volumenya cenderung lebih banyak.

2. Mood swing

Ciri-ciri kehamilan yang jarang disadari berikutnya adalah suasana hati yang mudah berubah (mood swing). Biasanya, ciri kehamilan ini dirasakan saat usia kehamilan memasuki 6–10 minggu.

Suasana hati yang mudah berubah ini umumnya terjadi akibat perubahan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh selama kehamilan.

3. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil merupakan ciri-ciri kehamilan lainnya. Keluhan ini muncul karena adanya peningkatan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) pada awal kehamilan sehingga membuat produksi urine menjadi lebih banyak. Inilah yang menyebabkan kandung kemih menjadi lebih cepat penuh.

Selain peningkatan hormon hCG, keluhan ini juga bisa disebabkan oleh pembesaran ukuran rahim yang menekan kandung kemih.

4. Sensitif terhadap bau

Sensitif terhadap bau merupakan ciri kehamilan yang paling awal muncul dan bisa berdampak pada timbulnya rasa mual (morning sickness). Meningkatnya sensitivitas terhadap bau ini biasanya terjadi akibat naiknya hormon hCG selama kehamilan.

Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, sensitivitas terhadap bau ini akan hilang dengan sendirinya.

5. Sembelit

Sembelit juga menjadi ciri kehamilan yang kerap tidak disadari. Sembelit selama hamil tidak disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat, melainkan oleh peningkatan hormon progesteron yang membuat otot di saluran cerna mengendur. Hal ini membuat proses pencernaan makanan di dalam tubuh menjadi lebih lambat, sehingga menyebabkan terjadinya sembelit.

6. Mudah lelah

Mudah merasa lelah juga merupakan pertanda kehamilan yang kerap tak disadari. Biasanya, munculnya rasa lelah selama hamil ini terjadi akibat peningkatan hormon progesteron di tubuh. Bukan hanya itu, mood swing yang terjadi selama kehamilan turut serta dalam memicu munculnya rasa lelah.

7. Pusing

Menurunnya tekanan darah di awal masa kehamilan bisa menyebabkan wanita hamil mudah merasa pusing. Pembuluh darah yang mengendur akibat perubahan hormonal menjadi pemicu utama wanita hamil merasakan keluhan tersebut. Ciri kehamilan ini biasanya dirasakan saat usia kehamilan mencapai 6 minggu.

8. Hidung tersumbat dan mimisan

Meningkatnya kadar hormon dalam tubuh saat hamil juga dapat menyebabkan hidung menjadi lebih mudah bengkak, kering, dan berdarah. Hal ini yang membuat wanita hamil menjadi lebih rentan mengalami hidung tersumbat dan mimisan.

9. Payudara lebih kencang

Jika payudara Anda terasa lebih kencang, padat, dan sensitif, bisa jadi ini merupakan tanda awal kehamilan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, perubahan yang terjadi pada payudara ini akan semakin terlihat. Kondisi tersebut merupakan proses alami tubuh untuk mempersiapkan kelahiran bayi dan dimulainya proses menyusui.

Saat Anda merasakan ciri-ciri kehamilan yang sudah disebutkan di atas, Anda bisa melakukan tes kehamilan secara mandiri menggunakan testpack. Jika hasilnya positif, segera periksakan kandungan ke dokter.

Namun, jika hasilnya negatif, Anda dapat mengulangi tes kehamilan seminggu kemudian atau memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah kondisi yang Anda alami merupakan tanda kehamilan atau karena kondisi medis lain.